Salam…

Kuharap kalian kujumpai dalam keadaan paling baik, bahagia luar biasa serta jauh dari ketidanyamanan fisik dan ketidaksenangan perasaan. Aku merasa perlu mencoret postingan tidak berarti ini untuk menyapa kalian sekaligus memberitahukan kabarku dan keadaan blog ini. Sudah nyaris habis Desember, dan tidak ada satu pun apdetan, jadi, kurasa aku perlu membuat sebuah apdet, maka kucoret beberapa kerat kata ini lebih untuk menentramkan hatiku sendiri.

Keadaanku sedang tidak baik. Aku merasa jadi Faran dalam On The Rainy Day 2 (kalau kalian baca cerpen itu), bukan karena aku ditaksir seseorang seperti Faruq, tidak ada satu pun Faruq di sekitarku dan aku sendiri tidak punya toko kue. Cuma, sudah sejak 17 Desember lalu aku harus menggunakan sepasang kruk untuk memenuhi kebutuhan mobilitasku, sebagai akibat dari ketidaknyamanan patela dan tibiaku dikarenakan trauma post KLL.

Nah, itu kabarku. Omong2, aku tidak bermaksud mencari perhatian, hanya sedang memberitahukan ‘alasan lemah’ mengapa aku tidak melanjutkan tulisanku yang terbengkalai lama. Kalau dengan postingan ini ternyata ada satu dua atau tiga sahabat yang memberiku perhatian, ya aku bisa apa selain menerima? Tapi, aku lebih suka didoakan senyap2 tanpa ribut2, menurut kepercayaan masing2🙂

Kabar yang bisa kuberikan terkait tulisan2 untuk blog ini ; aku sudah punya beberapa halaman MS Word lanjutan Sepotong Kemeja Untuk Saif, kutulis sebelum tanggal 17 Desember, saat itu aku sangat optimis bisa mempublishnya tepat pas tutup tahun. Tapi begitulah, manusia boleh punya seribu satu agenda dan rencana, tapi Tuhan selalu punya lebih dari seribu satu kuasa dalam menentukan. Maka, di sinilah aku, mencoret postingan ini langsung dari App WordPress, bukan menulis di laptop dan menyelesaikan tulisanku.

Aku punya stok sedikitnya 3 cerpen kiriman sahabat di gmailku, 2 di antaranya sudah bisa langsung dipost, sedang sisanya harus kutata lagi via MS Word, tiga2nya layak baca. Sepanjang siang tadi aku sudah mencoba mengcopypaste 2 cerpen pertama kemari, ke App WordPress, bisa (dicopas), yang jadi masalah adalah, letak paragrafnya jadi dempet2, aku sendiri dibikin puyeng lihatnya, jadi, kusingkirkan. Perlu diposting via PC laptop, dan keterbatasan fasilitas koneksi internet membuatku tidak bisa online blog pake laptop, padahal aku sangat ingin. Selain itu, ada Ulat Bulu milikku yang ingin kuposting sekaligus setelah terdepak dari sebuah event literatur karena juri2nya punya kriteria aneh (menurutku) dalam memilih naskah, sepertinya tak ada satu kriteria pun yang cocok dengan Ulat Bulu punyaku itu. Kasihannya…

Dear Friends, kupikir sampai segini saja. Selamat menyambut tahun baru 2016, selamat berlibur bagi yang berlibur, selamat tidak berlibur bagi yang terjebak dengan satu dua sebab yang memustahilkan agenda traveling, sepertiku🙂

GBU

Salam

Nayaka Al Gibran