Tada, Kimi wo Aishiteru (Just, loving you) a.k.a Heavenly Forest adalah Japanese movie bergenre romantic drama. Menceritakan tentang persahabatan seorang pemuda dan seorang gadis yang kemudian bertransformasi menjadi cinta..🙂

Segawa Makoto adalah seorang pemuda yang memiliki hobi fotografi. Sejak kecil dia menderita penyakit kulit sejenis alergi yang berupa luka dengan rasa gatal teramat sangat di perut sebelah kanan. Karena penyakit kulit itu, Makoto harus bergantung pada obat oles sejenis vaseline untuk mengurangi rasa gatal. Karena itu juga, Makoto tumbuh menjadi seorang pemuda yang introvert, pemalu dan suka menyendiri.

Saat membolos upacara penerimaan mahasiswa baru, tanpa sengaja Makoto menemukan sebuah hutan ‘terlarang’. Hari itu juga dia bertemu Satonaka Chizuru, seorang gadis sebayanya dengan penampilan yang sangat kekanak-kanakan. Makoto heran, bagaimana mungkin gadis 21 tahun memiliki fisik seperti Chizuru, makin heran lagi saat Chizuru bilang bahwa fisiknya seperti itu karena kekurangan hormon pertumbuhan. Yang awalnya menutup diri, Makoto ternyata tidak bisa untuk tidak berteman dengan Chizuru. Kenyataan bahwa Chizuru adalah pribadi yang ceria, polos dan menyenangkan membuat Makoto terbiasa dengan keberadaan gadis itu di dekatnya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, memotret di hutan ‘terlarang’ yang ternyata memiliki heavenly scenery, mencetak foto di rumah kontrakan Makoto, makan siang ataupun kuliah di kelas yang sama. Kebersamaan itu memupuk rasa di hati Chizuru yang dari awal bertemu ternyata jatuh cinta pada Makoto. Sayangnya, Makoto tidak pernah menanggapi celotehan polos Chizuru tentang perasaannya. Makoto hanya menganggap Chizuru sebagai sahabatnya. Terlebih lagi, dia menyukai Toyama Miyuki, seorang gadis feminin yang cantik jelita dan lembut hati. Maka, Makoto hanya menganggap lelucon tiap kali Chizuru dengan bersungut-sungut berkata, “Lihat saja, aku pasti akan jadi dewasa, sexy dan menarik perhatian semua orang. Saat itu, Makoto akan menyesal kenapa menolakku..”

Sesuatu atau seseorang akan terasa jauh lebih berarti saat kita sudah kehilangan. Begitupun Makoto terhadap Chizuru. Dia baru menyadari perasaannya ketika gadis itu tiba-tiba menghilang begitu saja dari hidupnya setelah ciuman pertama mereka di heavenly forest. Chizuru yang polos, Chizuru yang ceria, Chizuru yang lucu, Chizuru yang mengerti keadaannya, Chizuru yang ingin jadi dewasa untuknya.. Makoto terpuruk, merasa kehilangan..

Dua tahun kemudian, Makoto mulai menerima surat-surat dari Chizuru yang ternyata menetap di New York dan menekuni profesi sebagai fotografer. Di kota itulah Makoto melihat Chizuru lagi, menjelma menjadi seorang wanita dewasa yang menawan, seperti yang dulu pernah dia katakan. Sayang, Makoto hanya bisa melihatnya dalam foto..

Persahabatan dan cinta. Indah, polos dan tulus. Itu adalah hal-hal yang saya pikirkan selama dan setelah menonton film ini. Saya seringkali tersenyum melihat imutnya Miyazaki Aoi, polosnya Hiroshi Tamaki dan lembutnya Kuroki Meisa. Saya suka film ini, sangat suka.. Film ini bagus, sangat bagus.. Dan.. iya, film ini sad ending, tapi nggak cukup bikin saya nyesek apalagi nangis, hehehe.. Setiap orang punya reaksi yang berbeda. Kalo saya ngerasa film ini mendamaikan dan menenangkan, ada yang justru gloomy berhari-hari akibat after taste nonton film ini, kekeke.. Kaya abis makan apa gitu ya, after taste.. Bahkan sampe inget semua scene dan dialog mengharukan dalam film ini. Hayooooo, yang ngerasa tunjuk hidung!! Fufufu..

Kimi wa boku no sekai no subete datta..

You are my whole world..