Paradise Kiss – (パラダイス・キス/ Paradaisu Kisu) 2011 – merupakan live action movie yang diadaptasi dari serial manga yang ditulis dan diilustrasikan oleh Ai Yazawa. Film ini telah dirilis di Jepang 6 Juni 2011 oleh Warner Bros Picture Japan. Serial manga dan anime-nya sendiri tidak hanya popular di Jepang, tapi juga di banyak negara di seluruh dunia. Setidaknya keduanya telah diterjemahkan dan di-dubbing ataupun di-subtittle dalam 10 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia (masak sih?? blum pernah liat tuh..)

Film yang berdurasi 116 menit ini disutradarai oleh Takehiko Shinjo, diproduksi oleh kerjasama perusahaan produksi Jepang IMJ dan Fox International, sebagai Japanese language based movie, ber-genre drama romance.

Lantas apa yang menarik dari film ini? Yap, film ini bertabur bintang papan atas Jepang, sebut saja Keiko Kitagawa, Osamu Mukai, Yusuke Yamamoto dll. Dan pengisi soundtrack-nya? Tentu saja penyanyi papan atas juga, YUI… film ini benar-benar penuh dengan bintang O.O

Pemain:

Keiko Kitagawa sebagai Yukari “Caroline” Hayasaka

Osamu Mukai sebagai Jouji “George” Koizumi

Yusuke Yamamoto sebagai Hiroyuki Tokumori

Shunji Igarashi sebagai Isabella Yamamoto

Aya Omasa sebagai Miwako Sakurada

Kento Kaku sebagai Arashi Nagase

Start to the stoty

Yukari Hayasaka adalah seorang siswi kelas XII di salah satu SMA terbaik di Jepang. Saat ini dia sedang menjalani masa persiapan menghadapi ujian masuk universitas ternama di Jepang, hal ini tentu saja menuntutnya untuk belajar dengan keras. Yukari pernah mengalami pengalaman buruk di masa kecilnya. Dia mengikuti ujian masuk sekolah pertamanya ketika berumur 5 tahun di sebuah sekolah dasar terkenal. Namun, dia gagal total di ujian penting pertama dalam hidupnya itu. Yukari sangat sedih, bukan karena gagal ujian, tetapi karena takut ditinggalkan ibunya yang kecewa padanya. Dan sejak itu, dia berjanji untuk belajar lebih keras dari siapapun.

Sejak masuk SMA, Yukari menyukai teman sekelasnya, Hiroyuki Tokumori. Namun cintanya pada Hiro selama 3 tahun “bertepuk sebelah tangan”

Hidup membosankan Yukari yang dipenuhi belajar dan belajar tiba-tiba berubah setelah pertemuannya dengan George, Isabella, Miwako dan Arashi. Mereka adalah sekelompok siswa sekolah seni Yazawa yang sedang mempersiapkan Graduation Fashion Contest. Mereka memiliki sebuah studio tempat mereka merancang baju, namanya “Paradise Kiss” atau kadang disingkat “ParaKiss”. Yukari diminta untuk menjadi model untuk gaun rancangan mereka. Awalnya Yukari menolak dengan keras, alasannya tentu saja dia dalam persiapan ujian masuk universitas. Tapi semakin Yukari berusaha menjauh, semakin dia ingin bertemu mereka, dan akhirnya dia bersedia menjadi model.

Suatu ketika selepas pulang bimbel, Yukari dan Hiro bertemu George dan Miwako. Dari pertemuan itu, akhirnya Yukari mengetahui alasan mengapa cintanya pada Hiro bertepuk sebelah tangan selama 3 tahun ini, bukan karena Hiro tidak menyadari atau tidak sensitif, tapi karena Hiro jatuh cinta pada cinta pertamanya, Miwako. Sementara Miwako adalah kekasih Arashi.

Saat Yukari meminta izin ibunya untuk menjadi model, ibu Yukari menentang keras, bahkan dia sudah menyewa guru private agar Yukari konsentrasi belajar sampai waktu ujian tiba. Akhirnya mereka bertengkar hebat dan kemudian Yukari memutuskan untuk pergi dari rumah, karena dia merasa ibunya terlalu mengatur hidupnya.

Yukari tinggal di apartemen milik George setelah dia kabur dari rumah. Disana Yukari mengetahui latar belakang keluarga George, dan koleksi pakaian rancangan George yang hanya akan diberikan pada orang yang spesial. George juga menawarkan pekerjaan sebagai model pemotretan.

Sementara itu, Graduation Fashion Contest semakin dekat. George memutuskan untuk membatalkan gaun kuning Yukari yang sudah hampir jadi, diganti dengan gaun rancangan baru berwarna biru. Disamping itu, barang-barang dari ParaKiss dikembalikan oleh konsumennya. Dan akhirnya George memutuskan untuk menutup ParaKiss dan proyek terakhir ParaKiss adalah Graduation Fashion Contest, setelah itu mereka harus memilih jalan sendiri-sendiri.

Beberapa jam sebelum acara dimulai, diadakan gladi bersih bagi para model untuk berjalan di catwalk. George dengan antusias mengantar Yukari. Namun pada saat Yukari berjalan di atas panggung, jalannya seperti robot. Hal ini menjadi bahan tertawaan seluruth penonton gladi bersih. George merasa malu sekaligus marah meskipun dia juga sadar bahwa sebenarnya selama ini Yukari hanya menjadi model untuk difoto bukan berjalan di catwalk. Yukari berlatih untuk jalan dalam 30 menit sebelum acara dimulai. Sebelum naik ke stage, George meyakinkan Yukari dan mengatakan dia hanya perlu menjadi diri sendiri.

Yukari yang telah menemukan rasa percaya diri tampil berjalan di catwalk dengan anggun nan mempesona. Catwalk Yukari pun sukses membuat seluruh penonton berdecak kagum setelah Yukari kembali ke backstage. Sayangnya tim George hanya menempati urutan kedua di kontes ini.

Selesai acara, mereka memilih jalan masing-masing, George akan
ke Paris, Miwako dan Arashi memutuskan untuk bekerja, Isabella ikut bersama George, dan Yukari memutuskan untuk kembali ke rumah setelah ibunya mengizinkan Yukari untuk melakukan apa yang ia sukai dan tidak akan mengatur hidupnya lagi.

Setelah berpisah dengan teman-temannya, Yukari memutuskan untuk menjadi seorang model profesional, dengan harapan suatu saat dia dapat tampil di paris dan dapat bertemu dengan orang yang dia cintai, George.

Singkat cerita, tiga tahun kemudian, Yukari mendapat kesempatan untuk menjadi model pemotretan di New York. New York?? kenapa bukan Paris??. Tanpa sengaja dia bertemu dengan Isabella di kawasan Broadway. Isabella mengatakan jika mereka pindah ke New York satu tahun yang lalu, dan dia pun memberi Yukari alamat studio George.

Finally, Yukari menemukan studio milik George dan bertemu George disana. Dan film ini pun sukses ditutup dengan adegan “Paradise Kiss” (^o^)>

END

Sebenarnya saya agak lupa dengan jalan ceritanya karena nonton film ini sudah lama sekali,  so please correct me if I’m wrong!!. Kalau diingat-ingat film ini terkesan DATAR, datar banget malah. Kalau kakak perempuan saya bilang film ini rasanya HAMBAR (gak bikin sedih, gak bikin ketawa, gak menyentuh, gak menegangkan/ no tense, gak seru) sama sekali…

Nah, kalo kayak gitu kenapa ditonton?? Ha, maka salahkan kakak perempuan saya, yang udah maksa adik kecilnya untuk hunting dan menemani dia nonton film ini *plak x.X.. Tapi film ini gak sepenuhnya mengecewakan kok, paling tidak ada tiga hal yang masih bisa saya nikmati,

  1. Film ini banyak artis top Jepang. Kapan lagi bisa lihat makhluk-makhluk indah itu dikumpulin dalam satu film.😀
  2. Bisa dengar suara merdunya YUI, yang ngisi soundtrack film ini
  3. Film ini berakhir Happy Ending, Yeah!!! I hate bad end

So, bagi kalian yang J-Movie lover, gak ada salahnya luangkan waktu untuk pelototi film ini.  Cukup ‘aman’ kok untuk dikonsumsi saat puasa… nyahahaha

Pengen ngutip pesan George pada Yukari waktu di backstage, mudah-mudahan artinya gak salah,

“Kau tidak perlu jalan lurus. Melenggok atau berbaliklah jika kau mau, selama tetap berada di jalurmu. Berjalanlah dengan kakimu sendiri…”

It’s not a talent, but a dream. If you want, you will get it. It will never happen until you believe in yourself…

Arigatoo Gozaimasu, happy watching

P.S.

To mbak Afni, sebenarnya saya geli sendiri waktu nulis review film yang sangat gak Manly a.k.a Super Girlie ini. Tapi demi memenuhi janjiku padamu, maka aku lakukan. 😀