Kami adalah langit sore yang melebur dalam garis cakrawala pada tiap penanggalan dimana kami melukis hari. Senja mempertemukan hati-hati kecil kami lalu membawanya belajar mengeja hidup. Saling mengisi kekosongan ruang tunggu yang kerap kali dirajam sepi.

Kami adalah nyanyian penuh elegi pada tiap malam dimana langit menyembunyikan bulan sabit sebagai titik harapan kami menggantungkan seutas cerita. Murung dan terkurung, wajah-wajah kami seolah menggambarkan semua kepedihan sunyi yang terus menemani.

Kami adalah suara cita yang terus meneteskan mimpi pada tangan-tangan takdir yang terjalin lewat doa-doa kami. Bukankah harapan adalah yang membuat kita terus melangkahkan kaki meski berkali terjatuh dan terseok.

*****

Namaku Riesta Aryani, mahasiswa semester akhir jurusan sastra Indonesia. Aku sangat menyukai dunia seni dan sastra. Seni dan sastra adalah keindahan yang klasik dan elegan yang berjiwa. Menulis sudah menjadi bagian dari hidupku. Hidup itu kata.

Aku mahasiswa biasa saja, tak ada yang istimewa dariku kecuali kegiatanku yang penuh dengan aktivitas kesenian dibeberapa komunitas. Aku punya dua sahabat dikampusku. dua cowok, satu bernama Rey Raujana, mahasiswa akhir jurusan Akuntansi dan Virian Aldiano, mahasiswa semester tiga jurusan yang sama dengan Rey. Sudah hampir setengah tahun kami berkenalan dan bersama.

*****

Dan kita terus berbicara tentang hati-hati kecil kita, dimana akan kita kemas pada tiap perjalanan bersama angin yang tak pernah berhenti menampar kehidupan. Kita akan selalu menyebut sepi sebagai waktu dimana kita mengikrarkan janji untuk bertemu kembali setiap senja tiba.

Kau saudaraku, sejak dimana kita saling menitipkan sebagian jiwa kita masing-masing. Lalu membaginya rata. Menyimpannya dalam dekapan paling dalam yang pernah kita punya.

Ternyata malam menyiapkan sebuah skenario untuk menguji kita. Aku pemicunya. Rasa itu menjadi hangat didada, berubah beda dan bergulung menjadi sebuah ego. Ego dimana menuntut suatu kepemilikan akan hal. Kau yang tersebut. Rey.

Aku cukup gila untuk berani mengatakan akan selalu membawa namamu dalam sisa hidupku. Menutup semua pintu sepi yang selalu merajai harimu. Aku paling tahu dirimu. Sakit yang kau rasa tak bisa menyembunyikan tawamu dari diriku. Aku pilu. Ku coba sentuh semua indra yang kau miliki agar kau merasakan gesekan pada porimu lukamu. Aku ingin menjadi bahagiamu. Hanya itu.

Lalu malam itu menjadi sebuh kutukan yang berputar dikepala masing-masing kita.

Virian Aldiano

huh…

😥

*pingin tidur

..sekitar sepuluh menit yang lalu..

***

Lalu jarum jam menunjukkan seperempat malam terakhir esok hari dimana kejadian itu datang. “Tak ada yang salah kak. Kita tak bisa mengatur hati kita.” Kata-kata Virin menguatkanku. Ah tidak, itu hanya menjadi sebuah pembelaan ego yang ternyata lebih kuat saat itu. Padahal aku tahu akan jadi apa kita ketika aku membukanya.

Hatiku tersayat, ada yang menampar kesadaraanku. Saudara kecilku sedang sakit dan aku membuatnya lebih tersiksa atas posisi dimana dia tak bisa membuat pilihan, kakak atau abangnya. Aku membebani batinnya.

***

Rey Raujana

kenapa kau memutuskan  untuk menjauh..bukankah kau sudah tahu jawabannya..aku tak pantas.. bisakah kita kembali berteman..maaf..maaf..

…satu menit yang lalu melalui selular…

***

Hatiku semakin terhimpit. Aku seperti tertampar dan kesadaranku bangun. Lalu kudobrak semua ego yang masih saja berdiri kokoh dalam diriku. Aku sadar aku harus membuat ini terjalin kembali.

***

Lalu, sunyipun rekah oleh tangisan-tangisan kita. Dan akupun tak tahu apakah cukup penaku menghentikan semua elegi diantara kita. Namun pasti yang kutahu, aku tak akan memberi tenggat untuk sebuah ikatan kita. Karena nyatanya hubungan kita kuat dari sebuah ego masing-masing.

Semarang, 9 Desember 2012

—————————————————————————

Alhamdulillah,,,,,,,,,,,,,, akhirnya selesaiiiiiiiiiiiii~ duh sumpah ya.. limaaaa jammmm yang sungguh menyiksa.. bermandi peluh dan nafas tersengal-sengal #lah# tadinya mau kubikin cerbung *what?? cerpen aja ga bisa apalagi cerbung* oTL. huks huks.. Lalu.. kuputuskan untuk menulis apa adanya~ semampuku.. hhh~ capeee~ *minum pulpy orange*

Ehem… buat Riri dan Rehan.. Love both of you❤