THE UNICORN AND HIS PUNISHER

43 Komentar

image

CUAP2 NAYAKA

DISCLAIMER!

Konten khusus dewasa. Tidak diperuntukkan bagi pengunjung di bawah 18 tahun. Segala bentuk resiko yang ditimbulkan sebagai efek membaca postingan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengunjung dan pembaca masing-masing. Pemilik blog dan penulis akan menyangkal tuduhan apapun yang mungkin muncul disebabkan membaca entri ini.

Sekian, tapi, terima kasih kalau pembaca sekalian bersedia membaca entri ini tanpa berusaha menikmati, karena penulisnya juga tidak berusaha menikmati ketika menulisnya.

Wassalam
Nayaka

##############################################

Terkadang, orang yang paling tidak ingin kau temui lagi selama sisa hidupmu, justru akan jadi seseorang yang mengeluarkanmu dari kesulitan di saat-saat tak terduga. Terkadang, orang yang paling tidak kau harapkan perjumpaannya justru berubah menjadi seseorang yang paling kau butuhkan saat kau menjumpainya. Luke Adams adalah orang terakhir yang kuinginkan untuk hadir kembali dalam masa depanku, namun tak bisa kupungkiri kalau kehadirannya yang tak terduga itu ternyata begitu kubutuhkan saat ini.

Hubungan seksual Sejarah kami terjadi lebih kurang satu setengah tahun yang lalu. Ketika aku masih begitu kaya sebagai Unicorn dan bisa bersiar-siar kemanapun semauku tanpa khawatir kehabisan sumber daya. Kami bertemu di The Queens, pada hari kelima dari keseluruhan tiga puluh hari jadwal pelayaran kapal mewah itu di lautan. Luke Adams, dewasa tampan berambut terang dan berotot, hari itu sedang memamerkan semua maskulinitas yang dimilikinya—kecuali penisnya yang tersembunyi satu-satunya pakaian yang dikenakannya—di pinggiran kolam renang.
Lagi

BINTANG JATUH

184 Komentar

Bintang Jatuh cover

an AL GIBRAN NAYAKA story

##################################################

CUAP2 NAYAKA

 

Salam…

Melelahkan sekali, tuan-tuan. Malam-malam begadang, malam-malam kurang tidur, dan pagi-pagi yang kumulai dengan kepala berat dan pening selama menulis Bintang Jatuh ini, mungkin tak akan pernah terbayarkan. Tapi anehnya setelah menyelesaikannya, aku merasa hasilnya setimpal. Tak pernah aku merasa seringan ini setelah menulis, mungkin, karena sekali lagi aku berhasil menyelesaikannya, end part III atau apalah namanya.

Tanpa berpanjang-panjang, semoga kalian menikmati membaca Bintang Jatuh seperti aku menikmati ketika menulisnya. Omong-omong, ini tamat. Aku sudah tak sanggup lagi. Kalau ternyata masih ada yang merengek-rengek minta lebih, pastikan kalian bersedia melakukan transfer ke rekeningku sebelum merengek-rengek. Kenapa? Karena kupikir sudah cukup aku menggeratiskan Aidil buat kalian selama ini #LOL

 

Wassalam

n.a.g

##################################################

Untuk setiap harapan yang terwujud,

mungkin ada bintang yang jatuh melintasi langit malam

Untuk setiap doa yang terkabul,

bisa jadi ada bintang yang terlepas mengempasi bumi

***

“Jika kamu ingin keinginanmu terwujud, berjagalah pada malam hari sambil mengawasi langit. Saat kamu melihat cahaya meluncur jatuh dari langit menuju bumi, maka utarakanlah keinganmu dengan bersungguh-sungguh mengharapkannya sepenuh hatimu…”

“Apa mitos bintang jatuh itu benar-benar bekerja?”

Laki-laki yang sedang bertelanjang dada itu menyeringai padaku. “Kamu percaya pada keajaiban?”

“Kupikir aku percaya pada mukjizat,” jawabku. “Tapi, apa bintang jatuh itu salah satu mukjizat untuk mewujudkan keinginan? Mengabulkan harapan?”

Sekarang laki-laki itu melepaskan tirai jendela yang sedari tadi disibaknya untuk membuatku bisa menatap langit ketika kami membicarakan bintang jatuh dan keinginanku untuk tetap berada di sini dan mencintai mereka selamanya. Dia bergerak mendekatiku. Cukup dekat hingga aku bisa membaui samar-samar aroma deodorannya yang segar. Saat dia membuka mulut, udara yang keluar dari hidung dan mulutnya malah bisa kurasakan juga di kulit wajahku. “Katanya, keajaiban datang pada orang-orang yang percaya padanya.” Lagi

IYAWA BITTARA MANGKASARA’

154 Komentar

Iyawa Bittara Mangkasara' Cover.

an AL GIBRAN NAYAKA story

##################################################

CUAP2 NAYAKA

 

Salam…

Buat Google dan Wikipedia dan Kompasiana dan siapapun yang menulis di sana, terima kasih sudah memberiku referensi yang benar-benar bermanfaat meski harus mikir lama ketika memasukkan informasinya ke dalam cerita, biasah, khas penulis amatiran.

Buat temenku, Ramly, yang telah begitu banyak membantu selama cerita ini dibuat, terima kasih dariku segede Pulau Sulawesi. Sorry ya, Ly, jika aku gak kenal perbedaan waktu saat ngerecokin kamu via DM Twitter dan WA, dan maaf pula jika endingnya tidak seperti yang kukatakan pertama kali saat kita bicara tentang project ini. Sudah terlalu panjang juga, kalau aku menggulirkan cerita ke ending yang sempat kusinggung padamu, mungkin cerita ini bisa jadi sebuah novel 300an halaman. Kupikir, aku gak bakal sanggup, dan gak bakal ada yang mau baca novelnya kalaupun dipaksa sanggup. Jadi, aku ambil ending seperti ini, ending cerita pendek. Semoga kamu bisa menerima dan enggak mencap aku omong doang. Lagipula, seperti yang pernah kukatakan padamu beberapa kali, settingnya susaaah dan aku sering stuck lama, sudah dari Desember 2015, ya, kalau gak salah? Dan, maaf kalau langsung kupost tanpa kukirim ke kamu lebih dulu untuk memeriksa settingnya. Kalau ada yang keliru tempat dan waktu terkait setnya, DM aja atau email saja atau WA saja.

Buat sobatku, Bro Yuda ‘kaktusius’ Agustian, maafkan kalau kover keren darimu  enggak jadi kupake di sini. Aku tahu kamu pasti marah, kecewa dan mungkin juga menganggapku gak menghargai waktu yang kamu luangkan untuk membuatnya. Tapi sungguh, aku tidak memakainya bukan karena aku gak suka kover itu, seperti kataku di twitter, kover itu sama kerennya dengan bikinanmu yang dulu2. Tapi saat aku menulis end cerita ini (itu setelah aku mengunduh file kirimanmu di inbok gmail-ku), tiba-tiba aku ingin kovernya ada gambar sepedanya, benar-benar gak bisa kutahan. Jadi aku browsing gambar sepeda pula dan menjadikannya kover. Mohon jangan marah padaku ya. Please… tapi aku tetap simpan kover darimu kok. Aku suka kedinamisannya kali ini. Saking dinamisnya, nama belakangku sampai-sampai harus jungkir-balik kayak cheerleader gitu LOL. Apapun, intinya thank you, Bro, and sorry😦

Buat pembacaku (aneh rasanya menggunakan istilah tersebut), semoga kalian menikmati fiksi ini seperti aku menikmati ketika menulisnya.

 

 

Wassalam

n.a.g

 

##################################################

 

Pertama kali mereka bertemu, langit mengamuk dan merajam bumi dengan tetesan hujannya yang tak terhingga, payung-payung berkembangan, mobil-mobil menyorotkan lampu dan memelankan laju, pengendara motor menipu diri dan terus menerobos hujan tak peduli terlihat konyol, dan para pejalan kaki berlarian menuju tempat berteduh. Mereka hanya berpapasan. Yang satu bergerak cepat dengan kemeja tak berkancing riap-riapan dan ransel setengah berisi melindungi kepala, yang lainnya berlarian setengah basah dengan rokok padam nyaris patah di sela bibir. Titik mereka saling bertemu sebelum saling melewati adalah sebatang tiang listrik penuh tempelan selebaran yang entah apa di jalan Urip Sumoharjo. Tak ada kontak mata, tak ada kontak fisik, hanya saling melewati begitu saja. Mereka tidak sadar pernah berada di tempat dan waktu yang sama satu kali itu, mereka tidak tahu kalau jalan mereka pernah bersinggungan. Namun, semesta tahu, semesta melihat, semesta mencatat.
Lagi

THE UNICORN AND HIS MONSTER

62 Komentar

es.wordpress.com/2016/02/wp-1455637714638.png”>image

CUAP2 NAYAKA

DISCLAIMER!

Konten khusus dewasa. Tidak diperuntukkan bagi pengunjung yang belum berusia 18 tahun. Segala bentuk resiko yang ditimbulkan sebagai efek membaca tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengunjung dan pembaca masing-masing. Pemilik blog dan penulis akan menyangkal tuduhan apapun yang mungkin muncul disebabkan postingan ini, dalam kata lain, pemilik blog dan penulis sudah cuci tangan jauh2 hari saat tulisan ini selesai dibuat dan diposting. Iya, cuci tangannya pakai sabun!

Sekian.
Dan,
terima kasih kalau pembaca budiman sekalian bersedia membaca entri ini tanpa berusaha menikmati, karena penulisnya juga tidak berusaha menikmati ketika menulisnya.

Wassalam
Nayaka

###############################################

Setiap pria menyimpan monster di dalam dirinya. Sebagian mereka mampu menjinakkannya, sebagian lain membiarkannya tetap liar untuk dilepaskan pada waktunya. Alan Davenport adalah salah satu dari yang tidak mampu—atau tidak berusaha sejak awal untuk—menjinakkan monster di dalam dirinya. Dan sialnya, aku terjebak bersamanya di kota kecil ini.

Kami bertemu di luar stasiun dua puluh tujuh hari lalu. Aku berpura-pura tersandung sepatuku sendiri tepat saat kami berpapasan agar terlihat tidak sengaja ketika tanganku berpegangan ke tonjolan di celananya untuk mencegah diriku jatuh pura-pura. Jujur saja, postur dan wajahnya bahkan sudah mencuri perhatianku dari jarak puluhan meter saat keluar dari stasiun. Inderaku seakan sudah terlahir untuk tidak mengabaikan tubuh jangkung wajah tampan dan rambut coklat begitu saja di tempat manapun. Jadi, aku mengambil arah yang benar agar bisa bertubrukan dengannya. Ide untuk meremas bagian di antara dua pahanya sendiri terfikirkan begitu saja saat aku melirik ke sana dan menemukan kalau pria itu ternyata punya kejantanan besar yang tidak mudah disamarkan oleh celana jins yang tengah dikenakannya.

Lagi

THE UNICORN AND HIS MASTER

46 Komentar

image

CUAP2 NAYAKA

***
Disclaimer!

Untuk 18 tahun ke atas. Mengandung unsur dewasa, tidak diperuntukkan bagi remaja. Silakan tinggalkan postingan ini jika belum berusia di atas 18. Segala resiko yang terjadi setelah membaca postingan ini diluar tanggung jawab penulis dan pemilik blog.
***

Seperti biasa, ini kutulis khusus untuk pembacaku yang sudah dewasa. Mohon jangan dinikmati, karena aku juga berusaha untuk tidak menikmati ketika menulisnya.

Wassalam
Nayaka Al Gibran

###########################################

Aku yakin rumah tangganya sedang bergolak. Bisa jadi karena istrinya mulai terendus selingkuh, atau justru dia sendiri yang mulai suka melakukan eksperimen pada penisnya dan mencoba mencicipi seks dengan cara berbeda. Namun itu bukan urusanku. Yang jadi urusanku sekarang adalah, bagaimana untuk tetap mempertahankan posisi berdiriku sementara bosku ini mengerjai lubangku dengan pemukul bisbolnya yang disunat dan berurat itu.

Atasanku yang baru belasan hari ini sangat berbeda dengan beberapa pria seusianya yang pernah kuajak bercinta. Dia necis, kelimis, wangi, terlihat akademik, dan sangat sopan dalam hal memperlakukanku—kali ini—di salah satu meja restoran ketika kami cuma tinggal berdua. Sopan yang kumaksudkan adalah, dia tidak kasar dan tidak terburu-buru ketika memintaku mengoral batang organ reproduksinya, tidak egois dengan berusaha memasukkan hingga amblas seluruh batang penisnya itu—hanya semampu dan senyaman diterima mulutku, dia tidak membuka paksa celanaku tapi dengan sabar dan nyaris tanpa mengeluarkan suara membuka kait lalu menurunkan zipper dan menyibaknya perlahan sampai bokongku terekspos, bahkan saking sopannya, dia masih berpakaian lengkap pada dua kesempatan menyetubuhiku sebelumnya. Yang kuceritakan ini adalah kali ketiga, by the way…

Lagi

Older Entries

ceritasolitude

kumpulan cerita sederhana dari seseorang yang berhati rumit.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 286 pengikut lainnya