“Zaki.  Andai aku tak mengenalmu, maka aku tak mendapatkan kelengkapan dalam hidupku. Andai aku tak mengenalmu, maka aku takkan merasakan adanya sesorang yang memakaikan selimut lagi untukku. Atau seseorang yang dengan sengaja membelai kepalaku saat aku masih tahu engkau melakukannya. Ah, andai aku adalah orang yang bisa jujur sebelum kepergianku.”

(Surat Habibi kepada Zaki dikutip dari Novel Blueberish milik Ragil FA yang diterbitkan oleh Indie Book Corner)

September  2011, entah kenapa aku bisa menemukan Buku bersampul hitam ini dideretan rak-rak buku yang kebanyakan berisi Novel “Normal”.  Sepertinya aku terlalu peka ya? Hehehe XDD

Novel pendek ini cukup membuatku tercengang karena ada ‘sisi lain’ yang diceritakan dikehidupan Pesantren yang notabene begitu Religius.

Seperti yang dibilang Anindra Saraswati, Editor dan Penggiat Buku Indie

“Saya semakin mengenal seluk beluk kehidupan para santri di pesantren setelah membaca “Blueberish”. Ternyata di sana mereka tak melulu belajar agama, tapi juga persahabatan dan cinta. Bahkan banyak yang mencoba menerobos tabu, bercinta dengan sahabat mereka : laki-laki dan laki-laki!”

Karena itu, rasanya tak ada salahnya kalau aku mengambil buku ini dan membayarnya di kasir.

Kemudian aku mulai disuguhi kisah-kisah itu…

Kisah Habibi dan Zaki yang begitu dekat, hingga menimbulkan perasaan lain diantara mereka.  Pergolakan batin Habibi yang merasa lelah menjadi orang munafik membuat dia berusaha kabur dari pesantren. Namun sebelum sempat keluar, niat Habibi malah ketahuan oleh kakak pengurus di pesantren. Hal itu membuat  Habibi di gunduli oleh kakak pengurusnya. Dilain pihak Zaki menemukan surat Habibi yang ditujukan padanya. Pergolakan juga dirasakan oleh Zaki, apalagi ketika dia memandang rak-rak yang penuh dengan kitab-kitab milik pesantren.  Namun pada  akhirnya mereka memutuskan untuk kabur bersama.

Dilain pihak ternyata ada sisi gelap dari Kakak pengurus mereka yang bernama Syarifudin.  Meskipun tampak seperti malaikat namun dibalik itu semua dia kerap melakukan pelecehan pada adik-adiknya. Kepada Jamil bahkan Wafa yang merupakan tokoh inti dari Novel ini pun hampir menjadi korbannya, kalau saja Abdi tak sengaja memergoki mereka.

Sama seperti Zaki dan Habibi, Wafa pun akhirnya kabur meninggalkan pesantren. Namun kali ini Abdi diminta oleh pengurus lainnya untuk membawa kembali Wafa. Maka dimulailah petualangan Abdi di kampung halaman Wafa. Semakin hari mereka semakin dekat. Abdi terus menemani Wafa karena Wafa belum mau kembali ke pondok pesantren. Mereka sendiri telah berikrar sebagai Kakak dan Adik. Meskipun perlahan ada perasaan lain yang menghinggapi hati Abdi.

Ada pula kisah Kyai Rohim yang merupakan pengurus Pesantren, Kyai Rohim yang akhirnya memutuskan untuk jujur kepada istrinya mengenai rahasia yang selama ini dia pendam. Rahasia mengenai kekasih yang dicintainya melebihi  kecintaannya pada sang Istri.

 “Ya, begitulah cinta, Bi. Dia seenaknya saja menunjukan jarinya untuk kita. Dia sama sekali tak berpikir tentang jenis kelamin, jabatan, atau tingkat intelektualitas seseorang. Cinta memang begitu semena-mena, Bi.”

Ada yang membuatku terharu ketika sang Istri begitu sabar dan berucap bahwa dia selalu memaafkan suaminya dan tetap mencintainya.

 

Bahasa dalam Novel ini lumayan Nyastra banget. Puitis dan bikin merenung.  Dan jangan tanya bagaimana akhir kisah-kisah ini. Aku dan Senpai Afni pernah sepakat, pada kenyataanya pun kisah seperti mereka selalu berakhir Happy-Sad Ending, karena itu yang lebih masuk akal. Hehehe… XDD

Jika kau sodorkan padaku buku apapun, aku akan menghargainya, aku tak akan menghinanya meskipun aku tak begitu menyukainya. Namun jika aku sodorkan padamu buku dengan tema ‘Laki-laki dan Laki-laki’ kenapa kau langsung memandang sinis dan jijik padaku?

Kau belum membacanya, kau belum tahu, kenapa kau memandangku seperti itu?

Salah seorang temanku yang notabene termasuk dalam ‘penyuka lelaki’ pernah bilang

“Cerpen, Novel dengan Tema seperti ‘itu’ memang masih belum bisa diterima di sini sepenuhnya. Meskipun beberapa sudah pernah diterbitkan. Sebut saja Kumcer Rahasia Bulan dan Novel Lelaki Terindah milik Andrei Aksana,”

Temanku itu sendiri menyukai menulis. Dan aku menyukai tulisannya yang merupakan kisah nyata. Aku bersyukur karena cowok yang disukainya yang merupakan Sahabatnya sendiri tidak lantas menjauhinya ketika dia bertekad untuk menyatakan perasaannya.

Yokatta~ *Sniff* T_T (meskipun pada akhirnya dia di tolak, hehehe)

Review ini special buatmu kawan,

Karena…

Nama Persahabatan kita adalah cinta