***

“Hey, mereka mengatakan kecepatannya 5 centimeter perdetik.”

“Hmm, apa itu?”

“Kecepatan bunga sakura yang gugur, 5 centimeter perdetik.”

“Hmm. Kau tampaknya tahu banyak, Akari.”

“Hey, bukankah ini menyerupai salju?”

***

“Kehidupan itu serupa kelopak sakura: dimulai dengan saling bersama, namun perlahan-lahan akan melayang. Masing-masing punya jalan sendiri, berpisah dengan alami.”

5 Centimeter Per Second adalah sebuah original anime film karya Makoto Shinkai. Dirilis pertama pada tahun 2007 di Jepang. Berdurasi sejam dan terbagi menjadi tiga segmen dengan tokoh sentral seorang pemuda bernama Takaki Tohno.

Cerita dimulai pada awal tahun 90-an, dimana tulis-menulis surat antara pria dan wanita masih menjadi hal menyenangkan. Dikisahkan, Takaki Tohno dan Akari Shinohara adalah teman sekelas. Mereka sama-sama berpindah ke SD di Tokyo yang akhirnya menjadi teman dan dekat begitu saja. Tak pernah ada pecakapan, hanya kebiasaan yang membuat mereka akhirnya mengakui ada perasaan cocok. Dimulai dengan sama-sama hobi membaca cerita sci-fi di perpustakaan. Dimana ada nama Takaki di bawahnya pasti ada nama Akari pada kartu buku. Sejak itu mereka mulai berkomunikasi aktif, jalan berdua membicarakan novel yang sudah dibaca. Hingga timbul perasaan suka. Meski belum terucap.

Saat SMP, Akari berpindah. Dimulailah surat menyurat. Karena di Jepang pun belum familiar memakai ponsel dan email pada tahun itu. Akari menulis surat kepada Takaki saat di kereta. Pada bagian ini narasi film dominan dengan suara Akari yang membacakan suratnya.

Saat kenaikan kelas 2 SMP, Takaki juga akan berpindah. Mereka akan berjarak semakin jauh lagi. Seminggu sebelum berpindah. Takaki memutuskan untuk bertemu secara personal dengan Akari. Mungkin mengungkapkan perasaannya. Dimulailah perjalanan Takaki menggunakan kereta yang sudah dituliskan petunjuknya melalui surat Akari.

Semalam sebelum berangkat, Takaki menuliskan perasaannya pada surat yang akan diberikan pada Akari. Dia menuliskan banyak hal yang sebelumnya hanya ia simpan dalam hati.

Saat perjalanan, kereta mengalami beberapa kemacetan akibat bagai salju. Disinilah perang batin terjadi. Banyak sekali kejadian buruk yang menimpa Takaki. Salah satunya adalah jatuhnya surat yang akan dia berikan kepada Akari. Perasaannya hilang bersama surat yang terbawa badai. Di kereta, dia menangis. Dia cuma ingin agar Akari segera pulang. Tidak usah menunggunya. Namun, pada akhirnya Akari tetap menunggu meski terkurung badai salju di stasiun. Mereka bedua kembali menangis, sama-sama takut dan khawatir.

Takaki dan Akari berjalan menuju bawah pohon sakura yang bersalju. Di bawah itulah perasaan mereka berdua pecah. Mereka beciuman dengan hangat. Membayangkan salju yang turun adalah kelopak sakura. Mereka menginap pada sebuah rumah kecil, berpelukam, bercerita sepanjang malam hingga pagi datang. Takaki pulang, namun perasaan antara mereka masih tak terucap. Chapter 1 ditutup dengan berpisah, dan berjanji akan terus bersurat.

Bagian kedua berseting pada Tanegashima, tempat penelitian luar angkasa berada. Judul segmen inipun adalah Cosmonaut. Takaki masih menjadi pusat. Namun tokoh wanitanya adalah Kanae Sumida. Seorang gadis yang sudah menyukai Takaki sejak awal melihatnya di SMP. Kanae adalah peselancar. Dimulailah pergulatan batin Kanae. Dia selalu menunggu Takaki agar bisa pulang bersama. Namun secara tidak langsung selalu mendapat penolakan dari Takaki. Kanae adalah teman baik, itu yang menjadi kenyataan.

Kanae selalu mengamati Takaki yang mengetikkan sesuatu pada ponselnya. Dan pada akhirnya diketahui jika pesan yang diketik tak pernah dikirim. Takaki juga selalu memandang lepas dan jauh. Ada bayangan Akari di ujung sana. Cinta tak tersampaikannya.

Pada suatu kesempatan, Kanae hendak mengucapkan rasa sukanya. Saat mereka berdua berjalan bersama saat pulang. Bahkan Kanae menangis sendiri karena susahnya mengungkapkan isi hatinya. Disaat yang bersamaan, sebuah roket terbang ke angkasa. Berdua terperangah. Disitulah akhirnya Kanae sadar, jika semakin memandang jauh akan membuatnya sakit. Ia tak akan bisa melihat apa yang diterawang Takaki. Dan dia memutuskan tidak akan mengungkapkan isi hatinya. Selamanya.

Bagian ketiga adalah titik balik semuanya. Setingnya tahun modern 2008. Takaki bekerja sebagai programer komputer. Kanae pada perusahaan dan Akari akan menikah dengan kekasihnya. Bagian ini akan banyak kilas balik perjalanan tiga tokoh pada film ini. Kanae yang tak pernah di respon Takaki. Takaki yang selalu mencari Akari, hingga Akari yang akan menikah. Sebuah lagu manis dari Masayoshi Yamazaki yang berjudul “One more time, One more chance.” menjadi backing sound.

Cerita berakhir dengan Takaki bertemu dengan Akari pada persimpangan kereta api. Keduanya sama-sama merasa kehadiran, meski terpisahkan oleh kereta yang lewat. Takaki tetap menoleh, sementara Akari sudah menghilang.

Takaki tersenyum, lalu melanjutkan perjalanan.

***

Komentar terhadap film ini:

Pertamanya, aku ingin memuji kualitas grafisnya. Menakjubkan. Berbeda dengan animasi 2D lainnya. Kualitas gambar dan objek pada anime ini like a real. Seperti keadaan nyata. Aku dengar, dalam pembuatannya benar-benar sesuai seting asli. Bahkan mengambil gambarnya untuk ditiru dan dianimekan. Kedua adalah dari segi tema, meski klise, namun aku sempat tercengang. Nilainya terletak pada kekuatan narasi pendek yang menghujam. Sederhana tapi membekas. Bahkan nyaris tak ada dialog antar tokoh. Dominan narasi.

Bagian pertama membuatku berlinang. Ini adalah anime pertama yang membuatku tak tahan untuk melupakan emosi. Apalagi saat Takaki perjalanan kereta, saat suratnya hilang dan saat dia frustasi dan mencoba tak menangis tapi sudah terlanjur sesegukan. Kejadian manis antara Takaki dan Akari juga sempat membuatku senyum-senyum. Mereka sama-sama kehilangan ciuman pertama tanpa pernah mengucap suka dan terus berpisah. Sweet in hurt. Bagian kedua mungkin percintaan lebih dewasa, tokoh sudah SMA kelas 3. Perjuangan Kanae, she is a strongfull girl, meski menangis dan terluka dia tetap seorang gadis mengagumkan.

Bagian terakhir, jujur aku nggak begitu suka. Sangat menyakitkan. Aku yakin, tiga tokoh semuanya terluka. Tapi inilah hidup. Keindahan tak selalu dengan senyum dan kebersamaan. Takaki adalah seorang naif, terhadap hidupnya. Yang ia tahu cinta hanya satu dan selamanya. Dia tetap yakin di ujung jauh sana ada cintanya, yang tak terucap; Akari.

Aku merasa sakit hati setelah melihat anime ini, kekuatan narasinya aku ancungi jempol. Tak akan rugi melihatnya. Balutan instrumen yang apik juga akan membekaskan rasa. Akhirnya, aku akan memberikan rating 9 dari 10 untuk film ini.

Salam Karya!

***