a NAYAFNI note

#############################################

 Selalu ada sesuatu yang memorable dalam setiap masa, sama halnya dengan selalu ada guntur setelah kilat (nyambung gak ya analoginya? Disambung-sambungin deh).

Oke, catatan ini dibuat untuk mengisi jeda yang kosong sebelum update fiksi berikutnya di blog ini, sangat dihargai jika ada sahabat yang baca dan berkomentar, dan sangat disayangkan bila kalian cuma ngeja judul doang.

Musik kembali menjadi issue yang dikulik di sini. Jika sebelumnya ada catatan tentang 7 lagu lama yang direcycle oleh 7 penyanyi baru, maka kali ini ada 7 lagu sepanjang masa dari 7 boy band yang sepertinya memang akan dikenang sepanjang masa juga.

Sejarah musik dunia mencatat begitu banyak kemunculan boy band dalam ranah tarik suara, sejak tahun 80an yang didominasi oleh bangsa barat hingga sekarang yang dirajai benua Asia (baca :  KOREA). Lalu, apa sih sebenarnya pengertian dari boy band itu sendiri?

Jeng Wikipedia bilang, “Boy band adalah sejenis kelompok musik pop atau RnB yang terdiri dari 3 anggota atau lebih, semuanya penyanyi laki-laki muda. Selain menyanyi, anggota boy band juga menari dalam pertunjukan mereka.”

Nah, jadi jelas ya, boy band itu sekumpulan laki-laki muda yang menyanyi dan menari (punya koreo).

Bagi yang fanatik boy band Korea, mohon maaf sekali karena catatan ini tidak akan membahas tentang E.X.O atau Bigbang atau SuJu atau TVXQ atau SHINee atau 2PM atau Beast atau MBLAQ apalagi SNSD (langsung gak masuk kategori tuh). Seperti titlenya, postingan ini akan mengulik 7 boy band lama yang pernah eksis dan pernah digandrungi oleh sejuta umat pada satu masa dulu. Bukan berarti hanya 7 ini saja yang tergolong boy band lama, tentu masih ada beberapa lagi. Pada kesempatan ini hanya ada 7 saja beserta salah satu lagu mereka yang paling digemari (lebih ke pribadi yang nulis sih sebenarnya).

Siapa saja mereka? silakan scroll terus sampai ke bawah😀

*

1. Boyzone – You Needed Me

Boyzone

Boyzone adalah sebuah boy band asal Irlandia yang terbentuk melalui sebuah audisi pada November 1993. Boy band berpersonil 5 orang—Ronan Keating, Stephen Gately, Keith Duffy, Shane Lynch dan Mikey Graham—ini menonjolkan Ronan Keating dan Stephen Gately sebagai lead vocal. Mengalami masa emas hingga akhir tahun 90an, boy band ini banyak me-recycle lagu lawas yang anehnya selalu menjadi hits, sebut saja Father and Son (Cat Stevens), Words (The Bee Gees), dan Baby Can I Hold You (Tracy Chapman). Seiring meredupnya pamor Boyzone, Ronan Keating kemudian memulai solo karirnya pada 1999 dengan merilis single When You Say Nothing At All sebagai lagu tema film layar lebar Notting Hill.

You Needed Me dirilis pada 1978 oleh penyanyi country wanita Anne Murray, ditulis oleh Randy Goodrum, dan dinyanyikan ulang oleh Boyzone pada Mei 1999 dalam album By Request, semacam album best of.  Lagu berdurasi 3 menit 27 detik ini didominasi oleh vokal Ronan Keating, seperti kebanyakan lagu Boyzone. Tempo musik yang slow, diperindah dengan unsur orkestra dan paduan suara sebagai backing vocal, menjadikan irama lagu ini sedalam makna liriknya.

Seperti judulnya, You Needed Me menceritakan betapa seseorang membutuhkan seseorang lainnya. Selain I Love The Way You Love Me, lagu ini disebut-sebut sebagai lagu yang dirilis Boyzone dedicated to their fans. Lagu ini adalah salah satu dari sekian lagu Boyzone yang tersimpan baik di pc saya. Menurut penilaian saya pribadi, lagu ini memiliki lirik yang unforgettable and meaningful, meskipun saya nggak pernah jadi penggemar fanatik Boyzone. Satu hal yang saya heran tentang lagu ini adalah judulnya. Menurut saya, I Needed You lebih tepat daripada You Needed Me, karena keseluruhan lirik dalam lagu ini menggambarkan betapa si ‘you’ telah melakukan banyak hal berarti untuk ‘me’. Check this out.

You needed me

I cried a tear, you wiped it dry

I was confused, you clear my mind

I sold my soul, you bought it back for me

And held me up, and give me dignity

Somehow you needed me

Ha, that’s it! Ternyata dalam lirik lagunya juga disebut, you did so many things for me, somehow you needed me..😀

Kalo ditanya, bagian mana dari lagu ini yang jadi favorit saya, saya akan jawab semuanya, setiap bagian. Seperti yang saya bilang, lirik lagu ini so meaningful. Hmm, tapi kalo dipaksa milih, I’ll choose this part :

You held my hand, when it was cold

When I was lost, you took me home

You gave me hope, when I was at the end

And turned my lies back into truth again

You even called me friend

 

2. Backstreet Boys – Shape of My Heart

backstreet

Boyband beranggotakan 5 orang yang sebenernya tidak layak disebut boys lagi ini, dibentuk pada 1993 di Orlando, Florida. Backstreet Boys, atau sering disebut BSB— beranggotakan Nick Carter, Kevin Richardson, AJ McLean, Brian Littrell dan Howie Dorough—mengalami masa emas selama akhir tahun 90an hingga awal tahun 2000. I was the big fans of them, koleksi album mereka dalam bentuk kaset masih tersimpan baik di lemari saya. Nah, sebenernya saya cuma cinta Nick Carter, kekeke…

BSB merilis album perdana berjudul Backstreet Boys pada 1996 yang melambungkan nama mereka melalui hits seperti Anywhere For You dan I’ll Never Break Your Heart yang mendayu-dayu. Setelahnya, BSB cukup konsisten menjaga eksistensi dengan menelurkan album pada 1997 (Backstreet’s Back), 1999 (Millenium) dan 2000 (Black & Blue). Kemudian, meski sudah mulai kalah saing oleh generasi baru dalam dunia musik, album mereka tetap rilis dengan jarak waktu yang lebih jarang lagi, yaitu pada 2005 (Never Gone), 2007 (Unbreakable), 2009 (This Is Us), dan terbaru pada 2013 (In A World Like This).

Shape of My Heart merupakan single perdana BSB dari album Black and Blue. Dirilis pada Oktober 2000, lagu yang ditulis oleh Max Martin dan Rami Yacoub ini bergenre ballad. Berdurasi 3 menit 50 detik, lirik lagu ini kurang lebih menceritakan tentang curahan hati seorang lelaki(?) untuk gadis yang disayangi. Bahwa si gadis ini sangat berarti untuk si lelaki(?), dan bahwa dia ingin si gadis mengetahui dan menyadari isi hatinya, bentuk hatinya. Hmh, so sweet ya.. That’s why I love it. Bahkan humming Brian “hmm.. yea, yea” di bagian intro juga terdengar manis di telinga😀 Nggak percaya lagu ini manis? Coba liat sepenggal liriknya sebelum dengerin full lagunya buat kalian yang belum pernah denger.

Hmm.. yea, yea (wajib dinyanyiin juga :-p)

Baby, please try to forgive me

Stay here, don’t put out the glow

Hold me now don’t bother

If every minute it makes me weaker

You can save me from the man that I’ve become

Manis kan? Kan? Kan? Hehehe.. Mungkin badan cewenya penuh senter, atau dia keturunan kunang-kunang, sampe keberadaannya bisa membuat sekitar si cowo bercahaya🙂

Coba sekarang kita simak lirik di part chorus, nggak kalah dalem, saya sangat suka bagian ini. Menggambarkan perasaan seseorang yang selama ini nggak dianggap, dan betapa dia berusaha untuk bisa “dilihat”.

“Looking back on the things I’ve done

I was trying to be someone

I played my part, kept you in the dark

Now let me show you the shape of my heart…”

 

3. Human Nature – Eternal Flame

human-nature

Human Nature adalah sebuah grup vokal atau lebih mudah kita sebut boy band asal Australia yang terbentuk pada tahun 1989. Awalnya bernama The 4 Trax, grup ini beranggotakan Tierney bersaudara yaitu Michael dan Andrew, serta Toby Allen dan Phil Burton. Terbentuk sejak para personilnya masih mengenyam pendidikan, setelah melalui masa yang panjang, debut album mereka dirilis pada Desember 1996, berjudul Telling Everybody.

Setelah Telling Everybody yang berhasil meraih triple platinum, Human Nature lanjut merilis album kedua mereka berjudul Counting Down pada Mei 1998. Lima single dalam album ini berhasil menjadi hits yaitu Last to Know, Don’t Cry, Cruel, Be There With You, dan Eternal Flame.

Eternal Flame merupakan lagu lawas milik The Bangles yang dirilis pada Februari 1989. Lagu yang ditulis oleh Susanna Hoffs, Tom Kelly dan Billy Steinberg ini versi aslinya bergenre soft rock, menjadi hits di masanya dan telah di-remake oleh begitu banyak musisi, diantaranya Human Nature.

Eternal Flame yang dinyanyikan ulang oleh Human Nature bergenre pop ballad, sesuai dengan warna musik dan vokal mereka. Terlepas dari makna dari liriknya, lagu ini somehow so relaxing and comforting. Saya pribadi nggak pernah paham lagu ini sebenernya bercerita tentang apa, mungkin karena liriknya bermakna kias. But I love this song. Karena jenis musiknya yang slow, kita bisa pilih lagu ini sebagai lullaby song, atau rest and relax song. Soal lirik, itu cuma bonus aja. Anyway, saya suka bagian intro-nya.

“Close your eyes

Give me your hands, Darling

Do you feel my heart beating

Do you understand

Do you feel the same

Am I only dreaming

Is this burning an eternal flame”

 

4. A1 – Everytime

A1

Unik ya nama boy band asal Inggris-Norwegia satu ini, lihat saja, mereka mengombinasikan huruf dan angka sebagai nama. Yang bikin unik, huruf dan angka yang dipakai adalah huruf dan angka yang sama-sama berada di urutan pertama, urutan teratas. Huruf A menjadi huruf pertama dalam deretan abjad, dan hitung-hitungan nomor selalu dimulai dari angka 1. A1 (A One), menurutku nama boy band ini simpel tapi powerful sekali. Mungkin itu semacam mantra atau jampi-jampi yang terpikirkan oleh mereka saat memilih nama, biar boy band ini selalu jadi urutan pertama selayaknya nama yang mereka sandang. Maybe yes, maybe no.

Dibentuk oleh Vicky Blood dan Tim Byrne yang juga kemudian menjabat sebagai manajer pada tahun 1998, A1 punya personel 4 anak muda (sekarang udah gak muda lagi) yang tentu saja pinter nyanyi (ya iyalah, kalau pinternya ngulek sambal ya bukan personel boy band, tapi personel koki pecel lele di warteg pinggir jalan) dan punya wajah cakep serta postur elok yang gak ngebosenin buat dipandang lama-lama. Mandang posternya saja gak bikin bosen apalagi kalau langsung melototin aslinya :p

Mengusung genre pop, A1 beranggotakan Mark Read (perasaan, pasaran ya personel boy band jaman dulu itu punya nama depan Mark?), Ben Adams dan Paul Marazzi, ketiga anak muda cute ini berasal dari Inggris dan ditambah Christian Ingerbrigstein (buseeettt, nama belakangnya susah benerrr…!) yang kebetulan punya rumah di Norwegia (yang punya rumah bonyoknya sih sebenarnya). Album pertama mereka yang bertajuk ‘Here We Come’ segera laris manis begitu rilis, padahal persaingan boy band jaman itu sangat ketat, gak heran sih, lagu-lagu mereka memang bagus dan seperti layaknya boy band, mereka enerjik. Kabarnya, di Negara asalnya, A1 diganjar sertifikat emas untuk album perdana mereka ini, awesome.

Memulai debut pada 1998, masa kejayaan A1 kandas begitu cepatnya, tahun 2002. Berawal dari hengkangnya Paul Marazzi, boy band ini kemudian resmi bubar. Kabar terbaru, tiga personel tersisa—Mark, Ben dan Chris—kembali menghidupkan A1 di tahun 2009. A1 formasi baru minus Paul ini langsung menggelar konser pada September di Oslo pada tahun yang sama sebagai tanda eksistensi mereka kembali.

So, di antara begitu banyak lagu A1 yang keren-keren, mengapa aku ngulik everytime? Kenapa gak Same Old Brand New You, atau One More Try, atau Walking In The Rain, atau One Last Song atau lagu yang mengisahkan tentang ‘kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa’ seperti Like A Rose, kenapa harus Everytime? (suka-suka dunk, kan aku yang punya tulisan *digampar*)

Alasan kenapa aku pilih Everytime adalah karena lagu ini bisa dibilang tonggak sejarahnya aku tahu A1. Yap, aku sangat telat tahu akan keberadaan boyband ini, tepatnya tahun 2008 ketika mbak-mbak tetangga kosanku saat kuliah kerap mutarin lagu-lagu barat di VCD playernya saat pagi, jadi setiap harinya aku akan mendengarkan lagu-lagu itu ketika bersiap-siap hendak kuliah dan berakhir ketika si mbak selesai memakai seragam kerjanya dan bersolek. Singkat kisah, aku dipinjamkan satu disc kompilasi dari koleksi VCD baratnya (kebanyakan Britney Spears dan Christina Aguilera), kebetulan teman kosku punya CPU, satu disc itu aku copy semua ke harddisk, nah salah satunya adalah lagu A1 ini. Sumpah, aku langsung jatuh cinta pada audio-visual pertamaku terhadap A1, MVnya bersetting di gurun pasir, ala-ala timur tengah gitu, cakep pokoknya.

Ini aku kasih reffreinnya aja ya. 

Everytime I kiss I feel your lips

And everytime I cry I see your smile

And everytime I close my eyes

I realise that

Everytime I hold your hand in mine

The sweetest thing my heart could ever find

And I have never felt this way

Since the day I gave your love away

Everytime bercerita tentang seseorang yang ditinggal kekasihnya, seseorang yang larut dalam kenangan ketika masih bersama sang kekasih, setiap waktu, ia mengenangkan orang yang dicintai. Galau sih menurutku.

Oke, itu dia, Everytime dari A1. Gak ada salahnya kalian punya, bisa memberi warna berbeda di antara bejibun lagu-lagu boy band masa kini di playlist kalian, aku jamin gak kalah bagus kok.

 

5. Blue – If You Come Back

Blue

Jika ditanya boy band barat mana yang paling laki menurutku, aku bakal jawab : BLUE. Bukan berarti yang lain enggak ya, tapi lihat deh, Blue itu personelnya jelas banget kelihatan lelakinya. Sebut saja Simon Webbe yang jago ngerap, Duncan James yang suaranya ngebass banget, Anthony Costa yang muscle dan Lee Ryan yang tentu saja charming di tiap klip Blue. Selain itu, aku bilang boy band ini kesan lakinya out banget karena genre yang mereka usung, gak cuma pop seperti kebanyakan boy band pada masa itu, tapi juga hiphop dan RnB. Nah, kan?

Berasal dari Inggris, Blue terbentuk tahun 2000 dengan album perdana yang dirilis tahun 2001 bertajuk All Rise yang berisi 12 lagu (banyak hits Blue berasal dari album ini, termasuk yang akan kita bahas di bawah). Album kedua mereka, One Love, dirilis tahun 2002 yang memuat 15 lagu (beberapa adalah lagu recycle), dan album ketiga mereka yang bertajuk Guilty dirilis tahun 2003.

Eksistensi Blue berakhir tahun 2005 setelah merilis album kompilasi Best Of Blue, dan para personelnya sempat diisukan mengalami kebangkrutan yang bukan olah-olah, salah satunya adalah Anthony Costa yang paska bubarnya Blue mengaku harus kembali hidup di rumah ortunya. Simon Webbe dan Duncan James juga mengalami hal serupa, mereka dinyatakan bangkrut oleh pengadlilan setelah Blue resmi vakum sejak 2005.

Kabar gembiranya, Blue kini sudah kembali eksis meski gaungnya tenggelam oleh band dan bintang-bintang muda masa kini, mereka kembali ke ranah musik pada tahun 2009. Jika kemarin kita sempat melihat mereka menyanyikan One Love di malam puncak kontes Mis World di Bali, itu adalah bukti kalau Blue masih ada.

Yap, sekarang mari kita lihat lagu-lagu hits mereka. Yang gak tahu lagu All Rise, silakan cari tahu sekarang juga, itu lagunya sangat mudah membuat pendengar jatuh hati mulai dari intronya. Di album pertama juga ada Too Close, Fly By dan Best In Me yang jadi hits serta If You Come Back ini. Di album kedua, selain lagu utama One Love yang jadi hits, ada duet bareng Elton John di lagu recycle, Sorry Seems To Be The Hardest Word, Right Here Waiting serta You Make Me Wanna yang seksi😀

Di album ketiga, single Guilty tentu saja menjadi yang paling digemari, selain itu ada Bublin’, I Can’t Breath Easy serta Signed, Delevery I’m Yours yang sama-sama menjadi hits album ketiga Blue.

Kembali ke If You Come Back, lagu ini termasuk lagu galau😀, Bercerita tentang cinta yang pergi, tak tahu sebab. Yang ditinggalkan berusaha mencari tahu alasan dan salahnya mengapa yang tercinta memilih pergi. Ia berusaha mencari namun nihil. Dalam keputusasaan, ia bertanya, ‘Kasih, dapatkah kau merasakanku?’ lalu berjanji akan menjaga dan selalu ada hingga akhir waktu jika yang tercinta kembali. (hiks… T___T)

Bagian fave-ku yang ini nih…

”I watched you go,

Takin’ my heart with you

Oh, yes you did

Everytime I try to reach you on the phone

Baby, you’re never there

Girl, you’re never home…”

 

6. N-Sync – This I Promise You

NSYNC

Tereak dulu kali yak.

“JUSTIIIIIIIIIIIIIN… omigot, JUSTIIIIIIIIIN… o em ji, JUSTIIIIIIIINNN…!!!” *kumat*

Yap, boyband ini dimotori oleh JustiN Timberlake, ChriS Kirkpatrick (lagi nih, nama belakang yang njlimet), JoeY Fatone, Lance Bass a.k.a LansteN (korban bully tuh si Bass, namanya diganti oleh personel lainnya biar ada keserasian dengan nama grup, kekekeke) dan JC Chasez. Nama N-Sync disusun dari huruf akhir pada nama depan masing-masing personel (udah aku kapitalkan tuh). Berasal dari Orlando, Florida USA, N-Sync memulai debutnya pada 1995 dan masa kemilaunya kandas di tahun 2002, terbilang lama.

N-Sync adalah boyband dengan penjualan album tertinggi ketiga sepanjang masa setelah BSB di urutan teratas dan New Kids On The Block (NKOTB, boyband pertama di dunia kalau gak salah) di urutan selanjutnya. Album perdana mereka bertajuk sama, ‘NSync’ rilis di Jerman di bawah label BMG Ariola Munich. Boyband ini sempat memperkarakan pemilik label rekaman mereka, Lou Pearlman terkait pelanggaran kontrak di mana kabarnya Pearlman menggelapkan keuntungan N-Sync, ck ck ck ck… Kasus ini tidak mendapat titik temu di meja hijau dan akhirnya diselesaikan di luar pengadilan di mana Pearlman harus membayar $150 juta US atas pelanggaran kontrak tersebut. Lepas dari Pearlman, N-Sync menandatangani kontrak rekaman bersama Jive Record tahun 1999.

Aku tahu N-Sync pertama kali ketika SMP, dikenalkan temenku yang maniak banget sama lagu barat pada masa itu. Lagi-lagi, VCD menjadi media pengenalan bagiku, dan lagi-lagi modalnya pinjaman, kekekeke. Masalahnya, waktu itu aku belum kenal CPU, alhasil VCD si teman baru kukembalikan dua minggu kemudian setelah aku puas memutarnya tiap hari di rumahku. Aku ingat dalam VCD itu ada empat lagu N-Sync (salah satunya This I Promise You), 4 lagu Westlife (aku langsung suka Shane pas melototin klip I Have A Dream), 4 lagu BSB (yang paling kuingat Show Me The Meaning Of Being Lonely yang galaunya tingkat dewa itu), dan 4 lagu Boyzone (salah satunya You Needed Me yang udah dibahas Mbak Afni di atas).

Tidak bisa dipungkiri, yang membuat N-Sync hidup adalah suara Justin Timberlake dan JC Chasez, mereka berdua bisa dikatakan sebagai main vocal dalam grup ini. Ada beberapa lagu N-Sync yang malah mengeksplor suara Timberlake atau Chasez secara frontal dan personel lainnya cuma sebagai backing vocal doing yang nyaris tak kedengaran suaranya, dengar saja lagu Gone, suara Justin Timberlake sangat kental di situ, lalu This I Promise You juga, yang punya porsi sendiri-sendiri kalau bukan Justin ya pasti JC.

N-Sync punya banyak lagu bagus. Dari yang slow, ballad, sampai yang menghentak-hentak. Aku suka Gone (English dan Spanish), Girlfriend, music Of My Heart (featuring Gloria Estefan), Tearin Up My Heart, I Drive My Self, That Girl, It’s Gonna Be Me, Bye Bye Bye  dan tentu saja This I Promise You (versi Spanishnya Yo Te Voy A Amor)

Ngomongin This I Promise You, ada yang tahu klipnya gak? Kekekeke… sumpah, itu kostum si JC deh kayaknya yang paling jelek di antara, amat sangat jeleknya hingga aku suka mikir dan bertanya-tanya tiap lihat klipnya, ‘kenapa JC begitu bodohnya mau didandani pake celana begituan?’

Aku suka This I Promise You dari denting musik pertama sampai denting terakhir, semuanya just perfect di kupingku. Luar biasa, mungkin lagu ini akan selalu membuatku suka sampai aku pikun kelak (jika bisa idup sampe pikun tentunya). Ini aku kutip sedikit liriknya…

“And I will take you in my arms,

and hold you right where you belong

‘Till the day my life is through, this I promise you

This I promise you…”

Aku bilang, liriknya manis. Dan indah, dan penuh arti juga, mungkin memang agak-agak berlebihan, tapi sama sekali tak ada kesan gombal. Tentang kekasih yang menjanjikan banyak hal baik pada kekasihnya, dan itu wajarlah ya. di antaranya, ia akan menjadi kekuatan buat kekasihnya, pemberi harapan, penjaga keyakinan, akan ada hingga akhir waktu, dan beberapa janji lagi yang semuanya terdengar manis. Sekali lagi, itu amatlah wajar.

Oke, yang belum punya lagunya, silakan gugling dan dunlut, kalau paket inetnya habis, pinjam paket punya temen dulu😀

 

7. Westlife – Soledad

Westlife_l

Aku yakin, tak ada ABG jaman dulu yang tak tahu Westlife. Bahkan remaja-remaja masa sekarang pun yang sedang dijangkiti dengan begitu totalnya oleh virus boyband dan girlband Korea pasti tahu Westlife. Mau bukti? Keponakanku buktinya. Dia kelas 2 SMP, dia maruk Korea, dia cinta Justin Bieber dan One Direction, dan suatu hari dia nanya apakah aku punya mp3 I have A Dream dari Westlife? Dan tentu saja aku punya, itu lagu pertama Westlife yang kulihat sekaligus kudengar dan langsung membuatku jatuh cinta.

Dibentuk pada 3 Juli 1998 di Irlandia, Westlife pada awalnya beranggotakan lima remaja cowok yang bila dibandingkan dengan boybandboyband lain pada masanya punya keunggulan dari segi looking. Yap, kelima personelnya bisa dikatakan punya wajah yang aduhai pada masa itu. Mereka adalah Shane Filan, Mark Feehily, Bryan Mcfadden, Kian Egan dan Nicky Byrne. Personel Westlife menjadi empat orang saja sejak 2004 setelah ditinggalkan Mcfadden pada 9 Maret tahun itu. Mcfadden mengundurkan diri dengan dalih ingin lebih memperhatikan keluarganya meski menurutku itu lebih terdengar sebagai sebuah alasan semata, karena paska hengkang dari Westlife dia justru bersolo karier dan malah berpisah dengan sang istri yang mantan personel Atomic Kitten, Kerry Katone. Nah, kan?

Westlife adalah boyband yang produktif mencetak hits, lagu-lagu mereka seabrek yang dikenal dan masih disukai penggila mereka hingga sekarang. Westlife terbukti sukses di Irlandia dan Britania Raya dengan keberhasilan mereka mencetak 13 hits antara tahun 1999 hingga 2005. Mengusung genre pop, mereka banyak mengcover lagu-lagu lawas dan keramatnya lagu-lagu yang mereka nyanyikan kembali tak ada yang gagal. Sebut saja You Raise Me Up (aslinya dinyanyikan Brian Kennedy), Home (cover Michael Buble), I Have A Dream (milik ABBA), Against All Odds (cover Phill Collins), Uptown Girl (cover Billy Joel), Mandy (cover Barry Manilow), juga Nothing Gonna Change My Love For You yang aslinya diperkenalkan George Benson pada tahun 1984. Wow. Selain judul-judul itu, tentunya masih ada beberapa hits Westlife yang hasil recycle.

Di Indonesia, Westlife memegang rekor untuk penjualan album asing terlaris. Bahkan album pertama mereka berhasil mendapat penghargaan 20 kali platinum untuk penjualan lebih dari satu juta kopi. Sampai saat ini, baru Westlife penyanyi asing yang mampu menjual sebuah album di atas satu juta unit di wilayah Indonesia, bravo!

Di antara berjubel lagu Westlife di folderku, aku ingin ngomongin Soledad. Lagu ini masuk di album kedua mereka yang bertajuk ‘Coast To Coast’ rilis Nopember 2000. Mengapa aku milih bahas Soledad? kan lagu-lagu Westlife banyak yang lebih bagus dan lebih fenomenal ketimbang Soledad. Jawabannya, aku tidak pernah berhasil untuk tidak larut dalam liriknya setiap kali Soledad masuk kupingku. Yap, aku suka Soledad karena liriknya yang begitu dahsyat, begitu dalam. Empat menit tiga detik durasi Soledad bagiku serasa empat koma tiga menit dalam nestapa (lebay). Tapi sungguh, selain liriknya yang begitu menyayat, alunan musiknya juga termasuk jenis yang tidak akan membuat orang-orang mendumel karena benci. Aku suka intronya, amat sangat suka. Saking begitu bagusnya iringan musik Soledad, rasanya aku tidak akan protes jika seluruh lagu itu isinya musik doang (?).

Bagian yang paling aku suka ya bait pertamanya, suara Shane udah gak perlu diragukanlah untuk opening lagu Westlife, itu memang keahliannya. Hampir seluruh lagu Westlife Shane yang buka. Hal yang sama juga berlaku buat Mark, semua lagu Westlife part powernya pasti pake suara Mark (denger-denger dia gay loh *teuteup ya*).

If only you could see the tears in the world you left behind
If only you could heal my heart just one more time
Even when I close my eyes

There’s an image of your face
And once again I come to realise
You’re a loss I can’t replace
…” 

Ya ampun, aku bisa termehek-termehek beneran kayaknya. T___T aku rasa tanpa kuberitahu lagu ini bercerita tentang apa pun pasti kalian sudah tahu, dari bait pertamanya udah mewakili seluruh cerita. Poor Soledad, lebih poor lagi orang yang ditinggalkannya.

Sangat disayangkan oleh para penggemar Westlife, boyband satu ini resmi membubarkan diri pada 23 Juni 2012 lalu setelah rangkaian tur terakhir mereka usai. Yah, mungkin memang sudah waktunya kali ya, mereka juga udah pada paruh baya semua, gak muda lagi. Tapi sebagai penggemarmu, aku akan tetap suka kalian kok *ngomong sama poster*

SAHABAT, maka demikianlah.

Sebelum post ini sampai pada tanda titik terakhir, aku ingin menuliskan sebuah kalimat untuk kita ingat bersama. Bahwa, “betapapun dunia berubah, betapapun zaman berganti… ada hal-hal yang akan terus hidup hingga akhir masa.” Akan halnya dengan 7 materi di atas, meski mereka sudah tergantikan dengan wajah-wajah dan talenta-talenta baru yang lebih bersinar dari segala aspek, namun bagi beberapa orang, mereka masih tetap jadi yang terbaik, hingga akhir waktu.

 

Salam damai…

Nayafni