Annyeonghaseyo!!!

Architecture 101 (Hangul: 건축학개론, Geonchukhakgaeron, Introduction to Architecture, Introduction of Architecture Class),  adalah Korean movie dengan genre drama-romance yang rilis 22 Maret 2012 di Korea Selatan.

Film ini sebenarnya tidak menawarkan cerita baru. Sebut saja cinta pertama, teman tapi mesra, CLBK, patah hati, first kiss dan kegalauan cinta, semuanya ada di dalam film ini. Tapi yang menarik adalah film ini meledak dengan meraup keuntungan dengan angka yang luar biasa dengan berhasil menduduki puncak box office selama 3 minggu berturut-turut, ditonton oleh satu juta penonton dalam 8 hari pertama penayangan, dua juta penonton dalam dua minggu, dan tiga juta penonton dalam satu bulan. Hal menarik lainnya adalah sebagian besar penonton film ini adalah penonton laki-laki, hal yang jarang terjadi untuk film dengan genre seperti ini.

Cast:

Uhm Tae-woong as Lee Seung-min

Han Ga-in as Yang Seo-yeon

Lee Ji-hoon as Lee Seung-min

Bae Suzy as Yang Seo-yeon

Yoo Yeon-seok as Jae Wook

Jo Jung-suk as Nab-ddeuk

Go Joon-hee as Eun-chae

Karena film ini memiliki 2 setting waktu yang berbeda dan berjalan bergantian, saya akan me-review dari setting 15 tahun yang lalu.

Seoul 15 years ago

Yang Seo-yeon, gadis cantik yang jadi mahasiswa baru  jurusan musik. Dia datang terlambat ke kelas arsitektur awal. Dia jadi pusat perhatian disana termasuk dari Lee Seung-min, mahasiswa jurusan arsitektur. Mereka ternyata tinggal di daerah yang sama. Perkenalan mereka dimulai saat mengerjakan tugas pengenalan daerah sekitar rumah. Mereka bertemu di taman kota. Mereka sepakat untuk mengerjakan tugas arsitektur awal bersama-sama.

Begitupun ketika mereka mendapatkan tugas pengenalan daerah paling jauh dari rumah, dikerjakan bersama dengan naik bis ke daerah gae-podong.

Hubungan pertemanan Seung-min dan Seo-yeon semakin dekat. Seung-min mulai menyukai Seo-yeon. Namun Seung-min mengetahui jika Seo-yeon tertarik pada Jae-wook, senior Seung-min yang juga teman satu klub Seo-yeon di klub penyiaran. Seung-min pun menceritakan perasaannya itu pada sahabatnya, Nab-ddeuk, dan meminta saran padanya.

Tugas berikutnya di kelas arsitektur awal adalah tempat yang ingin ditinggali. Seung-min dan Seo-yeon memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat wisata alam. Seo-yeon mengatakan jika hari itu adalah hari ulang tahunnya, 11 November. Merekapun merayakannya dengan makan bersama. Seo-yeon meminta Seung-min untuk membangun sebuah rumah untuknya dan memberikan CD Exhibition milikya pada Seung-min sebagai uang muka. Saat pulang, mereka duduk di halte bus, Seo-yeon tertidur sambil bersandar pada Seung-min. Seung-min mencuri ciuman pada Seo-yeon pada saat itu.

Seung-min datang ke tempat klub penyiaran untuk mendengar siaran radio yang dibawakan oleh Seo-yeon dan menjemputnya untuk pulang bersama. Namun Jae-wook menawarkan untuk mengantar pulang dengan mobilnya. Selama perjalaman Seung-min pura-pura tidur, sementara Seo-yeon dan Jae-wook membahas rencana Seo-yeon yang akan pindah rumah. Mereka juga sempat mengejek tulisan GEUSS di kaos Seung-min  yang merupakan plesetan dari merek GUESS.

Seung-min membantu Seo-yeon membawa barang-barang Seo-yeon ke rumah barunya di daerah Gangnam ‘Apseubang’. Mereka berjanji untuk bertemu saat salju mulai turun di musim dingin. Saat hari kuliah terakhir kelas arsitektur awal, Seung-min tidak ikut kelas untuk menunggu Seo-yeon di rumah Seo-yeon sambil membawa miniatur rumah rancangannya untuk Seo-yeon. Dia berencana untuk menyatakan perasaan cintanya pada Seo-yeon. Tapi Seo-yeon tidak langsung pulang, dia ikut bersama Jae-wook ke pesta perpisahan kelas. Dan Seo-yeon pulang dalam keadaan mabuk dan yang mengantarkan pulang adalah Jae-wook. Melihat hal itu, Seung-min pergi dengan perasaan marah dan membuang miniatur rumah buatannya.

Seung-min mengembalikan CD Exhibition pada Seo-yeon dan meminta Seo-yeon untuk tidak mencarinya lagi.

Saat salju turun, Seo-yeon datang ke rumah kosong dimana dia dan Seung-min berjanji untuk bertemu. Namun Seung-min tak kunjung datang. Seo-yeon akhirnya pergi. Sebelum pergi, Seo-yeon meninggalkan CD Exhibition dan CD player disana, berharap Seung-min dapat menemukannya.

Seoul saat ini

Seung-min dikejutkan dengan kedatangan Seo-yeon di kantornya. Seo-yeon meminta bantuan Seung-min untuk membangun sebuah rumah di bekas rumah keluarganya di pulau Jeju. Awalnya Seung-min menolak, tapi dia akhirnya bersedia untuk merancang rumah untuk Seo-yeon.

Observasi di lapanganpun dilakukan. Seung-min dan Seo-yeon mengunjungi sebuah rumah tua yang letaknya tak jauh dari pantai di pulau Jeju. Seo-yeon menceritakan hidupnya setelah mereka berpisah, dia menikah dengan seorang dokter.

Setelah itu Seung-min mempresentasikan beberapa rancangan rumah untuk Seo-yeon, namun tidak ada yang diminati oleh Seo-yeon. Dan Seo-yeon pun setuju pada rancangan terakhir walaupun sedikit aneh. Dan sebagai hadiah, Seo-yeon mengundang Seung-min makan malam di sebuah restoran, dia juga membeli sebuah dasi untuk Seung-min. Tapi Seo-yeon dikejutkan dengan Seung-min yang tidak datang sendirian, dia datang bersama Eun-chae, asisten Seung-min. Seo-yeon juga dikejutkan oleh pengakuan Eun-chae bahwa dia dan Seung-min adalah sepasang kekasih dan akan menikah. Seo-yeon urung memberikan dasi yang dibelinya untuk Seung-min dan memberikannya pada ayahnya yang dirawat di rumah sakit.

Proses renovasi dan pembangunan rumah Seo-yeon pun dilakukan tapi Seo-yeon sendiri merasa tidak puas. Akhirnya dia dan Seung-min memutuskan kembali ke Seoul, namun terjadi pertengakaran diantara mereka saat di bandara Jeju sehingga tidak jadi ke Seoul. Seo-yeon menceritakan perceraiannya pada Seung-min.

Saat pembangunan rumah mendekati akhir, Seo-yeon meminta Seung-min untuk menambah sebuah ruangan untuk tempat meletakkan piano, dan itu berarti membuat rancangan baru. Eun-chae tidak setuju untuk membuat rancangan baru karena pembangunan rumah akan selesai dalam satu minggu lagi, sementara dia dan Seung-min harus mempersiapkan penikahan mereka yang tinggal satu bulan lagi. Namun Seung-min tetap membuat racangan untuk ruangan piano. Dan proses pembangunan pun selesai.

Saat proses pemindahan barang-barang selesai, mereka duduk sambil minum. Mereka mengakui perasaan masing-masing 15 tahun yang lalu. Seo-yeon adalah cinta pertama Seung-min dan Seung-min adalah cinta pertama Seo-yeon. Tapi itu tidak merubah apa-apa. Seung-min tetap menikah dengan Eun-chae dan hijrah ke Amerika. Dan Seo-yeon pindah bersama ayahnya ke rumah baru mereka di pulau Jeju. Seo-yeon menjadi guru les piano disana.

Di akhir cerita, Seo-yeon menerima sebuah paket yang dikirim oleh Seung-min. paket itu berisi CD Exhibition dan CD player yang dulu ditinggalkan Seo-yeon di rumah kosong tempat mereka berjanji untuk bertemu saat salju pertama turun.

END

Sebenarnya banyak hal menarik dalam film ini, terutama untuk saya sendiri, selain box office dan pencapaian keuntungannya. Pager, komputer Pentium pertama 1 gigabyte, CD player portable, kaos GUESS dan lainnya, semuanya belum pernah saya rasakan dan mungkin takkan pernah saya rasakan. Membayangkan saat ini berkomunikasi dengan pager sedangkan orang lain menggunakan hape atau mengetik laporan dengan komputer Pentium satu sedangkan orang lain menggunakan Core i7, sepertinya berat. Pengen rasanya bilang ‘Wow’, hehehehe..

Awalnya, saat pertama kali menonton film ini, jalan ceritanya terasa datar. Tapi setelah ditonton kembali, rasanya berbeda, jalan ceritanya terasa begitu lembut, manis dan tanpa kesan terburu-buru. Film ini disuguhkan dengan dua setting waktu yang berbeda, Seoul era 90-an dan Seoul saat ini. dengan pelaku yang sama. Walaupun atmosfir cinta keduanya berbeda, namun kedua setting waktu ini berjalan bergantian dengan manis dan didukung dengan cast yang bermain dengan sangat baik. Jika pada masa lalu karakter Seung-min yang lugu lebih mendominasi dalam usahanya untuk merebut hati Seo-yeon dengan segala cara, sebaliknya di masa sekarang Seo-yeon dewasa yang berusaha memperbaiki hubungannya dengan Seung-min dewasa. Sehingga baik di masa lalu maupun sekarang setiap karakternya sukses menghadirkan chemistry yang kuat.

Walaupun cinta Seung-min dan Seo-yeon tidak bersatu, film ini tetap saya kategorikan dengan happy ending atau setidaknya ending-nya aman. Mari kita me-rating, from one to ten, it’s 7.5.

Saya merekomendasikan film ini untuk jadi tontonan manis dan berkesan. Walaupun kisah nostalgia di film ini efeknya mungkin lebih besar dan personal bagi penonton di korea, tetapi bukan berarti kita tidak dapat menikmatinya, karena tema cinta, apapun era-nya, apapun negaranya selama digarap dengan baik ia akan selalu menjadi tontonan yang menyentuh dan berkesan.

Happy watching!

Yeorobun, Kamshahamnida!!!

 

P.S.

Untuk Kangmas Nayaka Al Gibran, maaf post kali ini mepet.

Untuk Fardo darling #plak, ingat lho deadline-nya udah dekat juga kan….