Lady Daddy adalah sebuah Korean movie bergenre drama komedi dengan tema family, romance dan berbumbu cerita transgender.

 

Ji Hyun adalah seorang wanita yang cantik dan mandiri yang berprofesi sebagai fotografer. Jun Suh adalah seorang make up artist yang naksir setengah mati – kalo nggak mau dibilang cinta – pada Ji Hyun, tapi tidak pernah benar-benar bersambut. Sebenarnya Ji Hyun juga memiliki perasaan yang sama untuk Jun Suh, tapi masa lalu membuatnya selalu menahan diri dan berpikir ulang untuk mengungkapkan perasaannya.

 

Selama ini kehidupan Ji Hyun selalu tenang, hanya berkisar antara pekerjaan, rumah, dan Jun Suh. Semua berubah sejak kemunculan seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun bernama Yu Bin yang mencari ayah kandungnya. Awalnya, Ji Hyun tidak terpikir apapun melihat bocah itu, tapi mendengar nama ibu kandungnya, memori Ji Hyun langsung terlempar ke masa lalu, saat dia masih seorang LELAKI..

 

Hampir 10 tahun yang lalu, Ji Hyun adalah seorang mahasiswa kedokteran yang sangat menyukai fotografi. Dia tidak tertarik sama sekali untuk menekuni studinya karena tidak sesuai dengan cita-citanya. Karena itu, Ji Hyun mulai sering membolos kuliah dan lebih suka pergi untuk mengambil foto. Adalah Bo Young, seorang teman wanita sesama mahasiswa kedokteran yang sangat perhatian pada Ji Hyun. Suatu hari, mereka bertemu setelah Ji Hyun sekian lama membolos kuliah. Mereka minum bersama hingga mabuk, dan terjadilah peristiwa itu..

 

Yu Bin ternyata kabur dari rumah, memanfaatkan kesempatan camping liburan, sementara kedua orangtuanya – ibu dan ayah tirinya – sedang ada pekerjaan di luar kota. Yu Bin kabur sama sekali bukan karena perlakuan tidak baik di rumah, ayah tirinya sangat menyayanginya dan selalu berusaha mengabulkan apapun yang dia minta. Dia hanya ingin melihat ayahnya, bertemu ayahnya, dan jika memungkinkan berkumpul dengan ayah dan ibunya sebagai satu keluarga.

 

Ji Hyun merasa kacau, bagaimana dia harus memperlakukan Yu Bin? Apa yang harus dikatakan pada Jun Suh? Benarkah Yu Bin putra biologisnya? Ji Hyun bahkan mengirimkan sampel rambutnya dan rambut Yu Bin untuk tes DNA. Tapi sifat bocah itu begitu mirip dengannya, dan melihat kepolosan Yu Bin yang begitu ingin bertemu ayahnya.. Ji Hyun luluh, di balik sosoknya yang feminin, jauh di lubuk hatinya, ternyata masih ada naluri seorang ayah..

 

Dengan bantuan Jun Suh, yang harus disertai sedikit kebohongan, Ji Hyun akhirnya “kembali menjadi seorang lelaki”. Dengan perasaan tak tentu dia pulang ke rumahnya menemui Yu Bin, dan reaksi bocah itu sungguh hangat.. Sempat ada beberapa pertanyaan seperti “Kenapa ayah punya dada?”, “Kenapa ayah terlihat seperti perempuan?”, “Kenapa di rumah ini tidak ada peralatan lelaki?”, tetapi selebihnya mereka baik-baik saja, dan Ji Hyun mulai menikmati perannya sebagai seorang ayah. Hasil tes DNA tak lagi penting, Yu Bin pasti putranya..

 

Masalah kian rumit ketika kedatangan kedua orangtua Ji Hyun yang bermaksud membawa cucunya bersama mereka sejak mengetahui keberadaan bocah itu di rumah Ji Hyun. Ayah Ji Hyun trauma karena putranya semata wayang telah “gagal”. Jun Suh semakin memperkeruh suasana, meskipun sebelumnya sempat shock mendengar pengakuan Ji Hyun bahwa Yu Bin adalah putranya, karena ingin mengambil hati calon mertua – ayah Ji Hyun – maka dengan gagah berani dia mengaku sebagai ayah Yu Bin..😆

 

Sementara itu, Bo Young dan suaminya mulai panik atas hilangnya Yu Bin dan melaporkan ke polisi atas dugaan penculikan. Itu membawanya kembali bertemu Ji Hyun, orang yang selama ini sebenarnya tidak pernah dia lupakan. Meskipun dia harus menerima kenyataan bahwa Ji Hyun yang selalu dia ingat, bukan lagi orang yang sama..

 

Film ini menyentuh, iya, tapi kenyataannya sepanjang film saya lebih sering ketawa dari level ngikik, ngekek sampe ngakak, hihihi.. Banyak karakter tokoh dan scene yang amat sangat lucu. Jun Suh yang konyol dan semua mannequin buatannya, Young Kwang – sahabat karib Ji Hyun sejak SMA yang nggak kalah konyolnya – yang selalu nggak sadar sikon untuk pantang menyerah menawarkan mobil karena profesinya sebagai sales marketing, dan si imut Yu Bin yang selalu terlihat serius sekaligus polos dengan kacamata tebalnya.

 

Ada beberapa scene yang mengharukan. Bagaimana Ji Hyun dibalut suit yang maskulin justru menangis panik ala ibu-ibu ketika mencari Yu Bin yang tiba-tiba menghilang. Bagaimana Yu Bin dengan polosnya memeluk erat Ji Hyun dan memanggilnya abba, karena terharu menyadari mereka memiliki banyak persamaan sifat. Dan bagaimana Ji Hyun menjelaskan pada Jun Suh tentang masa lalunya, bahwa dia adalah seorang ayah, bukan ibu, dengan alasan yang sering kita dengar tentang kenapa seseorang memutuskan untuk berganti gender, I was never a man, I just felt trapped inside a man’s body..

 

Jadi, kalo pengen nonton drama keluarga yang menyentuh tapi nggak bikin mewek, silakan pilih film ini. Dijamin bisa senam muka karena kebanyakan ketawa..😆

 

Ini adalah line yang saya rasa bagus dalam film ini. Bagaimana si konyol Young Kwang berusaha menganalogikan perubahan yang dialami Ji Hyun dengan sebuah gelas soju berisi bir.

The important thing is what’s inside it, not what it looks like..

Whatever others may say, Ji Hyun’s heart hasn’t changed..