Annyeonghaseyo!!!

Baby and Me (아기와 나, Ahgiwa Na), satu lagi Korean Movie yang diadaptasi dari sebuah manga dengan judul yang sama. Dirilis 13 Agustus 2008 di Korea Selatan dengan genre komedi keluarga.

Cast :

Jang Geun Seok as Han Joon Soo

Moon Mason as Baby Han Woo Ram

Kim Byoel as Kim Byoel

Ko Gyoo Pil as Ki Seok

Choi Jae Hwan as Jun Seong

Han Joon Soo sedang berdiri menatap keluar melalui kaca depan mini market sambil makan mie instan bersama dua sahabatnya, Ki Seok dan Jun Seong. Semantara menikmati mie instan, mereka memperhatikan wanita-wanita yang melintas di depan mereka sambil mengomentari bisa atau tidaknya wanita-wanita tersebut (?).  Sampai Joon Soo melihat wanita dengan pakaian pink dan berperawakan besar. Joon Soo segera mengejar wanita itu lalu menggenggam kedua tangannya sambil memberikan senyuman manis dan tatapan memohon. Joon Soo lantas berkata “Bolehkah aku minta tolong? Bolehkah aku meminta ASI-mu?”, dan Joon Soo sukses digampar.

Bingung??? Hahaha, saya juga bingung.. >_<

Kita flashback,

7 hari yang lalu…

Han Joon Soo adalah seorang remaja SMA, 18 tahun, tampan, anak tunggal dari keluarga kaya raya, punya perilaku agak berandalan, kasar, cuek, sulit diatur. Dia punya dua sahabat, Ki Seok dan Jun Seong. Dia sangat setia kawan hingga suatu ketika kedua sahabatnya itu terlibat perkelahian dengan sebuah genk. Joon Soo yang mengetahui lalu datang membantu, menghajar anggota genk tersebut dengan pentungan baseball. Namun karena perbuatannya itu, Joon Soo di omeli ibunya dan harus rela dihajar oleh ayahnya dengan jurus Judo.

Keesokan paginya, Joon Soo ke sekolah dengan memacu kencang motornya, dia terlambat sekolah. Sampai di depan gerbang sekolah yang sudah tertutup dia bertemu dengan cewek berpiyama seperti kostum ayam yang hampir ditabraknya. Bukannya marah karna hampir tertabrak, cewek itu malah menatap sumringah pada Joon Soo, bahkan dia berani menyentuh dada dan pipi Joon Soo walaupun sudah diteriaki oleh pemiliknya, dan mengambil gambar Joon Soo dengan kamera ponsel dan sekalian minta nomer ponsel Joon Soo. Karena dianggap aneh, cewek itu ditinggalkan Joon Soo dan masuk sekolah dengan melompati pagar (jangan ditiru).

Ternyata kelakuan Joon Soo semalam terdengar oleh pihak sekolah. Joon Soo dan Jun Seong dihukum dengan badan posisi push up dan dihajar dengan tongkat baseball sampai tongkatnya patah oleh miss cho, guru olah raga mereka. Bahkan orang tua mereka dipanggil oleh pihak sekolah.

Di kelas, Joon Soo dikagetkan dengan kedatangan seorang murid baru. Dia cewek yang tadi pagi hampir ditabrak oleh Joon Soo. Dia diperkenalkan dengan nama Kim Byeol. Setelah perkenalan, Kim Byeol langsung duduk di kursi di sebelah kursi Joon Soo dengan ekspresi wajah tidak bersalah dan langsung membuat Joon Soo kesal. Kekesalan Joon Soo tidak langsung berhenti, saat dia dan Jun Seong akan menghisap rokok secara sembunyi di atap sekolah, Kim Byeol datang merebut rokok dan menceramahi mereka berdua habis-habisan.

Saat pulang, Joon Soo mendapati rumahnya sangat sepi, yang dia temukan hanya sebuah handycam, kaset rekaman video dan selembar uang 100 dollar (?). Saat diputar, ternyata kaset rekamannya berisi video pesan orang tua Joon Soo, “Joon Soo, kamu sangat sulit diatur, jadi kami pergi dari rumah. Sekolahmu menelepon lagi, aku capek datang ke sekolahmu tiap hari. Kami akan kembali kalau kamu mau berubah. Semoga berhasil. Oh ya, kartu kredit sudah diblokir. 100 dollar adalah jumlah yang banyak. Berhematlah!.”

Mendapatkan pesan seperti itu, Joon Soo malah berencana membuat pesta bersama sahabatnya. Saat berbelanja di supermarket dan mengambil barang, dia terkejut karena mendapati seorang bayi laki-laki yang diletakkan di troli miliknya. Joon Soo membawa si bayi ke pusat informasi untuk menemukan orang tuanya, tapi malah disuruh merawat si bayi karena di gendongannya ada pesan ‘SMA Myung Seong, Han Joon Soo. Aku pikir bayi ini tetap bersama ayahnya.’ >_<

Joon Soo membawa pulang bayi yang bernama Han Woo Ram. Teman-teman Joon Soo yang mengetahui keberadaan si bayi mengatakan jika tidak perlu pembuktian lagi Woo Ram adalah anak Joon Soo atau bukan, karena ternyata foto Joon Soo saat bayi sangat mirip dengan baby Woo Ram. Kim Byeol juga muncul tiba-tiba di tengah pesta, dia mengatakan agak kecewa pada Joon Soo tapi dia menganggap kehadiran Woo Ram sebagai ujian dari Tuhan dan akan berusaha jadi istri yang baik, eh (?).

Hal pertama yang dilakukan Joon Soo keesokkan harinya adalah menemui semua mantan pacarnya (ada 8) dan bertanya “mungkinkah kamu adalah ibu dari bayi ini?” kemudian dia sukses ditampar setelahnya. Malamnya, Joon Soo terbangun karena tangisan Woo Ram, dan berniat membuang Woo Ram ke tempat penampungan sampah tapi digagalkan petugas sampah. Dia juga berniat meletakkan Woo Ram di panti asuhan tapi gagal lagi.

Joon Soo terpaksa membawa Woo Ram ke sekolah, dan itu berhasil membuat heboh sekolah. Joon Soo juga sempat tidak sengaja meninggalkan Woo Ram di dalam kereta subway dan harus berurusan dengan pihak polisi. Sampai di rumah, baby Woo Ram menolak minum susu formula, Kim Byeol menduga Woo Ram hanya mau minum ASI dan esoknya Joon Soo pun mencari keluarga yang mempunyai bayi untuk dimintai ASInya. Dan terkumpulah beberapa botol ASI dan Woo Ram bisa minum ASI sampai kenyang.

Joon Soo terpaksa menerima dirinya diskors oleh sekolah karena membawa anak ke sekolah dan dapat menjadi contoh yang buruk bagi murid lainnya. Dan saat pulang dia bertemu dengan ayah Kim Byeol yang berterima kasih karena Joon Soo membuat anaknya mau bersekolah lagi. Kim Byeol adalah anak yang sangat cerdas, sangking cerdasnya dia sampai dihindari oleh semua guru karena sering bertanya pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh gurunya. Tidak hanya guru, teman-temannya pun membenci Kim Byeol. Karena itu byeol memutuskan berhenti sekolah. Namun sejak bertemu dengan Joon Soo, Kim Byeol mendapatkan kembali semangatnya untuk sekolah kembali.

Karena persediaan uang Joon Soo menipis, dia terpaksa mencari pekerjaan tapi ditolak dimanapun karena tidak boleh bekerja dengan membawa anak, dan dia sempat mencopet dompet seorang pria yang sedang mabuk dan harus berurusan dengan polisi (lagi). Saat pulang, dia mendapati orang tuanya telah dirumah. Dia mengaku jika Woo Ram adalah anaknya dari salah satu pacarnya.

Esoknya, Woo Ram harus dirawat di RS karena tertular ibu Joon Soo yang sedang flu. Joon Soo sangat marah dan sempat berkata kasar pada ibunya, tapi setelah dinasehati oleh sang ayah, dia menyesal dan minta maaf pada sang ibu. Akhirnya Joon Soo mengetahui Woo Ram adalah anak Ki Seok yang sengaja dititipkan padanya secara diam-diam sewaktu di supermarket. Joon Soo sangat marah dan mengembalikan Woo Ram pada Ki Seok.

Joon Soo ternyata selalu terbayang pada anaknya, baby Woo Ram, tapi dia masih marah pada Ki Seok. Saat tahu Woo Ram akan dibawa keluar negeri untuk diadopsi sebuah keluarga, Joon Soo berusaha menyelamatkan (?) dengan menerobos penjagaan di Bandara, dan dia berhasil mendapatkan Woo Ram kembali. Akhirnya Woo Ram mendapatkan dua orang ayah (Joon Soo dan Ki Seok), keluarga Joon Soo bersedia membiayai hidup Woo Ram.

Cerita film ini ditutup dengan flashback kisah ibu Joon Soo saat SMA. Dia meninggalkan Joon Soo kecil di depan rumah keluarga ayah Joon Soo untuk dirawat.

END

Ini adalah film Korea yang touching sekaligus menghibur, this is a complete movie, adegan komedinya bikin saya gak berhenti ketawa dan adegan mengharukannya bikin saya tiba-tiba kangen ortu. Gak hanya jalan ceritanya yang menarik tapi film ini juga kaya dengan dengan nilai moral. Gak melulu soal kisah cinta remaja, film ini benar-benar less romantic. So, kalo mau dikasih nilai 1 sampai 5, maka film ini saya beri nilai 4,5 , yap ini nyaris sempurna. It’s recommended.

Selain itu film ini diperankan oleh Jang Geun Seok, yang juga main di Doremifasolasido. Disini aktingnya keren banget, walaupun perannya sama seperti di Doremi sebagai anak SMA yang badung tapi lebih kelihatan badungnya disini. Juga akting baby Moon Mason yang jadi Woo Ram menggemaskan banget, trus yang dubbing suara Woo Ram itu loh, lucu banget. Dan setelah nonton behind the scene film ini, ternyata baby Mason itu seneng banget nangis, jadi seluruh kru film harus patuh dengan kemauan si baby Mason ini.

Satu hal di film-film Korea yang bikin saya iri, apa itu? Seragam SMA mereka itu selalu terlihat keren. Kenapa seragam SMAku putih abu-abu? #lupakan

Dan akhirnya, seperti review saya yang dulu-dulu, film ini juga berakhir bahagia a.k.a happy ending.

Let me write my favorite line in this movie, ini adalah kalimat ayah Joon Soo setelah Joon Soo marah-marah pada ibunya..

“Semua orang tua sama saja, muda atau tua. Jika anaknya sakit, aku juga merasa sakit. Aku berpikir lebih baik aku yang sakit daripada anak yang sakit. Jangan marah pada ibumu. Kamu dan aku sudah banyak menyusahkan dan membuatnya sedih, tapi dia selalu tersenyum dan melewatinya.

Kamsahamnida!!!

P.S.

Mbak Afni, maafkan aku. Aku terlalu sering janji tapi tak ditepati. selanjutnya akan tepat waktu kok…