Hontou no Oto (~True Sound~)

.

Dalam kenyataannya aku hampir terjatuh

Aku begitu takut

Aku berbuat riang seperti orang bodoh

Aku berpura-pura begitu tenang

Itu mungkin seperti aku yang cuma berbicara saja mengenai mimpiku

Tetapi hanya itu yang bisa kulakukan

.

Jika semua yang dapat kau perbuat adalah dengan memasang ‘sisi luar’

Walaupun kau mengulurkan tanganmu, kau tak akan dapat menggenggam apapun

 .

Dalam ruang antara kenyataan dan mimpi

Aku berusaha keras untuk berdiri

 .

Jalinan mimpi-mimpi berlanjut di sebuah negeri khayalan yang megah

Sebelum kita menyadari kita ditelan dalam angan yang berlebihan

Aku berhenti untuk mencari suaraku sendiri

Agar aku tak kehilangan suara yang sebenarnya

 .

Sekarang, apa yang harus aku percaya?

Aku tunjukan suatu keputus asaan yang berdering di hatiku

Aku ingin kau mendengar suara yang sebenarnya

Jika tidak,

Dunia ini akan…

 .

Semuanya telah dihiasi dengan mencolok

Semuanya telah kehilangan bentuk sebenarnya

Dunia dimana aku hidup

Pada tingkat ini akan menjadi sangat menyedihkan

Jika semua yang bisa kau perbuat adalah dengan memasang ‘sisi luar’

Tapi, itu lebih baik daripada berkarat dan hilang seperti ini

Aku ingin kau mendengar suara yang sebenarnya

Jika tidak,

Dunia ini akan…

.

Semua seperti jalinan mimpi-mimpi

Aku tunjukan suatu keputus asaan yang berdering di hatiku

Dalam ruang antara kenyataan dan mimpi

Aku berusaha keras untuk berdiri

.

Dan biarkanlah aku mendengar suara yang sebenarnya (*)

No.-6-2

 –

Layar monitor ku berkedip.

Aku mendapatkan lagi email darinya, benda tua berbentuk kotak sedang ini hanya satu-satunya penghubungku dengannya. Satu-satunya benda yang membuatku bisa melihat dunia di luar sana. Melalui benda inilah… aku mengenalmu.

Ada sebuah dinding tinggi yang menghalangi keberadaan kami. Tembok yang membatasi dunia milikku dan dunia miliknya. Tak seorangpun yang pernah melalui tembok itu, begitu kokoh dan juga mematikan.

Aku heran, kenapa dunia ini mesti terbagi?

To : Nezumi@skyline.jp

Subject : Konichiwa

Langit hari ini biru, aku dan keluargaku berencana melihat sakura, Apa kau juga merayakan Hanami bersama keluargamu?

To : Shion@chronos.jp

Subject : Re : Konichiwa

Disini juga begitu indah…

Hahaha… pembohong besar! Selama ini aku bahkan tak mengerti apa yang kau bicarakan. Aku hanya tak ingin kau mengganggap aku bodoh, aku bahkan tak ingin kau mengetahui sebenarnya seperti apa duniaku.

Sebab apa yang kau bicarakan selama ini, tak pernah ada di dunia milikku.

Seperti apa langit biru? Seperti apa harumnya Sakura itu? Seperti apa hangatnya matahari? Dan seperti apa sejuknya angin musim gugur?

Terkadang aku iri, aku akan marah dan kesal karena kau tak berhenti membicarakan tentang dirimu, sedang aku hanya termangu memandangi celotehanmu dari layar monitor itu. Karena di sana, kau tertawa dan bergembira. Hal yang sekarang sulit kurasakan di sini.

Kemudian aku akan memakai topeng pura-puraku, ketika kau mulai bertanya kenapa aku mulai terdiam.

To : Shion@chronos.jp

Subject : Daijobu

Aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku.

Sungguh, kenapa kita berbeda?

Apa aku boleh memilikinya, sesuatu yang kau dan mereka miliki selama ini?

To : Nezumi@skyline.jp

Subject : Re : Daijobu

Kita teman, Nezumi…

Kau tak sendiri, aku akan selalu ada untukmu.

Teman?

Aku hanya terdiam memandangi barisan huruf di layar monitorku.

Kata-kata itu memang selalu membuat perasaanku menghangat. Membuat harapanku selalu membumbung tinggi. Namun itu juga yang akan membuatku jatuh dan terhempas dengan cepat.

Kau tak selalu ada. Apakah kau lupa? Bukankah selalu ada dinding yang membatasi kita selama ini.

To : Nezumi@skyline.jp

Subject : Nakama

Kita adalah Teman, Nezumi… ^^

Aku tersenyum sinis. Kulemparkan begitu saja monitor tua milikku dengan kesal hingga rusak dan berantakan. Semua yang kutulis itu bukan diriku sebenarnya, Shion.

Bukan suaraku yang sebenarnya.

Kali ini aku berlari keluar, kutatap ufuk yang begitu jauh hingga pandanganku terpatri pada tembok besar itu.

Suatu saat akan kuhancurkan dinding pembatas itu dan mencarimu. Meski langkahku pelan dan tertatih, aku pasti akan menemukanmu.

Jika impian itu terwujud, maka akan kubiarkan kau mendengar suaraku yang sesungguhnya.

“Shioooonnnn !!! Kita temaaaaaannnnn !!! Kau dengaaaarrrrrr, kita temaaaaaannnnnn! Hahahahahha…. Kitaaaaa Temaaaaannnnnn !!!”

Pada langitku yang kelabu, aku berteriak.

Dengarkan suaraku, dengarkan lah dengan jelas suaraku…

Suaraku yang sebenarnya…

Kita Teman.

Mesipun ada dinding tinggi ini, meskipun sekarang kita tak berada di tempat yang sama, meskipun aku tak menikmati hanami dan langit biru sepertimu

Jika perasaan kita sama… kau pasti akan mendengarkan suaraku yang sebenarnya, bukan?

Karena,

Aku dan kamu adalah…

.

.

.

Hei, bagaimana suaramu yang sebenarnya?

.

.

.

OWARI

.

.

.

a/n :

Sankyuu for reading my little fic story ^^

Inspire :

~ Hontou no Oto, song by KOKIA… lagu yang benar-benar mempesona untukku ^^

Prolog diatas (*) itu translate dari lagu Hontou no Oto (Kurang lebihnya sih, artinya geto LOL )

~ Anime No.6 , by BONES

Ada yang sudah pernah menonton anime 11 Eps ini ^^? Shion dan Nezumi memang benar-benar berada di ‘dunia’ yang berbeda dan benar-benar ada dinding tinggi yang membatasi keduanya. Bahkan arti nama mereka juga sangat kontras, Shion yang artinya Bunga Liar (Kalau nggak salah XD) sedangkan Nezumi yang berarti Tikus. Persahabatan dua cowok ini memang benar-benar aneh, hehehehe ^^

Mini Kamus :

Hanami : bisa diartikan sebagai melihat atau memandang bunga, tapi hanya terbatas bunga sakura saja. Perayaan Hanami biasanya dilakukan pada saat Sakura mekar pada akhir maret hingga awal april.

Konichiwa : Selamat Siang

Daijobu : Baik-baik saja

Nakama : Teman, Sahabat.

 

At Last, Read and Review #Lah? Hahahahahaha XDD

Yuuki ^^