Assalamu’alaikum.

Ini bukan fiksi maupun sebuah cerita. Ada sesuatu yang ingin aku bagi kepada kalian. Bukan puisi, cerpen, prosa atau apapun, hanya coretan kecil dari sesuatu  yang aku dapatkan dua tahun terakhir ini. Nay, dulu kamu pernah bilang boleh mengisi apapun kan..bahkan tesis atau apapun.. nah semoga coretanku kali ini juga tak masalah. Maaf kalau aku tak pandai bercuap seperti nay. Setidaknya cukuplah kiranya ini sebagai pembuka.

Aku cewe lahir tahun 1986. Aku punya adek cowo dua. Satu umurnya 22 tahun bernama Septian Putra Nugraha dan satunya bernama Novantoro Wasono Putra umur 20 tahun. Keluarga kami tak layaknya sinetron dengan kemesraan anggota keluarga di dalamnya. Individualis. Itulah yang secara gampang aku katakan. Kedua adekku itu bahkan sering tak akur. Aku sendiri tak peduli bagaimana dan apa yang terjadi sama kehidupan adek aku. Aku terlalu tenggelam dalam urusan sendiri begitupun adek-adek aku. Kami jalan sendiri-sendiri. Meski ada saat-saat dimana kami saling berkumpul, pokoknya jauh deh.. ga ada diantara kami bilang “sayang” satu sama lain. Kalau ingin membayangkan keadaan kami tuh 180 derajat beda dari keluarga Aidil atau Adam di LA nya Nay. Makanya waktu baca LA atau cerita yang anggota keluarga cowo-cowo nya bisa saling menyayangi rasanya pingin nangis deh. :”(

Dua tahun terakhir aku kenal dan dekat dengan cowo-cowo seusia adekku. Aku menempatkan diri sebagai kakak mereka, menganggap mereka sama kayak adek-adekku. Aku menyayangi mereka meski kita ga pernah bertemu alias hanya didunia maya, tapi perasaan ini nyata. Mereka ada masalah aku ikutan sedih, mereka bahagia aku ikut senang. Begitulah. Hingga sekarang.

Kejadian ini membuatku sadar. Sungguh. “Kalau aku bisa begitu menyayangi “adek dunia mayaku” kenapa aku tak bisa menyayangi adek kandungku seperti mereka. Hingga setahun terakhir ini, dalam hatiku tumbuh rasa sayang kepada mereka. Lebih, lebih dari bertahun-tahun hubungan kami selama ini. Aku mulai sering meluangkan waktu untuk mereka. Untuk Septian dan Novan. Bertanya soal kerja mereka, cewe yang mereka dekati atau hal-hal kecil lainnya. Sering mengirim sms-sms yang bahkan dulu tak pernah kulakukan. Pokoknya perasaan sayang itu tumbuh semakin besar sebagai kakak.

Dan sejak itu mereka juga lebih terbuka kepadaku. Cerita apa aja- dulu aja ngobrol nyantai sama adek aja ga pernah-, Septian bersedia mengantarkanku kemana aja jika dia pulang ke rumah (secara dia yang punya motor), ke rumah teman, ke tempat kerja, jemput kerja bahkan jalan-jalan ke mall!! -mungkin baru sekali ini sejak udah besar jalan-jalan ke mall sama adek aku ini- Bayangkan saja. Ke mall.. aku aja rasanya ga percaya. Hahaha… biasanya aku ya sama temen-temenku dan dia sama temen-temennya. Lalu.. sering, kalau dia dirumah masakin buat aku (adekku lebih pintar masak ketimbang aku T.T). Sedang Novan, sejak itu dia sering cerita semua hal. Kalau pulang ke rumah (Novan kos juga) tak jarang minta ditemenin sama aku beli makan diluar. Di jalan kita ngobrol macam-macam deh. Sering kita smsan hal-hal kecil dan yang ga pernah ada. Dan banyak hal lainnya.

Yang ingin kusampaikan adalah Kalianlah yang mengajariku banyak hal tentang menyayangi keluargaku. Terima kasih. (_ _)

Sekarang aku punya lima adek. Dua adek kandungku, tiga adekku di dunia maya. Faid, Satria dan Riri. Aku sayang kalian.🙂

Note special buat Id dan Sat.

“Tak ada satupun kata yang dapat kutemukan saat ini. Kata puitis yang kalian suka. Aku pun binggung harus bagaimana menyampaikannya. Namun percayalah, aku sayang kalian. Hilangkan mendung yang tersisa tadi malam. Aku tidak suka kamarku sepi.”

Sebenarnya ingin kusisipkan satu puisi diakhir tulisan ini. Tapi seperti yang kubilang. Benar-benar saat ini aku tak menemukan kata -kata. Dan tahukah kalian. Kata-kata itu tak bisa dipaksa. Tidak Bisa!.

Terima kasih jika ada yang membaca sampai sini. Dan maaf jika tulisan ini tak penting. Maaf.. Maaf (_ _) Aku hanya ingin menumpahkan hatiku.

Nayyyyy.. maaf..  :”(

*seriusan takut ma Nay…T.T

Wassalamu’alaikum wr. wb.