image

Salam, sahabat DKN. Ini bukan sebuah catatan Nayaka al Gibran, apalagi fiksi hasil karyanya. Maaf sebelumnya bagi yang kecewa setelah mendapat notifikasi email atau bagi yang rajin menengok blog ini.

Saya hanya ingin mengisi jeda panjang di blog ini dengan sebuah reviu musik yang bisa dibilang tingkat kepentingannya hanya skala 1 dibanding skala 10 fiksi Nayaka al Gibran, hehehe.. Buat saya, ini adalah usaha untuk mencegah Dunia Kata Nayaka dari kepunahan yang bersifat irreversible akibat kevakuman akut, haha..

Saya yakin musik adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam keseharian kita semua. Baru-baru ini, saya belajar istilah baru secara tidak sengaja, Lisztomania. Suatu keadaan dimana seseorang memiliki kebutuhan untuk mendengarkan musik secara terus menerus, sepanjang waktu. Wauw..

Nah, bagi yang selera musiknya begitu umum, ada kalanya kita mendengar musik yang satu mirip dengan musik yang lain. Bisa jadi nadanya, warna vokal penyanyinya, musik intronya, dan sebagainya. Mirip dalam hal ini tentu berbeda dengan pengertian recycle, cover, atau plagiat.

List musik yang bakal saya sebutkan di bawah ini, bukan berarti yang satu menjiplak yang lain. Penilaian ‘mirip’ di sini bersifat subyektif karena hanya berdasar pada telinga saya, haha.. Saya bukan seorang expert musik, syukurnya juga bukan Lisztomania. Update saya tentang musik juga terbatas. Jadi, harap dimaklumi kalo list musik yang saya sebutkan agak jadul atau gaje. So, here’s the list. 5 pairs of similar songs.

1. Funky Kopral – Cinta Suci & Muse – Unintended
Yang mirip dari kedua lagu ini adalah musik intronya yang berupa petikan gitar akustik bernada gloomy. Sepanjang kedua lagu, warna masing-masing vokalis juga mendayu-dayu ala lullaby, meski menurut saya Muse lebih mengiris hati. Suara gitar akustik juga sama-sama dominan di seluruh lagu sampai selesai. Bedanya, Funkop konsisten dengan tema akustik diselingi entah itu suara violin kalo saya nggak salah dengar. Sedangkan Muse memasukkan permainan drum ringan di pertengahan hingga akhir lagu. Kalo didengarkan dengan seksama, ada juga suara orgen ala pemakaman yang membuat lagu ini makin kelam, haha..

2. Joeniar Arif – Rapuh & Leona Lewis – Bleeding Love
Ada yang tau Joeniar Arif selain lagu ini? Atau malah nggak ada yang tau? Orang ini memang sudah nggak eksis atau cuman saya aja yang nggak tau lagunya yang lain? Anyway, menurut saya, dua lagu ini mirip gila dari nadanya, hampir semua, dari awal sampai akhir. Yang membuat beda adalah tentu saja vokalnya Joeniar itu laki, dan mbak keling Leona itu perempuan. Selain itu, jenis musik mereka juga beda, kalo saya nggak salah. Rapuh beraliran R&B, sedangkan Bleeding Love itu, emm.. apa ya? Pop tapi lebih menghentak, gitu lah..

3. Isyana Sarasvati – Keep Being You & Mariah Carey – We Belong Together
Kedua lagu ini sama-sama beraliran R&B, sama-sama dinyanyikan cewek-cewek bersuara emas yang berbeda generasi. Meskipun, menurut saya, R&B Isyana lebih ringan, vokalnya lebih manis dan simpel dibandingkan milik Mariah Carey yang punya cengkok khas. Intro kedua lagu ini juga sama-sama berupa dentingan piano yang selanjutnya dominan sepanjang lagu, selain efek suara tepukan tangan atau jentikan jari berirama itu loh..

4. Noah – Perih & Keane – Everybody’s Changing
Dua lagu ini, menurut saya punya aransemen musik yang identik. Mungkin, kalo keduanya diputar dalam mode voiceless atau karaoke, kita bisa saling menukar lirik, saking miripnya. Intro dan permainan alat musik yang menonjol sepanjang kedua lagu ini juga nyaris sama, denting keyboard dan efek musik techno. Hanya saja, Noah menambahkan suara distorsi gitar elektrik di beberapa bagian.

5. Melly Goeslaw – Hanya & Mono – Life In Mono
Nah, yang dua ini yang paling sulit saya deskripsikan. Saya nggak paham genre musik keduanya apa, yang jelas unik dan keren. Pop? Pop yang di dalamnya ada dentingan piano yang melankolis, efek techno, juga orkestra. Pop modifikasi? Atau alternatif kah? Yang jelas unik dan keren. Warna vokal pada kedua lagu ini juga nyaris sama. Hanya adalah karya Melly Goeslaw dalam album soundtrack Ada Apa dengan Cinta. Sedangkan Mono, saya nggak tau banyak tentang eksistensi duo ini. Yang jelas, satu lagu milik mereka ini, bertahun lalu mampu membuat saya jatuh cinta, sekali untuk seterusnya.