an AL GIBRAN NAYAKA words

#####################################################

CUAP 2 NAYAKA

Salam…

Semoga sahabat semua saat ini kutemui berada dalam keadaan paling baik -tidak sedang sembelit, tidak sedang sakit gigi, tidak sedang sakit hati, tidak sedang meringis karena bisul di bokong, tidak sedang garuk-garuk kepala karena kutu yang sudah beranak-pinak di rambut atas bawah, tidak sedang duduk gelisah karena ambeien, tidak sedang dikejar warga karena ketahuan mengintip cowok mandi dan yang sangat kuharapkan… semoga tidak ada sahabat yang saat ini sedang dibisikkan syahadat karena menjelang berangkat ke alam akherat. Lindungi sahabatku ya Rabb…

Tentunya tidak dari satupun sedang-sedang yang kusebutkan di atas sedang sahabat alami, aku yakin itu. Jika kalian sedang mengalami salah satu dari sedang-sedang di atas, kalian tak akan duduk manis atau duduk oncang-oncang kaki sambil membaca kata-kataku sekarang.

Aku beritahu, walaupun tajuk tulisan ini sangat mengajak kalian untuk membacanya, tapi bukan berarti isinya sangat patut dibaca. Sebaliknya, isi postingan ini sangat patut diremas-remas untuk kemudian dilempar ke tong sampah paling bau yang berada di dekat septic tank paling beracun. Percayalah.

Naaahhhh… meski begitu, aku tetap mengharap kalian semua menikmati membaca BACA INI YUK…!!! Seperti aku menikmati saat menulisnya dengan hati ikhlas.

Wassalam

n.a.g

#####################################################

KLASEMEN SEMENTARA LIGA RAMADHAN DI KAMPUNGKU

 Kampung kami memang terpencil –sangat terpencil hingga aku yakin tanah kami ini tidak tercatat pada peta dengan skala ukuran berapapun. Tapi, meski terpencil dan terasing bukan berarti kami ketinggalan dan primitif. Kami tidak seperti itu. Kalian punya es campur, di sini kami juga mengenal seperti apa wujud es campur itu. Kalian sering makan gado-gado, kami di sini juga punya warung yang menjual gado-gado berbagai rasa, ada rasa strawberry, grape, banana, orange, bahkan jeruk nipis hingga jeruk purut (banyak ya…? Ya iyalah, namanya saja gado-gado). Intinya, aku mau bilang kalau kampung kami tidak se-primitif itu.

Kami juga melewati musim-musim seperti kalian. Kalian melewati musim hujan, kami juga melewatinya bahkan kadang hujan di kampung kami lebih bersahabat ketimbang di kota kalian. Buktinya, hujan tak pernah berlama-lama menggenang di atas tanah kampung kami hingga mengharuskan kami untuk naik rakit seperti yang sering terlihat di kota kalian. Hujan tak membuat penduduk kampung kami sengsara, sangat bersahabat bukan? Kalian berhadapan dengan musim kemarau, kami juga. Bedanya, kemarau di kota kalian selalu membuat kalian repot. Sun block, krim spf, pelembab, produk tabir surya paling hebat, bahkan payung. Hey, tahu pepatah ‘sedia payung sebelum hujan’ kan? Kalian telah membelokkan pepatah hebat itu menjadi ‘sedia payung kapan saja dan dimana saja ketika musim kemarau.’ Itu melanggar etika per-pepatah-an (memang ada ya?).

Baiklah, sepertinya sudah melenceng jauh dari subjudul di atas. Mari kita kembali. Aku ingin memberitahukan klasemen Liga Ramadhan kampungku kepada kalian. jangan kaget, meski terpencil, kami juga punya liga. Bahkan peserta-peserta liga ini adalah mereka-mereka yang sudah terbukti secara nyata mampu menarik perhatian khalayak ramai –apalagi yang doyan ngunyah. Tanpa menunda-nunda lagi, mari kita lihat klasemennya hingga hari ke-17 Ramadhan ini.

Catatan ; ini adalah klasemen sementara berdasarkan hasil tarung langsung para peserta selama 17 hari Ramadhan di pasar-pasar Ramadhan, persimpangan-persimpangan, pinggir-pinggir jalan dan pinggir-pinggir kali (hah? Apa gak takut kecebur tuh…?)

Okeh, let’s check it out…

BERIKUT klasemen sementara Liga Ramadhan sampai hari ini :

Berada di peringkat pertama, peserta yang selalu muda hingga akhir zaman, KELAPA MUDA sampai hari ini masih mencengkeramkan taringnya di puncak klasemen. Keberhasilan peserta muda ini tak lepas dari kecakapan abang-abang penjualnya dalam menarik pembeli, mereka menggunakan poster-poster bertuliskan ‘YANG MUDA YANG BIKIN PUAS’ lengkap dengan gambar air kelapa muda yang memancur deras dari batoknya di gerobak-gerobak mereka. Poster itu terbukti mampu menarik banyak pembeli, tak kira laki perempuan, tua muda, semuanya berdesakan di sekitar gerobak. Bahkan menurut pengamatan tim penilai liga, ada pembeli yang nekat naik ke gerobak jika waktu berbuka semakin dekat.

Peserta muda kita ini dikawal ketat oleh juara musim lalu, ES BUAH pada posisi runner up, menyusul pendatang baru, AIR TEBU di posisi ketiga. Selisih poin antara Air Tebu dengan Es Buah memang lumayan jauh, tapi ibu-ibu penjual Es Buah tidak boleh menganggap remeh engkong-engkong penjual Air Tebu. Meski sudah pada ompong, tim penilai liga mendapati kalau engkong-engkong itu ternyata masih cukup kuat mengenjot alat perah Air tebu sehingga produksinya tak pernah mandek. Dengan begitu kebutuhan pasar Air Tebu selalu terpenuhi. Ibu-ibu penjual Es Buah juga harus mewaspadai gelagat kenaikan harga buah yang diisukan bakal melonjak menjelang akhir Ramadhan sebagai buntut dari banyaknya petani buah yang memilih menjual hasil panen mereka ke Paris. :O

Di peringkat keempat, sangat disayangkan. Setelah di awal-awal Ramadhan sempat merasakan betapa senangnya berada di tiga besar, kini ES TELER harus rela digeser Si Pendatang Baru –Air tebu. Menurut pengamatan tim penilai liga, sebenarnya ES TELER punya peluang untuk tetap mempertahankan posisi, bahkan mungkin sanggup berada di puncak klasemen seandainya para penjaja Es Teler tidak memakai slogan yang berbunyi ‘WONG TELER, KUDU MINUM ES TELER.’ Slogan ini dinilai merugikan karena terdengar sedikit menyinggung pihak tertentu. Selain itu, slogan ini seperti member image bahwa penikmat Es Teler haruslah orang yang teler. Sebagaimana yang kita yakini bersama, orang teler jumlahnya menurun selama bulan Ramadhan.

Menyusul Es Teler, di peringkat kelima ada ES CAMPUR yang masih belum bergeser peringkatnya sejak liga dibuka. Sepertinya agan-agan pedagang Es Campur harus memperbaharui materi dagangan mereka. Menurut tim penilai, tidak ada salahnya mereka menambahkan campuran baru dalam Es Campur yang selama ini dinilai monoton dan begitu-begitu saja. Berdasarkan tanya jawab tim penilai dengan konsumen di sekitar bangsal rumah sakit jiwa profinsi tentang bahan apa yang paling diminati mereka sebagai campuran baru dalam Es Campur, sebanyak 70% dari mereka menjawab Shabu-shabu, 15% menjawab Ektasi, 10% menjawab mariyuana dan sisanya 5% menjawab; “Pecahan beling botol brendi sepertinya enak ya mas…!” semoga survey ini bisa dimanfaatkan para pedagang Es Campur.

Setelah Es Campur, di peringkat keenam ada KOLANG KALING yang sejauh ini bisa dikatakan sebagai peserta liga paling tangguh. Sebenarnya bukan kolang-kalingnya yang tangguh, tapi mpok-mpok pemanjat pokok nira yang sanggup memanjat untuk menabas tandan buah nira -sebagai bahan dasar pembuatan Kolang Kaling. Tentu saja mereka tangguh, lihat saja, pokok nira yang tinggi besar dan berbulu lebat sanggup mereka panjat. Ck ck ck… subhanallah. Tim penilai liga angkat topi untuk mpok-mpok pemanjat itu. Terbukti, kesamaan gender benar-benar terjadi di semua aspek kehidupan, mpok-mpok pemanjat itu buktinya.

Nah, ini yang memprihatinkan. Peserta paling tua diantara, paling uzur, paling bangkotan –ES TEH MANIS ternyata di hari ke-17 liga masih terus berada di zona degradasi. Sayang sekali. Namun bila dibandingkan dengan CENDOL, peserta tua Es Teh Manis masih terbilang beruntung. Kenapa? Tentu saja karena masih bisa ikut dalam liga, tidak seperti Cendol yang kena sanksi di hari ke-16 kemarin. Cendol diberikan sanksi menyusul maraknya pengaduan warga terkait kasus mencret massal di sebuah surau selepas buka puasa bersama dimana Cendol menjadi menu berbuka utamanya. Sungguh miris nasib penjual Cendol yah…

Demikianlah hasil klasemen sementara Liga Ramadhan musim ini. Saya, Nayaka selaku Kabid. Humas liga ini mohon pamit. Segala bentuk protes silakan layangkan ke kotak saran di bawah ini. Sedangkan segala bentuk amal, silahkan masukkan ke kotak-kotak amal di sekitar tempat mukim agan-agan sekalian.😛

Tentu saja ini keluar dari perut lapar ketika menunggu bedug

-N.A.G-

dekdie_ishaque@yahoo.com

nay.algibran@gmail.com