Buku ini dipersembahkan untuk cinta, demi cinta, dan kepada cinta.

Ingat-ingatlah semua pagi yang kau syukuri

karena masih bisa terbangun di sisinya,

Semua siang yang kau habiskan

dengan merindukannya,

Juga malam-malam yang kau tutup

dengan doa memohon kebahagiaannya.

 

Saya nyengir dulu ya, hehehe…😀 Pertama kali melihat buku yang ditulis oleh Moammar Emka ini, satu yang saya pikirkan : manis. Judulnya aja manis kan? Dear You… Waktu itu kebetulan ada satu di rak yang segelnya udah dibuka, dan pas saya liat isinya… eh, ternyata buku ini bukan fiksi, tapi semacam kumpulan quotes

 

Iya, buku setebal 379 halaman ini memang penuh dengan rangkaian kata-kata indah yang mewakilkan perasaan ketika seseorang sedang mencinta lengkap dengan segala efek sampingnya. Rindu, berbunga-bunga, bahagia, terluka, berpisah, kehilangan, dan tak bisa ke lain hati (baca : nggak bisa move on… :lol:). Semuanya dikemas manis dalam halaman-halaman yang meskipun nggak berwarna, tapi tetap cantik karena layout-nya yang nggak biasa.

 

Nah, berhubung buku ini nggak berisi cerita, jadi saya tulis aja beberapa kalimat yang nyantol di hati saya, karena kalo nurutin bagusnya, berarti saya harus menyalin keseluruhan isinya…🙂

 

Dear you,

 

Aku tak ingin merasa paling benar mencintaimu. Aku hanya ingin mencintaimu dengan benar, dan cintamu benar untukku.

 

Cinta memang sederhana. Tapi aku memilih luar biasa memaknai jatuhnya; jatuh cinta kepadamu

 

“I love you”. Aku tak ingin ungkapan itu menjadi kamus mati. Aku ingin mengejawantahkannya menjadi berarti, dan berhati.

 

BERSAMAMU. Kupuji hari karena setiap cerita begitu berarti. SENDIRIKU. Tanpa warna warni, hari silih berganti mengecup basi.

 

Kamu adalah baris pertama dari setiap alinea yang di dalamnya selalu menyebut kata ‘rindu’

 

Bacalah aku di napasmu! Bawa sertaku di tulisan mimpimu. Good night, you…

 

Seribu kali aku tersadar; kamu begitu berarti. Karena hanya ada sepi, kini.

 

Aku baru saja melihat satu sisi kehidupanku, dan di sana tidak ada lagi kejutan membahagiakan – tanpamu.

 

Mulai belajarlah melupakanku. Jika tak mampu, biasakanlah mencintaiku.

 

MASA LALU. Hatimu tertinggal dalam dompet kenangan. Memilah rindumu? TIDAK! Memikirkanmu? IYA, detik ini juga.

 

Rinduku tak kenal ambigu. Ia cuma kenal kata kamu, satu.

 

Aku memang picisan. Tapi peduli apa karena kamulah satu alasan yang butuh kukatakan.

 

I LOVE YOU. Ada aku, dan kamu di situ. Kita satu. Setuju?!

 

Silakan baca sendiri kalo mau tau lengkapnya. Hm… kayanya Moammar Emka makan cokelat banyak-banyak waktu nulis buku ini, hehehe… membaca setiap barisnya membuat saya terus-terusan tersenyum, nggak habis pikir bagaimana kalimat-kalimat – yang jumlahnya bisa jadi ribuan – itu diciptakan. Manisnya…😳

 

Nah, masalahnya, buat saya pribadi, ternyata buku ini nggak bisa dibaca sekaligus seperti membaca novel misalnya. Jujur, hingga review ini diturunkan(?), saya baru sampai di halaman 200, hihihi… Iya, saya butuh jeda untuk membacanya sampai habis, tapi bukan berarti buku ini nggak bagus.

 

Melihat front page-nya, sepertinya buku ini cocok kalo dijadikan kado buat orang yang spesial di hati kita. Atau bisa juga kita koleksi sendiri, kita tinggal comot beberapa barisnya setiap hari sebagai pesan manis buat dia #colek Javas😛. Pesan saya, jangan lupa cantumkan creditnya😆 Opsi terakhir, buku ini mungkin saja bisa jadi penggugah hati buat kita yang sudah lama ‘mati rasa’, kekeke… Seperti yang tercantum di sampul belakangnya, temukan cerita tentang cintamu di buku ini – dan bersiaplah untuk jatuh cinta lagi…

 

 

Demi apa? Demikian aku mencintaimu.