Sawadee Krap!!!

Rahtree Reborn (บุปผาราตรี 3.1, Buppah Rahtree) adalah Thai movie dengan genre horror comedy, yang rilis 9 April 2009 di Thailand. Film ini merupakan sequel dari film Buppah Rahtree Phase 2 : Rahtree Return yang rilis tahun 2005.

Cast:

Mario Maurer as Rung

Laila Boonyasak as Buppah Rahtree

Nudtawat Saksiri as Pla

Pla adalah gadis kecil yang masih duduk di sekolah dasar. Dia hidup bersama ayah tirinya setelah ibu kandungnya meninggalkan mereka. Ayah tiri Pla sangat membenci Pla sama seperti dia membenci ibu Pla. Pla sering mendapat perlakuan kasar dari ayah tirinya. Hal ini menyebabkan Pla sulit berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah sehingga dia sering di-bully oleh teman-temannya. Suatu ketika Pla didorong temannya hingga jatuh dari tangga sekolah.

Setelah peristiwa jatuh dari tangga tersebut, tubuh Pla dirasuki dan dikendalikan (reincarnate or reborn) oleh arwah seorang wanita bernama Buppha Rahtree. Buppha adalah wanita yang meninggal karena komplikasi akibat praktek aborsi 10 tahun yang lalu. Karena telah dikendalikan maka perilaku Pla berubah, dia telah berani melawan pada ayah tirinya dan mencoba melukai ayahnya dengan gunting, bahkan Pla melukai seluruh teman di kelasnya menggunakan pisau cukur milik ayah tirinya setelah dirinya di-bully.

Buppha membawa Pla ke kamar 609 di sebuah apartment dimana 10 tahun lalu Buppha pernah tinggal disana dan meninggal di kamar mandi di kamar tersebut. Namun Pla bertemu dengan seorang pria yang sedang masturbasi di kamar mandi, dan Pla tewas mengenaskan di tangan pria itu. Arwah Pla pun bergentayangan, dan dengan bantuan arwah Buppah, mereka menebar teror kematian di apartment itu.

Diwaktu yang sama,,

Rung adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai kartunis komik horor. Dia memiliki kemampuan semacam indera keenam, dapat melihat makhluk gaib/hantu. Kemampuan itu didapatkan setelah dia tenggelam saat kecil. Dia sengaja menenggelamkan diri karena ingin diselamatkan oleh wanita yang disukainnya, wanita itu adalah guru les Rung yang bernama Buppha. Sejak peristiwa itu Rung menjadi tertutup dan sulit berinteraksi. Dia diputuskan oleh pacarnya, bahkan diusir dari apartment sewanya karena kempuannya itu dianggap aneh.

Rung akhirnya pindah ke apartment yang juga dihuni oleh Buppha. Setelah melihat-lihat beberapa kamar, dia memilih kamar 605, yaitu satu-satunya kamar kosong yang tidak berhantu. Awalnya Rung hidup dengan tenang disana, namun ketika Rung bertemu dengan Pla maka dia pun mendapat teror dari Pla, bahkan salah satu teman Rung menjadi korban Pla.

Pla terus menebar teror pada semua penghuni pria (hanya pria) di apartment tersebut. Satu per satu korban berjatuhan dari yang hanya luka atau hilang anggota tubuh hingga kehilangan nyawa, dan semuanya dengan bekas sayatan pisau cukur milik Pla. Pemilik apartement yang merasa sangat terganggu dengan ulah Pla dan Buppha, menyewa jasa seorang ghostbuster untuk mengusir kedua hantu itu, tapi sang ghostbuster malah jadi korban balas dendam Pla.

Suatu hari Rung tidak sengaja bertemu dengan Buppha di depan pintu lift apartment. Rung yang mengenali Buppha langsung menyapanya, namun Buppha tidak mengenali Rung. Buppha baru mengenali Rung setelah Rung memperlihatkan foto masa kecil Rung yang sedang duduk bersama Buppha. Buppha mengatakan tidak mengenali Rung karena wajah dewasa Rung sangat jauh berbeda. Rung sangat bahagia telah bertemu dengan dengan cinta pertamanya. Dia tidak menyadari bila Buppha bukan lagi seorang manusia, namun hantu yang menebar teror kematian di apartment tempat tinggalnya.

Film ini ditutup dengan ditemukannya jasad Pla dan jasad semua korban Pla. Dan Rung dicurigai sebagai pelaku pembunuhan karena dia ditemukan tidak sadarkan diri di kamar 609, tempat jasad Pla ditemukan.

END

Sebenarnya saya ragu untuk menulis review film ini karena ber-genre horor, tapi waktu saya tanya ke mbak Afni boleh atau tidaknya dia bilang “boleh banget, please write something!, apapun”, saya memutuskan melanjutkan review ini.

Film ini sangat sesuai dengan genre-nya, horror comedy, walaupun unsur horornya lebih kental dibanding komedinya (komedi khas Thai tentunya). Hampir di setiap scene-nya ada hantu yang muncul (sumpah, hantunya serem banget). Sebenarnya film ini tidak jauh berbeda dengan film horor kebanyakan di Indonesia, dari cerita dan penampakan hantunya, hanya saja di film ini sangat ditonjolkan cerita horornya dan adegan wanita sexy serta adegan syur sangat minimal (nyaris tidak ada) sedangkan kebanyakan film horor Indonesia adalah sebaliknya, you know what I mean.

Terus terang saya bukan penggemar film dengan genre ini. Cerita di film ini pun saya kurang suka karena kebanyakan hanya berputar di kisah balas dendam Pla sedangkan Buppha Rahtree yang jadi judul film ini sangat minimal, dan akhir ceritanya ngegantung alias tanggung banget. Tapi untung ada sesuatu yang membuat saya mau betah berlama-lama melihat hantu di film ini adalah si ganteng Mario Maurer yang jadi Rung, dia itu memang salah satu makhluk indah yang pernah diciptakan.

Dan akhirnya waktunya saya merekom film ini. Bagi teman-teman penggemar Mario Maurer gak ada salahnya untuk nonton film dia yang satu ini, dia tetap kelihatan unyu walaupun di film horor. Dan untuk yang suka dengan hantu dan konco-konconya mungkin film ini bisa dicoba. Tapi yang suka pocong, kunti, genderuwo, buto ijo, leak, maaf mereka gak ada disini😛 .

Review kali ini saya tidak mengutip kalimat apa-apa dari film ini karena tidak ada kalimatnya yang saya sukai. Dan ini adalah review pertama saya yang diketik dengan ponsel, sangat melelahkan ternyata.

Review ini saya hadiahkan untuk mbak Afni yang kasih ‘semangat’ ke saya. Mbak, misi kita itu loh,, simple tapi bikin sakit kepala, aissh >_<… Hehehehe

Khab khun Krap!!!