al Gibran nayaka’s words

________________________________________________________________

Satu kali…

Aku pernah melihat kita berpegangan tangan

Melangkah di atas jembatan gantung

Berpindah dari satu ujung ke ujung satunya

Aku tak ingat lagi, sama ada aku tersenyum saat itu atau tidak

Namun aku ingat, arus jernih bergemericik di bawah kita di antara bebatuan

Adalah lembayung senja ketika kita sama mendongak menatap langit

Saat terbangun…

Aku tahu bahwa mimpi indahku baru saja terputus

 

Satu kali…

Aku pernah merasa lembut kulit wajahmu di jariku

Juga halus legam rambutmu di kulit wajahku

Aku tak ingat lagi, apakah saat itu aku yang bersandar padamu

Atau kau yang terkulai di pangkuanku

Namun aku ingat, cicit burung semarak di atas pohon tempat kita bernaung

Dan harum bunga taman menyerbu masuk rongga ciumku

Bercampur wangi dirimu, mungkin

Saat terjaga…

Aku tahu kalau khayalku baru saja lenyap pupus

 

Satu kali…

Aku pernah mendekap sosok mungilmu di dadaku

Entahlah, rasanya lenganmu juga melingkari pinggangku

Kita statis, kaku di bawah payung sempit yang kubuka untuk kita

Aku tak ingat lagi, adakah kita sempat basah saat itu atau tidak

Namun aku ingat, rinai hujan menutup jarak kita di bawah payung sempitku

Juga guruh petir yang membuatmu sesekali terlonjak, di sisiku

Saat tersadar…

Aku tahu jika kenanganku baru saja terbang lepas

 

Kini…

Dengan begitu jelasnya aku ingat

Bukan mimpi, tidak juga khayal

Senyummu teramat manis ketika lenganmu dikecup

Oleh dia yang bukan aku

Satu kali aku memimpikannya lalu terbangun

Satu kali aku mengkhayalkannya kemudian terjaga

Satu kali aku mengenangnya lantas tersadar…

Bahwa dia tak dicipta Tuhan untukku

Atau aku yang dihidupkan bukan untuknya

________________________________________________________________

:p

Coretan gak jelas

Nayaka