1404337801907

 

Hari ini,
Usiamu bertambah dua belas bulan lagi
Tiga ratus enam puluh lima hari yang melelahkan
Namun juga menyenangkan

Denganmu,
Aku sudah melewatkan dua belas kali purnama lagi
Bersamamu,
Aku telah melalui dua belas kali awal dan akhir bulan lagi

Kau rasa tidak?
Waktu nampaknya berputar terlalu cepat
Sudah dua puluh empat bulan,
Dua kali dua belas purnama,
Dua kali tiga ratus enam puluh lima hari

Dan bahagianya adalah…
Kita masih di sini
Masih terikat satu sama lain
Masih saling mengisi celah
Dan masih bermesra saat senggang

Aku tak ingin semua kebersahajaan itu terhenti
Aku masih ingin menikmatinya dengan dirimu…

Selamat hari jadi yang kedua, Dunia Kata-ku,
Semoga tawamu makin terbahak
Hingga mengundang keingintahuan mereka lebih besar
Semoga jeritmu makin melengking
Hingga mengusik mereka untuk mencari tahu apa sebab
Lebih dari semua itu,
Aku berharap kau dan aku tak pernah menjadi asing

I love you, Dunia Kata-ku…

***

Well, pertama-tama, aku harus mengucapkan terima kasih segede-gedenya kepada mbakku tersayang, Mbak Afni, yang dengan berbaik hatinya sudi memberi ingat padaku bahwa hari ini adalah 03 Juli 2014. Tanpa diingatkan, mungkin hari ini akan berlalu tanpa sebarang coretan sebagai penanda buatku. Sankyu, neechan (peluk Mbak Afni).

Sudah dua tahun ya… Aku masih ingat tanggal 03 Juli dua tahun lalu, saat aku membuat blog ini dengan tertatih-tatih dan peluh berceceran hingga membuat banjir lantai warnet (mulai dweh…!). Siapa sangka hari ini sudah dua tahun aku menulis blog, dua tahun yang aku bilang sedikit melelahkan dan begitu banyak menghiburnya. Kalau dineracakan (bayangin lambang zodiak libra ya, guys!), dimana ‘melelahkan’ ditempatkan di piring sebelah kiri dan ‘menghibur’ di sebelah kanan, mungkin kejadiannya bukan hanya piring sebelah kiri akan terjungkal naik hingga nyaris tegak lurus, tapi juga isinya akan langsung terlempar dari piring dengan lesatan maha kencang hingga menembus lapis langit ke tujuh dan tidak jatuh lagi ke bumi hingga berjuta-juta tahun lamanya begitu ‘menghibur’ dijejalkan ke piring sebelah kanan. Intinya, aku senang bisa mengisi blogku ini.

Aku juga masih ingat ketika membuat birthday post untuk Dunia Kata Nayaka tanggal 03 Juli tahun lalu, saat itu aku bagai tak percaya bisa melewatkan setahun sebagai pemilik blog. Menurutku yang udik ini, punya blog itu sesuatu yang gengsinya tumpah-tumpah, punya blog itu keren karena gak semua pengguna internet punya blog. Bener gak sih? Atau aku yang terlalu kampungan kali ya? Pokoknya, jadi owner sebuah blog itu adalah sesuatu yang bergengsi, yang punya nilai kerennya, ho ho ho hoh. Lalu pertanyaannya, apa setelah dua tahun ini aku masih merasa seperti demikian? Oh jwelasss… ya masih lahhh. Bahkan nih ya, aku merasa diriku makin keren, makin punya gengsi, makin wow (Seseorang di bawah meja : dan makin gila juga tentunya. Seseorang lain di bawah kursi : dan makin malas update blog! Segerombolan orang di bawah lemari : Lebaaaaaayyy…!!!)

Tahun lalu, saking euforianya aku sampai lupa berterima kasih pada WordPress. Jadi pada kesempatan ini sebelum lupa, aku mau bilang, terpujilah WordPress dengan segala fasilitasnya yang membuat kepayang (khususnya buatku), terima kasih untuk sudah sudi menerimaku sebagai salah satu pemakai jasamu. Panjang umur WordPress yaa…

Tahun lalu, aku juga lupa berterima kasih pada kalian, insan-insan terbaik yang sudah meluangkan sedikit waktu untuk mengunjungi blogku, walau sekedar mengecek isinya. Jadi pada kesempatan yang baik dan jarang-jarang ini, suka gak suka, sudi gak sudi, terimalah ucapan terima kasih Nayaka kepada kalian semua, pembaca DKN. Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih. Tanpa kalian, blogku hanya noktah kecil tak tampak di antara bejibun site serupa yang lebih mentereng dari punyaku. Kalian semua keren karena tidak salah memilih blog untuk dikunjungi… kekekekekekeeettteeeekkk.

Akhirnya, kecup basah untukku sendiri, EMMMUAAAHHH. My blog, loph yuh tomath. Semoga 03 Juli mendatang kita berdua masih hidup. Amiiiiin… (DKN : eh, pembaca kita juga dunk didoain hidup, kalau kita doang yang hidup trus pembacanya udah almarhum semua, mau jadi apa kita?). Owrait… owrait, kepada pembaca setia Dunia Kata Nayaka, pesanku, jauhi junk food biar kalian sehat terus, jangan melamun di rel kereta biar kalian gak masuk koran dengan berita bunuh diri, jauhi lokasi tawuran, lokasi perang warga, juga lokasi-lokasi yang bisa mengancam nyawa kalian, seperti tepi sungai, tepi jurang, tepi sumur, juga tepian kubur yang baru di gali. Aku mau kita sama-sama melewati hari tua nanti. Amiiin. My reader, ai loph yuh tomath tuu…!

Wassalam
Nayaka Al Gibran