By Desem

Tentang Film

Durasi :126 Menit

Genre : Drama

Produser : Chand Parwez Servia

Sutradara : Hanny R. Saputra

Penulis naskah :Armantono

Perusahaan film : PT Kharisma Starvision Plus

ara & Tanggal Rilis : Indonesia, 11 Mei 2006

Klasifikasi : 17+

Bahasa : Bahasa Indonesia

Pemeran : Nirina Zubir, Irwansyah, Acha Septriasa

Sinopsis

Rachael (Nirina Zubir) adalah seorang gadis tomboy, enerjik, berpenampilan cuek dan penuh inisiatif. Sementara Farrel (Irwansyah), pemuda tampan, kreatif dan apa adanya. Keduanya berteman dan tumbuh bersama sejak kecil. Rachel dan Farel saling mengisi satu sama lain, tak ada Rachel tanpa Farel dan begitu pun sebaliknya. Kebersamaan mereka selalu dipenuhi dengan keceriaan dan kebahagiaan, hingga keduanya beranjak dewasa. Rachel dan Farel menyebut hubungan mereka sebagai persahabatan.

Suatu hari di sebuah kios buku sederhana, Farel bertemu dan berkenalan dengan LUNA (Acha Septriasa), seorang penulis komik muda, cantik, anggun dan feminim. Komik yang ia tulis tentang seorang peri kesepian yang sedang menanti kematiannya. Pada pandangan pertama, Farel jatuh cinta pada Luna. Hal ini ia ceritakan pada Rachel, bahwa ia telah bertemu dengan gadis impiannya yang selama ini ia cari.

Sebagai seorang sahabat, Rachel tidak bisa berbuat lain kecuali mendukung kebahagiaan Farel dan sebisa mungkin mewujudkan keinginan Farel untuk menjadikan Luna sebagai kekasihnya. Di dalam usahanya, tiba-tiba Rachel merasakan perasaan yang selama ini tidak pernah ia rasakan di hatinya yaitu cemburu. Hal ini bertolak belakang dengan kegigihan Rachel menolong Farel untuk mendapatkan Luna. Berada di dua sisi inilah yang membuat Rachel goyah akan identitas dirinya. Pelan-pelan Rachel mulai merubah penampilan tomboinya menjadi lebih feminim. Dalam bawah sadarnya, Rachel ingin menarik perhatian Farel karena ia takut kehilangan Farel.

Ada sesuatu yang tersembunyi dan misterius dalam diri Luna yang membuat ia tidak dapat menerima cinta Farel, tapi dengan usaha dan kegigihan Rachel untuk meyakinkan Luna bahwa Farel mencintai Luna dengan tulus dan apa adanya, akhirnya Luna mau menjadi kekasih Farel.

Kehidupan Luna dan Farel tiba-tiba menjadi baru dan penuh keindahan, tapi bersamaan dengan itu Rachel tenggelam dalam kesepiannya. Rachel selalu berkata pada Farel bahwa ia baik-baik saja bahkan kini ia memiliki kekasih yang sangat mencintainya. Padahal itu hanya sebuah karangan Rachel untuk menutupi kegetiran hatinya.

Di tengah kebahagiaan Luna dan Farel, tanpa sengaja Rachel melihat keduanya berciuman dengan penuh cinta. Api cemburu membakar hatinya, Rachel menjadi gelap mata lalu berlari tak tahu arah hingga terjadi kecelakaan. Rachel terjatuh dari tebing di sebuah hutan sehingga membuat kakinya harus diamputasi.

Saat yang bersamaan, di puncak kebahagiaan cinta Luna dengan Farel, Luna tiba-tiba muntah darah saat ciuman dengan Farrel. Luna dan Rachel masuk dan dirawat di rumah sakit yang sama. Di sini Rachel melihat betapa besar cinta Farel pada Luna hingga keduanya tidak bisa dipisahkan. Farel lebih memilih menemani Luna daripada Rachel. Rachel yang patah hati akhirnya memilih menolak amputasi dengan segala resikonya.

Di saat yang sama Rachel melihat masa kritis Luna yang sedang memerlukan donor hati karena sirosis yang diderita Luna. Rachel memutuskan kesediaan mendonorkan hatinya untuk Lunna. Akhirnya Rachel meninggal.

Farrel dan Lunna menikah, dan saat mereka bermain ditempat Farrel dan Rachael biasa bermain, Farrel naik keatas rumah pohon yang dibuatnya dengan Rachael dan terkejut ketika mendapati tulisan “Rachael love Farrel” disana. Farrel pun baru sadar bahwa Rachael menyukainya sejak kecil.

Film diakhiri saat Farrel menangis diatas rumah pohon itu, selagi suara Rachael menarasikan dialog terakhir dari filem, bahwa dengan mendonorkan hatinya pada Lunna, Rachael bisa terus hidup sebagai hati yang peduli terhadap Farrel.

Diskusi

Sori banget bagi yang mengatakan film ini bagus dan sangat menyentuh, tapi harus kukatakan dengan jujur, film ini aneh. Ada beberapa catatan terkait keanehan film ini.

  1. Judulnya Heart (=Jantung). Padahal yang dikisahkan di film ini adalah Lever (=hati). Yaitu tentang Lunna yang sakit sirosis hepatis, hingga akhirnya mendapatkan donor hati (lever) dari Rachel.
  2. Tentang kondisi Lunna yang segar bugar dan cantik jelita, padahal dia sedang sakit lever stadium akhir, di mana dia tak bisa bertahan hidup seandainya tidak segera mendapatkan donor lever. Coba kawan-kawan tanya mbah google, atau sekalian minta foto-foto penderita sirosis hepatis. Aku yakin kawan-kawan nggak akan jatuh cinta pada pandangan pertama pada pasien tersebut. Kulitnya kusam hijau kekuningan. Perutnya buncit. Kakinya bengkak. Matanya kuning. Pokoknya jelek banget.

Terus pas Lunna ciuman dengan Farrel, Lunna muntah darah. Darahnya itu loh… merah segar. Padahal tuh harusnya merah tua. Atau bahkan merah kehitaman. Mengapa? Karena darah tersebut berasal dari darah vena (pembuluh darah balik) yang membawa darah kotor bukan arteri (pembuluh nadi) yang membawa darah bersih. Tapi paking nggak ini lebih mendekati keadaan yang sebenarnya bila dibandingkan dengan mimisan.

  1. Misteri kematian Rachel. Sempat saya tanya ke beberapa grup facebook, tentang penyebab kematian Rachel (Nirina Zubir). Dan nyaris semua penjawab mengatakan karena mendonorkan hatinya ke Lunna. Jelas lah ini melanggar hukum dan etik kedokteran. Tidak dibenarkan seseorang mendonorkan organnya sehingga membahayakan dirinya sendiri, apalagi sampai akhirnya donor kehilangan nyawanya.

Ada satu orang yang menjawab yang agak masuk akal. Rachel mati karena menolak amputasi kakinya. Lalu memesankan bahwa dia bersedia mendonorkan hatinya jika ia mati. Tindakan ini juga tidak bisa dibenarkan. Mengapa? Karena dia seolah dengan sengaja bunuh diri. Iya kan?

Lagian nggak masuk akal juga sih, dengan kecanggihan Rumah Sakit di Australia, dan dengan latar belakang ekonomi yang tinggi dari keluarga Rachel, Rachel tidak bisa selamat hanya karena kakinya patah. Saat sakit itu, Rachel bisa berteriak-teriak dengan keras, artinya kesadarannya tidak terganggu. Dengan kata lain, cidera yang dialami Rachel hanya patah tulang kaki. Dengan perawatan yang baik, tanpa harus diamputasi pun Rachel masih mungkin untuk sembuh.

Penutup

Dari pengamatan subyektifku, film ini aneh dan nggak menarik. Hanya mengeksploitasi perasaan haru doang tanpa memikirkan aspek realita. Dalam bahasa extrimnya, film ini mengandung kebohongan yang nyata serta membodohkan masyarakat.

Tapi semua itu pandanganku secara subyektif, bagi teman-teman yang tidak setujuh, mangga atuh komen di bawah😀