image

Belia…
Usia satu yang masih begitu muda
Jika ini daun,
Ini adalah pucuknya
Bila ini buah,
Ini adalah putiknya
Andai ini bunga,
Tentulah ini baru kuncupnya


Menggunung harapan…
Bahwa suatu saat nanti pucuk ini melebar hijau
Menjadi daun
Bahwa suatu ketika nanti putik ini memerah ranum
Menjadi buah
Bahwa suatu masa nanti kuncup ini merekah harum
Menjadi bunga

Ia masih muda masih belia
Dua belas purnama telah terlampaui
Berharap ada ratusan lagi purnama yang akan dilangkahi
Boleh muluk mungkin ribuan
Boleh sesumbar mungkin jutaan
Demikian besarnya asa pada usianya yang masih satu

Untukmu Dunia-Kata,
Selagi mampu dan selagi bisa
Ada tak terhitung kata yang ingin kulafaskan
Ada tak terhingga kata yang ingin kutuliskan
Juga tak terjumlah kata yang ingin kutorehkan
Untukmu Dunia-Kata…
Selagi aku ada
Hasratku untuk menghabiskan dua belas purnama lagi denganmu
Lalu dua belas berikutnya
Dan dua belas berikutnya
Juga dua belas berikutnya
Dua belas seterusnya hingga diriku tak ada lagi atau dirimu yang hilang

Dunia-Kata-ku…
Tersenyumlah di usiamu yang baru satu ini
Jangan risau,
Kata-kata yang telah kau miliki tak akan hilang terenggut
Dan kata-kata yang belum kau miliki akan segera menjadi kepunyaanmu

Dunia-Kata-ku…
Usah cemas,
Tintaku masih belum kering
Dan kertasku masih terlalu banyak yang putih bersih

Dengan sepenuh hati,
Aku mencintaimu…
***

July, 3rd 2012

Tak ada niat untuk membuat blog sendiri. Aku enjoy dan amat sangat menyenangi blog lama yang pernah mengenalkan nama Nayaka Al Gibran untuk pertama kalinya. Namun malam ini, di bilik pengap warnet yang jaraknya lebih 3 kilometer dari pintu kost-ku pendirianku berubah. Aku harus punya ‘buku’ sendiri agar aku tak perlu ‘meminjam buku’ orang lain jika ingin menulis. Maka, dengan ditemani saudariku, aku pergi membeli bukuku sendiri. Ya, bukuku sendiri.

Konyol. Aku hampir saja memberi judul bukuku dengan ‘WAROENG NAYAKA’ dan slogannya ‘Semua ada di sini, dari tumpeng kuning sampai sambal terasi’. Saudariku langsung demam dan mual-mual seketika dengan judul dan sloganku. Setelah bengong belasan menit di depan layar, aku dapat ilham. DUNIA KATA NAYAKA kutuliskan di sampul bukuku dan di bawahnya kucantumkan sebaris kalimat singkat, ‘Di sini kata-kata berbicara’. Sah, aku punya buku sendiri sejak malam ini.
***

July, 3rd 2013

Ya Tuhan, satu tahuuuuuun (terharu). Siapa sangka, aku sudah punya blog selama 1 tahun lamanya. Rasanya baru kemarin sejak aku tidak lagi mengetik password ‘tommylovezacky2’ tiap kali log in wordpress. Ah, gerak waktu memang tidak benar2 lamban bila kita menikmatinya. Itu terjadi padaku, setahun ini bersama DKN terasa cuma sebentar.

HAPPY BIRTHDAY, my blog. Aku bahagia memilikimu sebagai buku dan tintaku, pada banyak ketika juga sebagai rumahku.

Trims so much, my blog. Lewatmu aku menemukan insan-insan terbaik yang kini telah jadi layaknya saudaraku. Dengan bangga aku mengatakan, kau -blogku- adalah ‘bayi’ yang tangisannya telah mengundang perhatian orang-orang terbaik yang sekarang kukenal dan mengenalku.

Bila harus ada lagu, mari kunyanyikan…
“Hari ini, hari yang kau tunggu. Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah slalu. Yang kuberi bukan jam dan cincin, bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati…”
(Mas Jamrud, ijin comot nih :-D)

Ya, my blog… Aku tak punya jam mewah, cincin cantik, buket mawar merah atau puisi indah, aku juga tak punya kalung hati bagus. Andaipun punya, mau aku jejalkan kemana? Dirimu tak berbentuk, my blog. Omong-omong, aku punya nama alias untukmu, ‘Makhluk Tanpa Ujud Tanpa Rupa’. Kekekeke. Nah, karena kamu itu MTUTR, maka aku cuma ngasih doa aja. Semoga panjang umur, banyak pengunjung, banyak pengikut, mudah ditemukan, mudah diretas, mudah dicintai (kekeke) dan jangan gampang ditinggalkan. Amin.

My blog, jika besok ada yang menyuruhmu mengisi form biodata, jangan salah mengisi kolom ‘Tempat & Tanggal Lahir’ ya! Bilik Warnet, 03 Juli 2012, itu dia.
Finally, kecup sayang, EMMUUUAAACCHH

Wassalam
Nayaka Al Gibran