Sawadee Krap!!!

Sudah nonton film Rahtree Reborn? Masih bingung dengan ceritanya? Penasaran dengan lanjutannya? Jika iya, maka inilah lanjutan dari sequel Buppha Rahtree, Rahtree Revenge (Buppha Rahtree 3.2).

Masih dengan genre horror-comedy, film ini rilis 20 Agustus 2009 di Thailand. Juga masih dengan tokoh dan pemeran yang sama.

Cast:

Mario Maurer as Rung

Chermarn Boonyasak as Buppah Rahtree

Nudtawan Saksiri as Pla

Movie start with this line…

“Manusia menjelma ke dunia ini berulang-ulang, karena karma setiap orang adalah komitmen dalam hidup mereka. Sifat dari karma dibentuk oleh keinginan jauh di dalam. Dan terikat dengan sesuatu, dan menolak untuk melepaskan. Beberapa melekat pada keserakahan.  Beberapa melekat pada kegilaan untuk cinta. Beberapa tenggelam dalam dendam dan balas dendam.”

Rung duduk memandangi foto masa kecilnya bersama Buppha dan kotak pensil warna yang dia simpan sejak lama. Tiba-tiba ada anak kecil yang bertanya pada Rung, kenapa kotak pensilnya hanya disimpan dan tidak digunakan. Sosok anak kecil itu penuh luka dan bajunya berlumuran darah. Setelah Rung bertanya siapa anak itu, seketika sosok itu berubah menjadi menyeramkan dan membangunkan Rung dari mimpinya.

Setelah bangun, Rung membaca pesan yang ditempel oleh teman-temannya di pintu apartment yang berbunyi ‘Cepat pindah. Jika tidak, kami tidak akan menginjakkan kaki di sini lagi’. Saat akan pergi, Rung tidak sengaja bertemu dengan Buppha yang baru keluar dari lift apartment. Rung yang mengenali Buppha langsung menyapanya, namun Buppha tidak mengenali Rung. Buppha baru mengenali Rung setelah Rung memperlihatkan foto masa kecil Rung yang sedang duduk bersama Buppha. Buppha mengatakan tidak mengenali Rung karena wajah dewasa Rung sangat jauh berbeda. Rung sangat bahagia telah bertemu dengan dengan cinta pertamanya. Dia tidak menyadari bila Buppha bukan lagi seorang manusia, namun hantu yang menebar teror kematian di apartment tempat tinggalnya.

Sementara itu kasus pembunuhan di apartment Oscar mulai diselidiki oleh kepolisian. Seorang letnan, seorang sersan, dua orang perwira kepolisian, dan dua orang petugas ambulans datang kesana. Seorang penghuni apartment yang bernama Pancake sedang dimintai keterangan tentang peristiwa pembunuhan yang terjadi di kamar mandi di kamarnya oleh letnan dan sersan polisi. Namun tiba-tiba seorang perwira melapor jika ada yang aneh dengan mayat korban. Setelah sang letnan melihat keadaan yang telah dibungkus (seperti pocong), dia terkejut karena mayatnya berdiri. Dan dimulailah kejar-kejaran letnan dan sersan polisi oleh si mayat. Sementara perwira polisi, petugas ambulans, dan pancake sudah lebih dulu kabur karena ditakuti oleh mayat tersebut.

Rung mengunjungi temannya, Tee, yang telinganya di potong hingga putus oleh Pla. Teman-temannya kembali meminta Rung untuk segera keluar dari apartment-nya, tapi Rung tidak mau karena dia telah bertemu Buppha disana. Setelah pulang Rung menemui Buppha untuk memintanya menjadi guru privat Rung karena Rung dalam persiapan masuk universitas tapi ditolak oleh Buppha.

Pada malamnya. Rung yang masih penasaran pada Buppha kembali mengunjungi kamar Buppha, tapi disana Rung malah bertemu dengan Pla yang langsung menyerang dirinya. Sementara itu, di tempat lain di apartment Oscar sedang dilakukan judi illegal, tapi berhasil dikacaukan oleh hantu pocong Thai (?). Pemilik apartmen, pemilik kasino, dan pemain judi tanpa sengaja tertangkap polisi karena masuk ke mobil tahanan. Polisi Thai bersama polisi Hong Kong yang di tugaskan untuk mengintai judi illegal menjadi sasaran Pla, bahkan si polisi Hong Kong tewas di tangan Pla. Salah satu pemain judi yang tertinggal di apartment memiliki hantu peliharaan berupa zombie kecil cina. Zombie (kalau di Indonesia semacam tuyul gitu kayaknya) itu diperintahkan untuk mengambil uang yang tertinggal di kasino, tapi nyawa mereka melayang di tangan Pla, termasuk si zombie cina.

Buppha yang mendapati Rung tergeletak tak sadarkan diri di kamarnya segera menolong Rung dengan napas bantuan. Buppha merawat Rung sampai Rung sadar kembali, dan meninggalkan Rung.

Di ruang forensik, polisi mengatakan pada ayah tiri Pla jika mayat putrinya ditemukan di apartment Oscar dengan kondisi rahang bawah tertarik dan organ vital robek. Polisi juga bercerita tentang pembunuhan yang terjadi di apartment itu yang semua korbannya terdapat luka akibat sayatan pisau cukur milik ayah tiri Pla.

Rung kembali mengunjungi kamar Buppha. Rung bertemu dengan Buppha disana, tapi Buppha melihat Rung sebagai sosok yang telah membunuh Pla sehingga Rung diserang oleh Buppha. Sementara itu di RS Rung terbaring tidak sadarkan diri ditemani oleh Ibunya dan seorang biksu Buddha. Menurut sang biksu, Rung belum mati tapi jiwanya tidak kembali karena terikat oleh jiwa yang lain. Sang biksu pun menyelamatkan jiwa Rung dari serangan Buppha dan mengembalikan jiwa Rung ke tubuhnya. Setelah sadar, ibu Rung mengatakan jika Rung harus pindah dari apartment tersebut. Ibu Rung juga mengatakan jika Buppha telah tewas beberapa tahun lalu dan yang dijumpai oleh Rung adalah arwah Buppha.

Arwah Buppha semakin dikendalikan oleh dendam Pla. Seorang paranormal dan asistennya yang disewa oleh keponakan pemilik apartment tewas di tangan Buppha. Keponakan pemilik apartment yang tidak lain adalah pelaku pembunuhan Pla juga tewas mengenaskan di tangan Buppha dan Pla.

Rung kabur dari RS untuk menemui Buppha. Tapi setelah sampai di kamar Buppha, Rung melihat pemandangan mengerikan dari korban Buppha. Rung juga bertemu Buppha yang wajahnya berubah mengerikan. Buppha menyerang Rung namun diselamatkan oleh seorang paranormal yang disewa oleh teman-teman Rung. Sementara sang paranormal bertarung melawan Buppha, Rung dibawa pergi oleh teman-temannya. Sang paranormal hampir dibunuh oleh Buppha ketika tiba-tiba arwah Buppha dan Pla terbakar karena jasad Pla telah dikremasikan.

Terungkap kebenaran jika pembunuh Pla adalah keponakan pemilik apartment dan yang melakukan tindakan pencabulan pada Pla adalah ayah tirinya sendiri. Pemilik apartment dipenjarakan karena pemilikan kasino dan judi illegal.

Rung kembali ke apartment Oscar untuk mengemasi barang-barangnya. Dia kembali melihat kotak pensil warna pemberian Buppha saat Rung masih kecil. Rung teringat dengan mimpinya dulu dan memutuskan untuk membuka kotak pensil itu. Di dalam kotak pensil itu Rung menemukan sepucuk surat yang ditulis oleh Buppha. Begini isi suratnya,

Dear Rung,

Ketika kamu membaca surat ini, mungkin aku telah di Bangkok. Aku minta maaf tidak mengucapkan salam perpisahan secara langsung. Aku berharap kamu suka dan mau menggunakan pensil warna ini. tidak semua orang memiliki bakat sepertimu. Aku adalah seseorang yang tidak diberi bakat dari surga. Aku bahkan tidak dapat menggambar. Hal yang dapat kulakukan adalah mengingat isi dari buku tulis yang membosankan. Tapi ada satu hal yang membuatku tidak pernah merasa bosan. Dan aku dapat terus mengingatnya. Itu adalah perasaanmu, yang kamu tulis di buku tulismu. Cinta adalah pemberian dari surga. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk merasakannya. Tapi jika kita cukup beruntung untuk mendapatkanya, aku percaya kita akan bertemu kembali. Dan ketika saat itu datang, jika rasamu tak berubah dari apa yang penah kamu tulis, aku ingin kamu mengatakannya dengan keras. Karena kata ‘Cinta’ hanya akan terdengar manis dan sangat berarti saat diucapkan oleh orang yang benar-benar mencintaimu.

With love,

Buppha.”

END

Hoooaammm, akhirnya selesai.

Masih ingat dengan review terakhir saya, Rahtree Reborn? Atau mungkin sudah nonton? Hehehehe, kali ini adalah review sequel lanjutannya, Rahtree Revenge.

Sama dengan yang Reborn, suasana horror sangat kental disini walaupun jenis hantunya tidak lagi beragam seperti film sebelumnya, kali ini hanya ditampilkan Buppha, Pla, dan si pocong Thai (?). Unsur komedi khas Thai tetap muncul dan beberapa scene romance juga ada.

Walaupun sebenarnya saya tidak suka film jenis ini, tapi harus saya akui film yang satu ini cukup bagus. Film yang memiliki inti cerita tentang balas dendam arwah penasaran ini jalan ceritanya cukup jelas. Dan bagi yang sudah menonton Rahtree Reborn dan merasa ada bagian yang bolong dari film itu, maka film Rahtree Revenge ini menutupi bagian yang bolong dari film sebelumnya, sehingga jalan cerita Rahtree Reborn yang awalnya gak jelas menjadi jelas. Untuk ukuran film horror saya akan memberi nilai 3,5 dari 5.

Tokoh-tokohnya masih diperankan oleh pemeran yang sama di Rahtree Reborn. Mario Maurer dan Chermarn Boonyasak. Eh, ada yang perhatikan gak kalo ternyata mereka pernah main di film yang sama? Benar, The Love of Siam, Mario sebagai Tong dan Chermarn sebagai Tang (kakak Tong) dan June.

Saya merekomendasikan film ini bagi penikmat sajian horror. Juga untuk yang suka liat tampang si Mario Maurer.

Finally, maaf jika tulisan saya kali ini sama jeleknya dengan yang sebelumnya. Dibuat setelah saya mendapat SP 2 dari kangmas Nay, hehehehe😀. Dan untuk pengunjung blog kangmas Nay yang berharap tulisan baru berupa fiksi, saya minta maaf karena tulisan yang saya post bukan fiksi melainkan review.

Ini adalah line favorit saya di film ini. penggalan kalimat di surat Buppha.

“Cinta adalah pemberian dari surga. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk merasakannya… Karena kata ‘Cinta’ hanya akan terdengar manis dan sangat berarti saat diucapkan oleh orang yang benar-benar mencintaimu.”

Khab khun Krap!!!