SEXY, NAUGHTY, DIRTY [Chapter 1]

15 Komentar

Sexy, Naughty, Dirty cover

an AL GIBRAN NAYAKA story

##################################################

CUAP2 NAYAKA

Salam…

Kutulis buat kalian yang merasa ‘seksi’ meski pada pandangan orang lain mungkin sama sekali tidak. Kupersembahkan kepada kalian yang dianggap ‘bandel’ oleh orang sekitar meski kalian sama sekali tidak sependapat dengan mereka dan masih saja menganggap diri kalian anak baik. Dan… ini juga kuposting untuk kalian yang pikirannya suka ‘jorok’ kalau sedang buka internet meski kalian tidak mengakuinya.

Selamat berjumpa Rauf, Arya dan Dewa dalam SND. Selamat merasa seksi dan bandel dalam saat bersamaan, dan berpikir joroklah bersama mereka.

Yang terakhir dariku, semoga kalian menikmati membaca Sexy, Naughty, Dirty seperti aku menikmati ketika menulisnya.

 

Wassalam.

n.a.g

##################################################

Narator said:

Ini adalah sebuah kisah yang pasti tidak akan didongengkan oleh bokap atau nyokap zaman dahulu saat mengantar putra-putri mereka tidur, tidak juga bokap-nyokap zaman sekarang. Ini adalah sebuah kisah yang hanya terjadi ketika emosi tampil lebih dominan dan lebih kuat daripada karakter, watak, bahkan jenis kelamin. Ini adalah cerita tentang bagaimana perasaan ternyata bisa membelokkan logika dan akal sehat. Dalam cerita ini, perasaan bahkan mampu menyulap tokoh-tokoh di dalamnya untuk jadi apa yang mereka katakan sebagai… tunggu, biar kuingat-ingat dulu… ah iya, apa yang mereka katakan sebagai ‘seperti yang kamu mau’.

Jadi, anak-anakku yang budiman, lupakan sejenak Cinderella dan labunya, lupakan Snow White and The Seven Dwarfs, dan simpan dulu buku The Wizards of OZ milik kalian di bawah bantal…

Sudah?

Baiklah, mari kita mulai ceritanya.

Once upon a time in the country called X.Y.Z… urip telu joko kasep sing…

Lagi

EL RUMI

90 Komentar

HERO - El Rumi.

an AL GIBRAN NAYAKA story

##################################################

CUAP2 NAYAKA

Salam…

Kepada Kalian yang ‘bandel’ dan tetap mengunjungi blog ini bahkan ketika tahu dan sadar bahwa tak ada pos baru sama sekali, El Rumi ini kutulis buat kalian, HANYA buat kalian. Jika ada yang baca selain kalian, aku tidak ridha lahir batin. Biar dosa curang karena ‘baca tanpa izin’ ini mereka pertanggungjawabkan sendiri dengan nurani mereka masing-masing.

Buat kalian yang ‘bandel’ dan tetap mengunjungi blog ini bahkan ketika tahu dan sadar bahwa tak ada pos baru sama sekali, harapanku semoga kalian menikmati membaca El Rumi seperti aku menikmati ketika menulisnya.

 

Wassalam.

n.a.g

##################################################

Aku ingat sempat sudah berada dalam keadaan antara hidup dan mati, entah untuk berapa lama sampai seseorang menarik nyawaku kembali ke kehidupan. Seseorang itu, kepedihan dan ketakutan──mungkin juga harapan──dalam suaranya ketika berteriak memanggilku kupikir yang telah mengusir Malaikat Maut dari sekitarku untuk tidak membawaku lebih jauh lagi ke kematian. Bisa jadi Malaikat Maut gentar karena ‘kepedihan’ dan ‘ketakutan’ yang menyertai suara itu, atau… Malaikat Maut tidak gentar namun berubah pikiran kerena terkesima pada ‘kekuatan harapan’ dalam suara dan rintihan seseorang yang begitu berat untuk membiarkanku mati itu. Jadi Malaikat maut memilih mengalah mungkin karena berpikir bahwa seseorang itu lebih membutuhkan nyawaku di dunia ketimbang dibawa bersamanya ke akhirat. Entahlah, yang pasti, aku tak jadi mati, belum saat ini, alih-alih aku merasa bagai baru dibangunkan dari tidurku yang begitu lelap dan dalam.

Samar-samar ketika kurasakan aliran udara kembali masuk ke saluran napasku, dari balik bulu mataku yang berat untuk kuangkat karena terasa seperti baru saja ditaburi pasir, kutangkap satu wajah penuh memar sedang menangis. Air matanya menetes-netes ke atasku. Apa dia sedang menangisiku? Atau… dia menangis karena memar-memar yang dimilikinya membuatnya kesakitan hingga perlu menangis? Tapi, bagaimana dia bisa mendapatkan memar sebanyak itu?

“Hero… Tuhan, syukurlah… tetaplah bersamaku, jangan hilang…!”

Saat bulu mataku terasa kian berat untuk kulawan agar pandanganku tetap terbuka, sebelum kegelapan benar-benar menelanku kembali, penuh keheranan dan kebingungan, aku memeras otak memikirkan dan menerka-nerka siapa orang yang menangis di atas wajahku, dan… siapa pula Hero itu? Lagi

Kisah Orion & Gemini

9 Komentar

KISAH ORION & GEMINI

Oleh : Pandu Wiratama

***

 

“Hei, Jagoan.”

Itu kalimat pertama yang kudengar saat aku membuka mata.

Pandanganku masih kabur, semua tampak buram di sekelilingku. Dimana aku berada? Aku ingat sesaat tadi, sebelum kelopak mataku terbuka, aku bersama Bunda, kami berkeliling di kebun sayuran organik vertikal, mirip sekali dengan yang di halaman belakang rumahku, namun ukurannya jauh lebih besar. Jauh lebih indah.

Aku berani taruhan kalau surga itu ada, bentuknya pasti seindah ini. Apakah aku berada di surga? Apakah Tuhan mengijinkan aku menemani Bunda di sana? Aku tidak yakin. Tuhanku dan Tuhannya berbeda, apakah Tuhan kami sepakat mempertemukan kami kembali, mungkin merasa kasihan pada kami, pada seorang ibu dan anak yang terpisah selama bertahun-tahun karena alasan yang tidak aku mengerti kenapa? Kurasa tidak mungkin. Karena Tuhan-Tuhan kami tidak ingin kami bersama. Itu kah alasan Bunda dulu meninggalkanku, membawa pergi belahan jiwaku?

Lagipula aku telah berbuat bodoh, tindakan yang mungkin diganjar dengan siksa api neraka seumur hidup, atau seumur mati? Bagaimana rasanya disiksa selama-lamanya, seperti yang pernah kudengar dari pendeta saat mengikuti kebaktian? Apakah aku akan dicelupkan ke dalam kuali berisi lahar panas mendidih? Atau ditusuk dengan besi panas dari lubang dubur hingga tembus ke mulut seperti sate? Aku bergidik membayangkannya.

Apakah aku benar masuk neraka? Pikiranku kembali pada Bunda yang tadi menggenggam jemari tanganku penuh kerinduan, dedaunan cabe dan tomat terhampar tinggi melebihi pucuk kepalaku di sekeliling kami. Rasanya begitu damai. Sebelum tiba-tiba Juna datang dan menampari kedua pipiku dengan begitu ganasnya. Adikku itu terlihat mengamuk. Tentu saja dia berhak untuk marah, pikirku getir. Aku telah membuatnya kecewa, membuat semua orang yang peduli padaku kecewa. Ada banyak kah orang seperti mereka? Manusia yang peduli padaku? Aku tidak yakin. Ini membuatku sedih.

Aku tahu aku pantas diperlakukan seperti itu oleh Juna. Dia menendang bokongku hingga tubuhku terpelanting, masuk ke dalam lingkaran cahaya yang membutakan. Apakah Juna sengaja mendepak aku dari surga? Masa sih dia setega itu menjatuhkan aku ke neraka? Aku kan abangnya satu-satunya. Lagi

THE UNICORN AND HIS PUNISHER

77 Komentar

image

CUAP2 NAYAKA

DISCLAIMER!

Konten khusus dewasa. Tidak diperuntukkan bagi pengunjung di bawah 18 tahun. Segala bentuk resiko yang ditimbulkan sebagai efek membaca postingan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengunjung dan pembaca masing-masing. Pemilik blog dan penulis akan menyangkal tuduhan apapun yang mungkin muncul disebabkan membaca entri ini.

Sekian, tapi, terima kasih kalau pembaca sekalian bersedia membaca entri ini tanpa berusaha menikmati, karena penulisnya juga tidak berusaha menikmati ketika menulisnya.

Wassalam
Nayaka

##############################################

Terkadang, orang yang paling tidak ingin kau temui lagi selama sisa hidupmu, justru akan jadi seseorang yang mengeluarkanmu dari kesulitan di saat-saat tak terduga. Terkadang, orang yang paling tidak kau harapkan perjumpaannya justru berubah menjadi seseorang yang paling kau butuhkan saat kau menjumpainya. Luke Adams adalah orang terakhir yang kuinginkan untuk hadir kembali dalam masa depanku, namun tak bisa kupungkiri kalau kehadirannya yang tak terduga itu ternyata begitu kubutuhkan saat ini.

Hubungan seksual Sejarah kami terjadi lebih kurang satu setengah tahun yang lalu. Ketika aku masih begitu kaya sebagai Unicorn dan bisa bersiar-siar kemanapun semauku tanpa khawatir kehabisan sumber daya. Kami bertemu di The Queens, pada hari kelima dari keseluruhan tiga puluh hari jadwal pelayaran kapal mewah itu di lautan. Luke Adams, dewasa tampan berambut terang dan berotot, hari itu sedang memamerkan semua maskulinitas yang dimilikinya—kecuali penisnya yang tersembunyi satu-satunya pakaian yang dikenakannya—di pinggiran kolam renang.
Lagi

BINTANG JATUH

211 Komentar

Bintang Jatuh cover

an AL GIBRAN NAYAKA story

##################################################

CUAP2 NAYAKA

 

Salam…

Melelahkan sekali, tuan-tuan. Malam-malam begadang, malam-malam kurang tidur, dan pagi-pagi yang kumulai dengan kepala berat dan pening selama menulis Bintang Jatuh ini, mungkin tak akan pernah terbayarkan. Tapi anehnya setelah menyelesaikannya, aku merasa hasilnya setimpal. Tak pernah aku merasa seringan ini setelah menulis, mungkin, karena sekali lagi aku berhasil menyelesaikannya, end part III atau apalah namanya.

Tanpa berpanjang-panjang, semoga kalian menikmati membaca Bintang Jatuh seperti aku menikmati ketika menulisnya. Omong-omong, ini tamat. Aku sudah tak sanggup lagi. Kalau ternyata masih ada yang merengek-rengek minta lebih, pastikan kalian bersedia melakukan transfer ke rekeningku sebelum merengek-rengek. Kenapa? Karena kupikir sudah cukup aku menggeratiskan Aidil buat kalian selama ini #LOL

 

Wassalam

n.a.g

##################################################

Untuk setiap harapan yang terwujud,

mungkin ada bintang yang jatuh melintasi langit malam

Untuk setiap doa yang terkabul,

bisa jadi ada bintang yang terlepas mengempasi bumi

***

“Jika kamu ingin keinginanmu terwujud, berjagalah pada malam hari sambil mengawasi langit. Saat kamu melihat cahaya meluncur jatuh dari langit menuju bumi, maka utarakanlah keinganmu dengan bersungguh-sungguh mengharapkannya sepenuh hatimu…”

“Apa mitos bintang jatuh itu benar-benar bekerja?”

Laki-laki yang sedang bertelanjang dada itu menyeringai padaku. “Kamu percaya pada keajaiban?”

“Kupikir aku percaya pada mukjizat,” jawabku. “Tapi, apa bintang jatuh itu salah satu mukjizat untuk mewujudkan keinginan? Mengabulkan harapan?”

Sekarang laki-laki itu melepaskan tirai jendela yang sedari tadi disibaknya untuk membuatku bisa menatap langit ketika kami membicarakan bintang jatuh dan keinginanku untuk tetap berada di sini dan mencintai mereka selamanya. Dia bergerak mendekatiku. Cukup dekat hingga aku bisa membaui samar-samar aroma deodorannya yang segar. Saat dia membuka mulut, udara yang keluar dari hidung dan mulutnya malah bisa kurasakan juga di kulit wajahku. “Katanya, keajaiban datang pada orang-orang yang percaya padanya.” Lagi

Older Entries

ceritasolitude

kumpulan cerita sederhana dari seseorang yang berhati rumit.