FUN-KEY COMPLEX EXAMINATION DAYS 1 of 2

Original Story Line & Script by Akiyama Bagasra (fanfiction.net)

Edited and Modified by TURN

Bersama:

Kelompok KEY:

SIMON & FANDI

ANGGA & RANSA

BAGAS & ?

Tokoh Tamu: 2 nick yang terpilih ^^ (Yang ada tanda bintang *)

******

Don’t Like Don’t Read..

Enjoy!

 

______

 

~Day 1~

Pagi yang indah, tepatnya pada hari ini seluruh SMP mengadakan ujian kenaikan kelas. Dan sialnya, hari pertama ini justru diawali dengan pelajaran PKn dan Bahasa Indonesia yang bikin stresssss bin waras.

Oke, daripada ngebacot lama, mendingan kita tengok aja nih anak – anak gaje yang sekarang kelas 2 SMP~

 

*Memperkenalkan: Angga-

Angga duduk di atas pagar rumah tetangga sambil membaca buku di depannya. Buku PKn. Hari ini ujian PKn, uhuhu~

Seperti biasa, Angga pergi ke sekolah naik angkot. Dan di tempat inilah ia menunggu angkot yang datangnya cuma 30 menit sekali itu. Kalo dia lagi sial karena kesiangan atau beol dulu, dia musti rela ga dapet angkot dan musti jalan kaki ke sekolahnya.

“Wewenang MK… Waduh! Gileee~ sebanyak ini gw apalin? Mencret dah gw ampe skul ntar.”komentarnya. “Oke, gw apalin satu dulu.. Umm… Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang – Undang terhadap Undang – Undang Dasar. Jiaaaakkhh~ panjang bengut~”

Singkat waktu, sebuah angkot warna pink ngejreng norak melaju dengan kekuatan sedang melewati Angga. Tapi dasar si Angga lagi konsen ke buku PKn itu, akhirnya si angkot ngeloyor gitu aja. Berasa udah ngga dibutuhkan sama remaja gaje itu.

“Perasaan tadi ada angkot pink?” pikir Angga bego. Pas nengok, tuh angkot pink udah siap – siap belok di pertigaan jalan.

“Kucriiitt! Angkooooottt! Angkot pink gw…!!! Sayaaangg!” teriak Angga lebe sambil lari – lari ngejar tuh angkot norak yang notabene jauh banget dari jangkauan Angga.

“Abaaang angkooott!”teriak Angga lagi. Kali ini ia ngeliat angkot pink norak tersebut berhenti buat masukin penumpang. Paling ngga kan ada harapan.

“Angkoooottt!” Angga ngejar angkot tersebut. Namun dasar sial, tuh angkot justru melejit kenceng banget dan ilang di pandangan Angga.

“Yaaaahh..Sial! jalan kaki deh gw..”

______

 

*Memperkenalkan: Fandi-

“Fandi, bekalnya udah?”

“Udah, mi.”

“Udah belajar, kan? Udah apal kan Pasal 24C ayat 1?”

“Udah, mi..”

“Ntar kalau udah selesai ngerjain soalnya diteliti lagi! Sapa tau kena iler-mu atau upil-mu atau ketombemu!”

“… Iya, mih.”jawab Fandi sungkan. Beginilah keadaan rumah Fandi tiap kali ujian datang. Mamihnya yang notabene overprotective(?) bakal nyiapin ini-itu buat modal tempur anaknya yang menurut ramalan Miss Taylor konon kelak di kemudian hari Fandi akan mengharumkan nama bangsa dan negara yang tercinta.

“Aku berangkat mih~” Fandi membuka pintu rumahnya bersiap – siap berangkat, kalau saja ibunya tidak memanggilnya lagi…

“Fandi! Kamu mau naik apa ke sekolah?”

Fandi mengangkat alisnya heran.”Jalan, mih..”

“Ngga boleh! Hari ini kamu ujian, ntar kalo kamu sampe sekolah capek trus ga bisa konsentrasi gimana? Trus ntar kalo nilainya jelek gimana? Pokoknya selama ujian mamih mau nganter kamu!”

“Hah?”

“Kenapa? Ayo berangkat!” Ujar mamanya yang entah sejak kapan nyiapin sepeda. (bayangin Shinchan dibonceng mamanya ke sekolah pake sepeda, LoL)

______

 

*Memperkenalkan: Simon-

BRUAAAAKK

Seorang pemuda terjatuh dengan mulus dari ranjang empuknya. Kontan matanya terbuka lebar. Apalagi saat melihat jam weker yang menunjukkan waktu pukul 06.40.

“GW TELAAAAAAAT!!!!”

Dengan langkah ala Jerry yang dikejar Tom, ia langsung melejit aja make seragam plus parfum disana – sini dan berangkat sekolah tanpa mandi dan makan.

“Simon! Makan duluuu!”

______

 

*Memperkenalkan: Bagas-

 

Seorang cowok manis mengayuh sepeda birunya santai.

Ckiiitt..

Ia menghentikan laju sepedanya kemudian memasang tampang mikir. “Kayaknya ada yang kelupaan, deh..” gumamnya dengan mimik yang ga enak dipandang mata. Pemuda bernama Bagas itu memeriksa tubuhnya *alah*.

“Seragam udah rapi, kok… Dasi juga udah.. Sabuk.. Udah..” Bagas memeriksa isi tasnya.

“Lengkap, kok…”

“Eh, apa ini?” Ia menemukan secarik kertas yang di atasnya tertulis, ‘Jadwal Ujian Kenaikan Kelas SMP TURN’

“Oh My Ginger Prince!!!!! Ane lupa belajaarr!” -______-

 

______

 

*Memperkenalkan: Ransa-

Ransa, seorang cowok murid asuhan SMP TURN berjalan pelan ke arah sekolahnya. Karena hari ini ujian, sebisa mungkin ia meningkatkan kepercaya-diriannya, salah satunya dengan menggunakan make up tebal untuk menampakkan wajah cantiknya.

Tapi sebenarnya, ada udang di balik batu. Ransa pake make up seperti ini agar menggoda iman para pengawas ujian, begitu wasiat orangtuanya. Bahkan ia memakai hotpants super ketat yang menampakkan paha mulus menggoda takwa itu.

“Idih, nggak level!” pekik Ransa dalam hati saat seorang om – om menyiulinya nakal.

“Emang gw cewek apa!!!!!”

 

******

 

Hari Pertama, Pelajaran Pertama : PKn

Lima orang murid dari geng KEY gak tau diri berjalan di koridor, mencari – cari ruangan masing – masing.

Orang yang paling tinggi, yang di daulat sebagai bagian pemalakan bernama Angga. Liat aja tampangnya yang serem bak preman.Tugasnya ialah memalak murid – murid pinter buat ngasih contekan. Modalnya adalalah tatapan mematikan. Namun walaupun begitu, si Angga ini ngga pernah absen kalo urusan kena sial. Udah liat kan di atas tadi dia musti ngejar – ngejar angkot dulu sebelum akhirnya berjalan kaki ke sekolah? Dan sekarang ia…

BRUAAAKK..

Tuh kan, si Angga jatoh kesandung tali sepatunya sendiri.

Oke, kita lanjut ke berikutnya~

Yang sedikit lebih pendek darinya adalah pemimpin mereka, yang disinyalir sangat berbaik hati kalo ngasih contekan. Sebut aja Bagas. Tugasnya ialah memberi contekan terhadap teman – teman geng-nya. Dan jawaban yang diberikan Bagas konon bener – bener bisa diandalkan. Walaupun wajahnya terkesan oon dan cengengesan, dia ini punya cara khas dalam memimpin geng. Alias tukang ngomel.

Yang rambut acak – acakan biasa dipanggil Simon. Dia wakil ketua(?) geng. Kerjaannya sama kayak Bagas, ngasih contekan ke anggota geng-nya. Walaupun jawaban yang dia kasih udah pasti melenceng jauh dari jawaban Bagas. Sampai sekarang tidak diketahui kenapa makhluk berandalan yang satu ini bisa menjadi wakil ketua geng. Punya nyali buat nyontek aja ciut kalo sang guru udah melotot di depannya -ya iyalah!- Tapi sebenarnya ada satu yang bisa diandalkan dari makhluk ini. Dia jago ngeles. Itu membuat keberadaannya sangat disyukuri oleh anggota lain, hohoho~

Lalu cowok paling boncel yang daritadi misuh – misuh ngga jelas namanya Fandi. Dia ahlinya malakin guru alias minta nilai tambahan ke guru. Modalnya cuma satu : demo. Iya,demo. Jadi gini, nih. Kalo misalnya si guru gak mau nambahin nilai buat kelima member geng KEY, maka taruhannya ialah ia bakalan demo ngancurin sekolah. Simpel, kan?

Yang terakhir, seorang cowol bermuka cantik, Ransa. Dia sebagai sekretaris geng KEY. Tugasnya ialah mencari contekan kesana kemari dengan modal wajah cantik dan paha mulusnya. Dia sangat berguna di geng, karena selain sebagai pencari ulung, ia juga bisa dipakai sebagai pencuci mata,emm maksud saya dia juga bisa diandalkan kalau – kalau geng mereka dalam bahaya. Misalnya terancam dikeluarkan dari sekolah. Ia cukup berlenggak – lenggok memamerkan pahanya di depan para guru dan geng mereka pun selamat dari segala marabahaya. *ajaran sesat*

Nah, seperti itu kira – kira perkenalannya, mari kita masuk ke ceritanya ^^

“Ini ruangannya.” Angga menatap ruang kelas yang ditempeli kertas bertuliskan “Ruang 7 VIII C & VII E”

“Sama adek kelas, nih..”komentar Simon sungkan lalu masuk kelas tersebut tanpa salam diikuti yang lain.

“Hmm… Gw di sini.” Fandi meletakkan tasnya di sebuah bangku yang tertera namanya.

“Kita deketan, Fan~” Simon meletakkan tasnya di depan bangku Fandi.

“Gas, lu dimana?”tanya Fandi.

“Eeh, aku… Jauh, nih.” Bagas garuk – garuk pala sambil duduk di bangkunya.

“Jiaaaahh! Nama lu bisa jauh sih!”

“Hei gw paling depan!”komentar Angga di depan bangkunya.”Hari ini gw sial banget, deh!”

“Guys! Aku di belakaaaang~”seru Ransa senang sambil duduk di bangku paling akhir.

“Sial! Kita terpisah!” Simon mendramatisir. “Gas, lu udah apal semuanya, kan? Bisa kasih kita contekannya, kan?”

“Anuu~ sebenernya.. Aku belum belajar..”

“UAAAPPPAAAAA?”

Semua pasang mata ganti menatap Angga.

“Hee? Kok natepnya ke gw?”tanya Angga watados.

“Pokoknya lu musti cari contekan!”

“Hieeeeee? Ogaaahh! Bangku gw paling depan nihhh!”protesnya sambil menunjuk meja pengawas yang tepat di depannya.

“Peraturan nomor 5; Jika Ketua geng berhalangan untuk memberi contekan, maka yang harus bertanggung jawab ialah bagian pemalakan!”ucap Simon lantang. Soal peraturan geng dialah yang paling hafal.

“No waaaaayy!”rengek Angga putus asa.

“YES WAY!”ucap semuanya lantang.

Angga mengkeret (?).

.

.

“Selamat pagi, anak – anak.”sapa Pak SS saat memasuki ruang ujian.

“Selamat pagi, paaakk!”

“Pagi ini kita akan mengadakan ujian PKn, mohon untuk mengerjakan dengan sungguh – sungguh dan diharapkan untuk tidak membawa contekan atau mencontek teman, mengerti?”

“Iya, paaakk!”

“Bagus. Angga, tolong bagikan ini.” Pak SS menyerahkan tumpukan soal dan lembar jawab pada Angga.

.

.

==Angga==

Apaan, nih? Gue kan udah lupaaaa!

No. 5 : Sebutkan salah satu wewenang MK!

Jiah, gw jawab ngasal, deh.

Jawab : Kalau gw gak salah menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

==Bagas==

No. 34 : Indonesia menganut demokrasi liberal sejak…

Sial!!! Aku lupa belajar!

Jawab : Sejak jaman dahulu kala.

 

==Simon==

Simon garuk – garuk kepalanya bingung. Udah 30 menit dan dia baru ngerjain 5 soal pilihan ganda, uhuhu~

Ia menatap pengawasnya. Pak SS sedang pasang tampang melotot mirip leak. Niatnya buat nyontek pupus sudah.

==Fandi==

Sreeett.. Sreeett.. Sreeett..

Fandi menggoreskan ballpoint-nya dengan lancar. Beruntung semalam ibunya membimbingnya dengan baik, ohoho~

==Ransa==

Ransa menopang dagunya dengan tangan kiri lalu menoleh ke arah Umay* di sebelah kirinya. Bener – bener pasang tampang seksi. “Psst.. Psst…”

“Eh?” Umay menoleh. Hampir aja ia mimisan di tempat melihat Ransa yang memasang pose seksi yang menggoda iman dan takwa -____-

“I-iya?”bisiknya ragu.

“Nomor 10, dong~” Ransa mengedipkan matanya nakal.

Kontan Umay hanya bisa menelan ludahnya lalu memberikan jawaban nomor 10. “Yang C.”

“Tengkyu cakep~”

JDEEEERRR!

Umay pingsan di tempat.

.

.

===Jam Istirahat===

“Gyaaaaaa! Susah, gilaaa!”teriak Simon di kursi taman.

“Payah! Mana pengawasnya Pak SS pula!”sembur Angga.

“Sori.. Aku semalem ngga belajar…”ucap Bagas merasa bersalah.

“Hohoho~ gak pa pa, gas~” Fandi nepok – nepok punggung Bagas sampe Bagas pengen muntah.

“Hee? Jangan bilang lu sama Ransa ngga ada masalah.” Angga menginterogasi Fandi dan Ransa dengan tampang mematikan khas-nya.

“Gw kan anak rajin, hohoho~”jawab Fandi bangga sambil nepuk – nepuk dada.

“Oke. Kalo lu gw bisa ngerti.” Angga menatap Ransa. “Lu?”

“Ooh, gue.. gue biasa ajalah. Dapet dari Umay.”jawab Ransa santai.

“Apaaa?”

“Eeh?”

“Kok lu bisa ngais jawaban segampang itu?” Simon menatap Ransa kesal.

“Alah, palingan juga dia mejeng..”komentar Angga dingin lalu pergi gitu aja.

“Hee? Angga, oi~” Ransa menarik – narik ujung lengan baju Angga.

“Gw  iri tau.”ujar Angga dingin.

“Sori…”

“Cieee cieeee~~” Simon menyiuli pasangan kekasih itu semangat. “Fan, kalo gitu ntar pulang sekolah jalan, yuk”katanya sambil merangkul Fandi.

“Ngga, deh. Aku mau belajar aja buat besok..” Fandi tersenyum lalu kembali serius dengan bukunya.

“Hahaha~ ditolak tuhh~” cibir Bagas sumringah.

“Wakaka~ yang kayak gini sih gw sering, gas~ lu sama Drew akhir – akhir ini ngga pernah berdua, ya? Hohoho~”

“Eeh? Drew? Ka-kamu tau darimana?” Bagas nge-blush alamiah.

“Wakakak~ ya tau lah~ Gue getooo~”

.

.

******

Pelajaran Kedua : Bahasa Indonesia

Srek.

“Eeh? Apaan, nih?” Simon memiringkan kepalanya heran saat membaca soal – soal Bahasa Indonesia yang baru dibagikan. Matanya terpaku pada beberapa soal yang notabene njlimet bin ruwet.

“Sssstt..” Fandi memberi isyarat dari belakang pada kekasihnya untuk tenang.

“Eeh Fan. Nomor 35 apaan, nih? Majas Metonimia gw gak pernah denger..”bisik Simon sambil menoleh sedikit ke belakang.

“Udah deh ntar gue kasih. Sana kerjain yang lain dulu!”perintah Fandi sambil berbisik juga.

“Ehem. Simon,Fandi?” Bu Artika melotot ke arah mereka.

“I-Iya, ?” jawab Fandi shock.

“Apa yang kalian berdua bicarakan, hmm~?

“Yee~ Ibu ini gimana, dah! Sebentar lagi kan ulang tahunnya Bu Artika! Kita mau bikin surprise, nih~” Simon ngeles.

“Eh? Ciyusss? Kalo gitu pas ulang tahun ntar ibu mau kalian bikinin Spaghetti, Gado – gado, Onigiri, Hamburger sama Pecel!”

Simon dan Fandi sweatdrop. “I-iya bu…”

“Hohoho~ silahkan lanjutkan rencana itu kalau udah selesai mengerjakan ujian~” Bu Artika kipas – kipas pake kipas sate dan duduk di atas meja guru..

.

==Bagas==

Soal No. 5 Essay : Tulislah sebuah puisi dengan tema kepahlawanan!

Eeh?

Uuungg… Pahlawanku itu ibu..Jadi…

Jawab :

Ibu~

Bunda~

Mama~

Mother~

I love you full~

Hmm..

Bagas memperhatikan puisi yang baru saja ia tulis.

‘Eeh, ini kan Bahasa Indonesia, harusnya puisinya pake Bahasa Indonesia, dong!’

Emm..

I itu saya.. Love itu cinta.. You itu kamu… Full itu penuh…

Bagas mengganti tulisan “I love you full” menjadi “Aku cinta kamu penuh” (no komen dah).

 

==Simon==

Pluk.

Sebuah kertas yang ngga berbentuk jatuh dengan tepat dan akurat di meja Simon. Dari arahnya, Simon segera tahu kalau..

‘Gyeehehe~ pasti dari Fandi gw, nih! Wokwokwok~ Pasti mau ngasih gw semua jawabannya~

‘Apa, nih?’

Woy! Lu kalo ngeles yang bener, dong! Masa kita musti ngasih makanan kayak gituan ke Bu Artika!!!!!! *punch punch* Love, Fandi~chu-

 

==Angga==

Kluk.

Angga melirik ke arah geng-mates(?) nya yang jauuuhh dipandang mata.

Tiba – tiba matanya berhadapan dengan mata Rafky*, seorang murid di kelas itu yang lumayan pinter juga.

Kesempatan!

Angga memasang tatapan deathglare pada Rafky, lalu mengisyaratkan, “Gw-minta-jawaban-nomor-45”.

“Anuu..Buu~” Rafky mengangkat tangannya.

‘Kampreeeett!’ batin Angga kesal.

“Iya, Rafky?”jawab Bu Artika sungkan.

“S-saya mau ke toilet dulu… K-ke-kebelet nih bu..”

“Oh, silahkan..”

Wuuussshhh~

Rafky berlari bak atlet.

 

==Fandi==

Pluk.

Sebuah kertas yang lebih ruwet jatuh di depan pandangan Fandi. Entah bagaimana caranya murid di depannya itu melempar kertas tersebut.

-Daripada ketahuan nyontek, hayo? Ah, tapi dua – duanya ngga ada yang enak juga, sih.. Eh fan, metonimia itu apa, sih? Trus bikinin gw puisi yang kepahlawanan itu, dong!Looovvvveeee, Simon-

Bruk.

Fandi meletakkan kepalanya di atas meja. ‘Si Simon itu seme atau uke gw, sih? Perasaan dimana – mana uke yang minta bantuan sama seme.’ (Fandi mengakui kalau dirinya uke, wkwkwk)

*Seme: Top, Uke:Bot

 

==Ransa==

Kanan… Bangku kosong.

Kiri.. Ada Umay.

Depan… Choco.

Depan kiri.. Elang.

Minta sama siapa, yah…

Tuk.

Ransa menggetukkan sepatu bootnya pada kursi Choco yang ada di depannya. Tak lama kemudian Choco melirik ke arahnya lalu mengisyaratkan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Ransa.

Sreeekk…

Sebuah kertas mendarat dari genggaman Choco di depan Ransa. Ransa yang penasaran membukanya hati – hati. Dan ternyata Choco memberinya semua jawaban ujian hari itu!

“Tengkyuu~ ^-^” Ransa berbisik disambut dengan anggukan pelan Choco.

TBC

Next: Chapter 2 (End)

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ^^ Chapter 2 bisa dibaca di JCS ><

 

.Joy with TURN